
Bismillah...
Kita lanjut lagi ya...
▪️▪️▪️
Di kediaman Dimas dan Zahra tengah ramai dengan kehadiran orang tua Dimas. Mereka sangat bahagia mendengar kabar bahwa menantunya tengah mengandung cucu pertama mereka.
"Alhamdulillah, Nak. Akhirnya kabar baik ini datang juga. Papa sangat bersyukur".
"Alhamdulillah, Pah. Ini berkat do'a kalian semua" ucap Dimas haru.
"Dijaga baik-baik ya cucu mama"
"Iya, Mah. Insya Allah kita jaga bersama dengan baik" sambung Zahra.
"Gimana dengan kerjaan kamu, Nak" tanya mama Anita.
"Seminggu ini, Zahra masih mo istirahat di rumah dulu. Nanti baru kerja lagi, tapi gak tiap hari ke butik. Paling seminggu 2 atau 3 kali aja."
"Iya, Nak. Sebaiknya begitu. Kurangi aktivitas yang berat ya, biar gak kecapekan. Kandungan kamu kan baru menginjak 5 Minggu" ucap mama Anita.
"Iya, Mah".
"Ya udah papa mama pamit dulu, udah larut. Kalian harus istirahat cepat".
"Iya. Hati-hati di jalan, Pah Mah".
▪️▪️▪️
Seminggu berlalu, Zahra berniat berkunjung ke rumah mamanya. Kebetulan Dimas jadwalnya lagi kosong, jadi bisa sekalian silaturahmi ke rumah mertuanya.
Mobil keduanya baru saja terparkir di halaman rumah orangtuanya. Nampak ada tamu juga yang datang berkunjung, karena ada mobil lain selain mobil milik keluarga Zahra disitu.
"Assalamu'alaikum" ucap keduanya.
"Wa Alaikum salam. Eh anak mama, akhirnya kamu ingat mana juga ya" ucap mama Ariyani menyindir.
__ADS_1
"Maaf ya, Mah baru sempat. Kita sibuk" ucap Dimas sambil menyalami mertuanya.
"Mama becanda, ayo masuk kebetulan di dalam ada Ustadz Hasan".
Deg ...
Jantung Zahra jadi bergemuruh, tidak siap untuk bertemu dan bertegur sapa dengan mantan suaminya.
Dimas melihat perubahan iris mata istrinya, nampak kekhawatiran di sana.
Dimas menggenggam jemari tangan Zahra, memberi dukungan dan keyakinan kalo Zahra pasti bisa, "Gak apa-apa. Ada mas di sini".
"Hai adik ipar, apa kabar" sapa Fahri antusias.
Ya, Hasan memang sering silaturahmi ke rumah mereka, karena sering ngobrol bersama sahabatnya itu.
"Alhamdulillah bang, baik. Abang bagaimana" sapa balik Dimas.
"Alhamdulillah Abang baik dan masih tampan" jawab Fahri terkekeh.
"Astaghfirullah bang, masih narsis ya" sambung Zahra sambil menyalami kakak tercintanya.
"Assalamu'alaikum ustadz, apa kabar" ucap Dimas sambil mengulurkan tangan
"Alhamdulillah baik" Hasan menyambut uluran tangan Dimas.
Zahra mengatupkan kedua tangannya ke depan untuk menyapa Ustadz dari jarak agak jauh.
Hasan tersenyum sambil menatap Zahra kemudian beralih ke Dimas.
"Kebetulan ya, bisa ketemu lagi di sini" ucap Dimas.
"Iya, pulang ngajar tadi mampir kesini ngobrol sama Fahri" balas Hasan.
"Tumben nih kesini, lagi gak sibuk" tanya Fahri.
Zahra pamit ke atas bersama mamanya. alasan nya ingin melihat Fais sang ponakan yang lucu.
__ADS_1
"Hari ini jadwal saya kosong, Zahra juga sudah seminggu ini istirahat gak ke butik" jawab Dimas.
"Lo kenapa gak ke butik, Zahra baik-baik aja kan" tanya Fahri cemas.
"Baik bang, Alhamdulillah. Zahra lagi istirahat, soalnya lagi isi" jelas Dimas.
"Alhamdulillah, kirain sakit. Selamat ya buat kalian" ucap bang Fahri.
"Alhamdulillah. Barakallahu" sambung Hasan.
Ketiganya asik ngobrol di lantai bawah, sementara Zahra dan lainnya juga asik di lantai atas.
"Mah, mba Aisyah ... Zahra hamil"
"Alhamdulillah" ucap mereka kompak.
"Udah berapa Minggu usia kandungan kamu, dek" tanya Aisyah.
"Alhamdulillah udah 6 Minggu, udah seminggu ini Zahra istirahat di rumah semenjak tau Zahra hamil".
"Iya nak, jaga ya kondisi kamu, jangan kecapean" ucap mama.
"Iya mah".
POV HASAN
Ya Allah Zahra ke sini juga rupanya, dia udah pake niqab. Masya Allah.
Ternyata aku masih juga berdebar-debar jika melihatnya.
Ya Allah perasaan macam apa ini, kenapa belum juga hilang.
Dan juga sekarang dia lagi mengandung, mengandung anak Dimas suaminya saat ini.
Maafkan hamba Mu ini Ya Allah....
▪️▪️▪️*
__ADS_1
Bersambung....