
Setelah acara lamaran, kedua keluarga bergegas mempersiapkan acara pernikahan yang akan dilangsungkan sebulan lagi.
Segala sesuatu dipersiapkan dengan begitu sempurna kedua keluarga besar akan mengadakan pesta pernikahan yang mewah. Zahra hanya memberikan syarat untuk mengundang anak-anak panti dan memberikan sedikit santunan.
"Ma ini pernikahan kedua aku, apa masih perlu dirayakan besar-besaran" tanya Zahra.
"Kedua buat kamu tapi yang pertama buat Dimas" jelas mama Ariyani.
"Terserah mama deh, yang penting aku mau ngundang anak-anak panti asuhan" pinta Zahra.
"Ok tidak masalah nak".
▪️▪️▪️
Malam yang sunyi suara gemericik air hujan menemani lamunan Zahra. Tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara handphone nya yang berdering tanda pesan masuk.
Hasan : "Assalamu'alaikum dek, selamat atas lamarannya. Semoga segala sesuatunya dilancarkan dan kamu bahagia dengan pilihan hidup mu".
^^^Zahra : "Wa Alaikum salam. Terimakasih do'anya. Semoga mas juga bahagia. Salam sama mba Sarah dan Maryam"^^^
Zahra akhirnya terlelap setelah sekian lama melamun.
▪️
▪️
▪️
Di ruang keluarga rumah Zahra, Dimas tengah membicarakan beberapa konsep mengenai acara mereka nantinya. Zahra hanya mengangguk setuju atas usulan Dimas.
"Ra, kamu kok iya-iya aja" tanya Dimas kecewa.
"Aku ikut kamu aja, ini pernikahan kedua aku tapi ini pertama buat kamu. Jadi sesuai keinginan kamu saja"
"Kamu gak ikhlas ya nerima aku, kayak gak semangat merencanakan nya" ucap Dimas mulai sedikit kecewa.
__ADS_1
"Kalo aku gak ikhlas aku gak bakalan terima"
"Terus kenapa kayak gitu" tanya Dimas.
"Gak kenapa. Aku lebih suka pernikahan sederhana jauh dari kesan mewah"
"Kalo kamu mau begitu, aku gak masalah Ra. Kebahagiaan kamu adalah yang terpenting" ucap Dimas.
"Tapi keluarga kita menginginkannya"
"Kita bisa menjelaskannya" jelas Dimas lagi.
"Boleh aku bertanya sesuatu" tanya Zahra
" Boleh. Kamu gak usah sungkan".
" Setelah menikah apa saya boleh mengenakan niqab"
"Apa saya yang bukan seorang ustadz pantas memiliki istri yang begitu shalihah baik akhlak maupun pakaiannya" tanya Dimas.
"Ya kalau kamu begitu menginginkannya, lakukanlah. Asal kamu senang aku pasti senang" jelas Dimas.
▪️▪️▪️
Skip.
Seminggu sebelum hari H Zahra dan Dimas menjalani proses pingitan.
Zahra menghabiskan waktunya di rumah dengan mendesign baju untuk koleksi di butiknya.
Drrtt...
"Assalamu'alaikum dek" sapa Sarah dari ujung telepon.
"Wa Alaikum salam mba, gimana kabarnya" jawab Zahra.
__ADS_1
"Alhamdulillah baik. Lagi sibuk ya dek"
"Ah ini Zahra lagi design baju untuk koleksi butik. Zahra kan dah gak dikasih kerja dulu, dipingit"
"Iya dek, seminggu lagi kan. Semoga lancar ya, maafin mba dek"
"Kok mba minta maaf"
"Gak kenapa kok, mba pengen aja minta maaf sama kamu dek"
"Zahra juga minta maaf kalo selama ini buat mba terluka. Semoga kita selalu bahagia mba"
"Mba sayang sama kamu dek, mba sudah menganggap kamu seperti adik sendiri".
"Iya mba"
"Udah dulu dek, Maryam nangis soalnya"
"Iya mba, Assalamu'alaikum"
"Wa Alaikum salam".
Bersambung....
Maaf ya pembaca setiaku, lambat update nya karena ***kesehatan author sedikit terganggu.
Jangan lupa tinggalkan jejaknya.
Like, comments, rate, and vote.
Biar Author tambah semangat....
Terima kasih
Tunggu episode selanjutnya ya***...
__ADS_1