Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Bukan Istri Kedua, Bagian 10


__ADS_3

Assalamu'alaikum pembaca setia ku.


Mohon maaf atas ketidaknyamanan dengan lamanya up episode terbaru dikarenakan sesuatu dan lain hal.


Terima kasih yang masih dengan sabar menunggu kelanjutan ceritanya...🙏🙏🙏


Semoga akan datang bisa lebih baik lagi...


Selamat membaca...


▪️▪️▪️


"Tetapi apa..." desak Yusuf penasaran.


"Bos Mas Yusuf itu punya niat terselubung. masa Mas gak sadar" jelas Maryam.


"Maksud kamu apa, niat apa, bicara yang jelas!" bentak Yusuf yang terpancing emosinya.


"Arggghh... Ya sudah kalau Mas ngotot kayak begini. Jangan menyesalinya".


Maryam berlalu ke arah kamar mandi, untuk menenangkan diri dengan berwudhu. Agar emosinya bisa terkontrol.


Yusuf tak habis pikir dengan istrinya kenapa malah marah dengan pemberian bonus dari pak Davis.


▪️▪️▪️


Yusuf berangkat ke kantor seperti biasanya, Ia masih tak habis pikir kenapa istrinya yang selalu ramah sama semua orang tapi begitu membenci pak Davis.


Yusuf beranjak menuju pantry untuk membuat segelas kopi untuk menghilangkan kantuknya.


Belum sampai masuk ruangan tersebut Yusuf tengah mendengar asisten sang bos sedang menerima panggilan telpon.


"Iya Pak, siap. Saya akan membuat pak Yusuf sesibuk mungkin" begitu kiranya yang terdengar ditelinga Yusuf.

__ADS_1


Degh...


"Tapi sampai kapan saya harus membuatnya sibuk" tanya Erik.


"Bapak yakin... Tapi kenapa bapak begitu terobsesi dengan Maryam".


Yusuf yang tadinya berniat membuat kopi, akhirnya kembali ke ruangannya.


"Apa maksud Pak Davis" batinnya tak percaya.


▪️▪️▪️


Masih dengan perasaan yang tidak menentu Yusuf mengusap wajahnya kasar. Ia tidak pernah bisa percaya dengan apa yang didengarnya siang tadi di kantor.


Maryam yang melihat suaminya sedari tadi melamun dibuat penasaran olehnya.


"Mas kenapa, kok gak kayak biasanya".


Maryam mengernyit heran, tumben suaminya mau membahas masalah bos nya.


"Bicaralah, Mas akan mendengarnya dan mempercayainya" bujuk Yusuf.


Maryam membuang nafas nya kasar.


"Pak Davis pernah sengaja menemui ku di pesantren untuk menyatakan perasaannya"


"Dia pernah ke pesantren"


"Iya Mas, Pak Davis sengaja menunggu ku di gerbang sekolah. Dia bahkan mengirimi aku bunga dan coklat" jelas Maryam.


"Apa".


Betapa terkejutnya Yusuf mendengar penuturan istrinya, Ia tak menyangka bos nya berbuat sejauh itu.

__ADS_1


"Acara gathering kemarin sengaja dibuatnya hanya untuk melihatku" jelas Maryam jujur.


"Astaghfirullah... Maafkan Mas mu ini. Mas gak tau kalo Dia nekat melakukan sesuatu yang gila".


"Terus gimana, Mas mo ngapain".


"Mas akan menolak semua perintah Davis yang menyuruhku untuk lembur".


"Aku takut dia menggunakan kekuasaannya untuk menekan kamu Mas"


"Semoga keluarga kita selalu dilindungi dari segala macam hal yang tidak baik"


"Aamiin" ucap Maryam.


▪️▪️▪️


Dua minggu berlalu, Davis dan putri kecilnya akhirnya kembali ke tanah air. Celine kondisinya sudah mulai membaik setelah mendapatkan transplantasi sumsum tulang belakang untuknya.


Davis kembali masuk kantor seperti sebelumnya, para karyawan memberi hormat padanya ketika berpapasan di lobi depan kantor.


"Pagi Pak"


Hmm.


Hanya deheman itulah yang keluar dari mulutnya.


"Erik, bagaimana kondisi kantor selama saya tidak ada di tempat".


"Baik, Pak. Semuanya terkendali. Begitu juga dengan Yusuf" jelas Erik.


Davis mengarahkan pandangannya ke arah luar jendela, bayangan wajah Maryam tiba-tiba terlintas dibenaknya. Senyuman manisnya, tingkah lakunya, serta suara lembutnya selalu terngiang di pikiran CEO Playboy nan tampan rupawan.


"Hais, wanita itu terlalu mempesona" ucapnya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2