Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Kabar Baik dan Kabar Buruk


__ADS_3

Assalamu'alaikum para pembaca setia, terima kasih sudah meluangkan waktu mampir ke karya ku.


Mohon maaf kalau update nya kadang tidak tentu karena author disibukkan dengan kegiatan lainnya.


Selamat membaca....


▪️▪️▪️


POV dr. Dimas


dr. Dimas merupakan dokter bedah saraf yang tampan dan masih lajang berumur 29 tahun. Dimas adalah anak pertama dari direktur utama rumah sakit tempat Zahra dirawat.


Kedua orangtuanya yang juga berprofesi sebagai dokter. Ayahnya adalah dokter spesialis jantung Prof. Dr. Budi Santoso Sp.Jp dan ibunya dr. Anita Sp.A spesialis anak. Adik satu-satunya berprofesi sebagai seorang pilot bernama Denis.


▪️▪️▪️


Zahra telah dipindahkan ke ruang rawat inap VVIP, karena kondisinya mulai membaik, jemari tangannya mulai memberikan respon jika disentuh dan diajak bicara. Meskipun ia belum sadar sepenuhnya.


dr. Dimas masih terus memantau kondisi pasiennya. Kadang dia merasa kasihan melihat kondisi pasien nya yang belum menyadari jika telah kehilangan anaknya.


Terkadang juga dia mengagumi kecantikan Zahra yang begitu alami...


▪️▪️▪️


Orang tua Hasan yang masih berada di rumah Zahra dan Hasan memutuskan untuk mengunjungi menantu mereka Sarah.


Mobil telah memasuki pekarangan rumah Sarah, Sarah yang sedang menyapu halaman senang bukan kepalang melihat mertuanya datang berkunjung. Ya kali ini ibu Fatimah juga ikut serta.


" Assalamu'alaikum nak" sapa keduanya.


" Wa Alaikum salam pak bu" sambil menyalami mertuanya.


"Kok kamu nyapu halaman sendiri, nanti kamu kecapean" tanya ibu Fatimah.

__ADS_1


"Pusing Bu rebahan terus" jawab Sarah dengan sopan.


"Kamu tahu kan ini kehamilan kamu yang kesekian kalinya, jangan sampai kejadian dulu terulang kembali" jelas Fatimah tegas


"Iya Bu , maaf buat ibu khawatir" sahut Sarah.


"Ya sudah, sekarang kamu istirahat saja biar ibu masakin makanan kesukaan kamu" ucap Fatimah.


"Iya Bu" balas Sarah senang.


▪️▪️▪️


Mereka berempat makan malam bersama dengan hangatnya. Sarah tidak bisa menutupi kegembiraan diwajahnya.


Tiba-tiba wajahnya berubah panik karena merasakan ada sesuatu yang mengalir di kakinya.


"Astaghfirullah mas, a air ketuban ku pecah" ucap Sarah terbata-bata.


" Ya Allah bagaimana ini" ucap Hasan panik.


▪️▪️▪️


"Dok, bagaimana dok" tanya Hasan cemas.


"Istri bapak sudah mengeluarkan banyak air ketuban tapi belum ada pembukaan sama sekali, jadi kami memutuskan untuk melakukan tindakan operasi agar keduanya selamat" jelas dokter.


"Lakukan dok, lakukan secepatnya" pinta Hasan.


"Kalo begitu mari ikut saya untuk menandatangani persetujuan operasi" ajak dokter tersebut.


▪️▪️▪️


Hampir sejam lamanya Sarah di ruangan operasi dan akhirnya lahirlah seorang bayi manis berjenis kelamin perempuan.

__ADS_1


Seluruh keluarga merasa bersyukur dan bahagia kembali mendapatkan cucu dari Hasan.


"Alhamdulillah operasi berjalan lancar, bapak Hasan silahkan ikut ke ruangan bayi untuk mengadzani anak bapak" ucap salah satu perawat.


▪️▪️▪️


Di ruangan VVIP nampak seorang pasien menggerakkan jemarinya dan perlahan mulai membuka matanya.


Ariyani yang melihat kejadian itu menangis haru dan beranjak memanggil dokter untuk melihat kondisi anaknya.


dr. Dimas datang bersama beberapa dokter Koas, mereka mengecek tanda vital Zahra.


"Ibu Zahra, Anda bisa melihat kami dengan jelas" tanya Dimas lembut.


Zahra mengangguk sambil memegang kepalanya yang dirasakannya nyeri.


"Mama, Zahra kenapa mah. kok bisa di rumah sakit" tanya Zahra bingung.


Tiba-tiba pintu kamar inap Zahra terbuka muncul sosok pria yang tak lain adalah Hasan suami Zahra yang segera datang mendengar kabar tentang istrinya.


Mata keduanya bertemu, mata Hasan nampak berkaca-kaca. Sementara Zahra memasang ekspresi datar.


" Alhamdulillah Ya Allah, terima kasih Engkau mengabulkan doa hamba" ucap Hasan bahagia.


Hasan mencoba memeluk istrinya, tapi reaksi Zahra diluar dugaan. Zahra menghindari pelukan suaminya.


"Maaf anda siapa, kita bukan muhrim kenapa main peluk segala" ucap Zahra ketus.


Duar.....


Bagai petir di siang bolong semua terkejut mendengar perkataan Zahra.


Baru saja Hasan mendapatkan kabar baik tentang istrinya tapi sekarang mendapati kenyataan pahit ini.

__ADS_1


"Dokter, istri saya kenapa dok" tanya Hasan panik.


Bersambung......


__ADS_2