
▪️▪️▪️
"Apa kabar kamu Den" tanya Zahra.
"Alhamdulillah mbak, sehat wal Afiat dan tetap ganteng" jawabnya percaya diri.
"Idih" sela Dimas jijik.
"Selamat ya Bang, Mbak kalian segera diberi momongan lagi" ucapnya mulai serius.
"Alhamdulillah, Makasih. Terus kamu kapan" tanya Dimas.
"Eits... Kapan apanya nih. Nikah aja belom udah nanya momongan" jawabnya bingung.
"Ya dua-duanya. Kapan kamu mengakhiri masa jomblo lapuk kamu itu" ledek Dimas.
"Waduh. Ini namanya pencemaran nama baik, masa orang ganteng macho gini dikatain lapuk"
"Hahaha.... Nahla tertawa terpingkal-pingkal. Uncle dimakan rayap ya, sampai bisa lapuk" sambung Nahla.
Zahra dan Dimas saling berpandangan dan tertawa mendengar celotehan Nahla.
"Wah emang keluarga ini jagonya godain Denis, ya".
"Nahla sayang Uncle mu lapuk bukan karena dimakan rayap, tapi karena terlalu lama kena angin di pesawat" jelas Dimas terkekeh.
"Ya...Terserah kalian lah"
Denis mengakhiri perdebatan itu dengan cara mengalah. Karena dia ingin membicarakan maksud dan tujuannya datang ke rumah mereka.
"Mbak, bisa minta tolong gak" ucap Denis sopan.
__ADS_1
"Soal apa. Kalo Mbak bisa Insya Allah mbak tolongin"
"Mbak, Denis mau ta'aruf sama Salsa. Apa boleh. Apa Salsa belum punya calon".
Hahaha....
Tawa Dimas begitu lepas mendengar perkataan adiknya itu, Ia tak menyangka Denis bakalan jatuh hati pada sahabat istrinya itu.
"Salsa... Salsabila sahabat Mbak itu maksud kamu" tanya Zahra masih ragu.
"Iya Mbak. Gimana menurut Mbak"
"Setahu Mbak, Salsa masih sendiri. Tapi bukan nya dulu ogah-ogahan sama dia, katanya pecicilan lah. Sekarang kena batunya deh" goda Zahra.
Hehehe...
"Dari dulu juga suka, cuman dulu belum siap. Lagian Salsa bilangnya aku playboy. Jadi takut buat deketin dia" jelas Denis.
"Ya Allah, kalian berdua emang pada salah paham ya. Salsa juga dari awal udah ada rasa sama kamu, cuman dulu dia pikirnya kamu deketin Mbak. Makanya dia bete dan menghindar"
"Niat baik harus segera dikerjakan" sambung Dimas.
"Iya Bang"
"Mbak, bantuin juga ya ngomong sama Salsa. Kalo dia setuju, Minggu depan aku mo khitbah dia"
"Astaghfirullah" ucap Dimas kaget mendengar adiknya akan melamar Salsa secepat itu.
"Kenapa Bang"
"Gak kenapa, Kaget aja tadi. Kamu gercep ya" ucap Dimas.
__ADS_1
"Alhamdulillah... Nanti Mbak bantu ngomong"
Disaat mereka asik ngobrol, Nahla sudah tertidur dipangkuan Ummi nya. Zahra pamit ke atas untuk membawa anaknya tidur di kamar.
Kedua kakak beradik itu melanjutkan obrolan mereka.
▪️▪️▪️
Dua sahabat tengah duduk di teras rumah yang memiliki halaman yang begitu asri.
"Sa, gimana kabarnya hatimu. Apa sudah menemukan yang cocok untuk jadi imam"
"Belum Ra, Aku masih ragu banyak anak temen mama papa yang coba dikenalin ke aku. Tapi belum ada yang cocok. Padahal aku udah istikharah" jelas Salsa
"Kalo kamu mau, ada seseorang yang mau ta'aruf an sama kamu,Sa"
"Hah... Siapa. Beneran nih" tanya Salsa gak percaya.
"Bener. Kamu kenal kok orangnya"
"What... Siapa Ra, jangan bikin penasaran deh"
"Adik ipar aku, Denis. Semalam dia mengutarakan niatnya pada kami. Dia minta ditanyakan langsung ke kamu, bersedia tidak kalo dia datang untuk mengkhitbah" jelas Zahra.
"???".
▪️▪️▪️
*Be**rsambung*....
Jangan lupa dukungannya.
__ADS_1
Like, comments, rate and vote ya....
Terima kasih...