
Hai hai pembaca setiaku author kembali lagi nih, jika suka sama ceritanya mohon dukungannya ya.
***Like 👍
comments 💬
Rate 5 bintang ya ⭐⭐⭐⭐⭐
Vote 🥇
Terima kasih.
▪️▪️▪️***
Sebulan berlalu semenjak Maryam lahir ke dunia ini, dan hari ini adalah acara tasyakuran aqiqah bayi cantik itu.
Bima Arya sekeluarga sudah tiba dikediaman Hasan dan Sarah tak terkecuali Zahra.
"Assalamu'alaikum" ucap mereka bersamaan.
"Wa Alaikum salam mah pah. Mari masuk" ucap Hasan
Sejak kapan mama sama papa punya anak angkat pikir Zahra dalam hati.
"Zahra bagaimana kabarnya dek" tanya Hasan
"Baik Ustadz. Alhamdulillah" jawabnya singkat
Hasan membuang nafas kasar, ia kurang nyaman dengan panggilan Zahra seolah-olah mereka orang asing.
"Sarah sama Maryam mana" tanya Aisyah
"Masih di kamar mba, mo lihat Maryam ke kamar aja" ucap Hasan.
Hasan membawa Zahra dan Aisyah ke kamar.
Tok.. tok.. tok..
__ADS_1
"Sayang, ada Zahra sama mba Aisyah" ucap Hasan dari balik pintu kamar.
"Masuk aja, gak di kunci, Maryam masih nyusu" sahut Sarah
"Gimana kabarnya Sar" tanya Aisyah
"Alhamdulillah mba semuanya baik, kurang tidur aja. Fais mana"
"Dibawah sama ayahnya"
"Kalo Zahra apa kabar" tanya Sarah.
"Alhamdulillah mba baik, mba boleh gak Zahra gendong Maryam sebentar"
"Boleh dong dek"
Zahra dengan hati-hati menggendong Maryam ada perasaan yang aneh dihatinya. Seperti sedang merindukan sesuatu tapi entah apa Zahra bingung sendiri dengan perasaannya.
"Anak soleha kesayangan umi dan Abi ini tidur terus ya" ucap Zahra
"Dek, gimana kepala kamu apa masih sering sakit" tanya Sarah.
kecapean baru berasa sakitnya"
Pintu kamar terbuka Hasan mengajak mereka turun karena acara tasyakuran akan segera dimulai.
▪️▪️▪️
Acara tasyakuran pun selesai keluarga Bima Arya pamit pulang.
Sarah menghampiri Zahra dan memeluknya erat.
"Jaga diri kamu ya dek, semoga kita bisa seperti dulu lagi" ucapnya sambil menahan air mata.
"Iya mba"
Disepanjang perjalanan pulang Zahra terus melamun, pikirannya berkecamuk dengan perkataan Sarah tadi. Perasaan akrab yang tidak bisa dia mengerti.
__ADS_1
"Ada apa dengan dulu, kenapa mba Sarah berharap kembali seperti dulu" gumamnya dalam hati.
▪️▪️▪️
Setelah selesai shalat isya, Zahra menghabiskan waktunya di halaman depan rumahnya. Tiba-tiba dari arah belakang muncul sosok wanita berjilbab.
"Dor" ucapnya lantang
"Astaghfirullah" Zahra kaget bukan kepalang
"Hai malam-malam melamun" ucap salsa menggoda.
"Salsa..... Aku kangen tau. Liburan kok lama banget. Mana gak ngajak-ngajak lagi" ucap Zahra sambil memeluk erat sahabatnya.
"Aku juga kangen tau, kamu kan yang di ajak gak mau" ucap salsa berbohong.
Bagaimana mo ngajak kamu, kamu kan kemarin lagi sibuk ngurusin Al. Begitu balas salsa dalam hatinya. Salsa memandang wajah sahabatnya dengan iba.
"Jadi apa rencana kamu selanjutnya" tanya salsa penasaran
"Aku mo lanjutin S2 tapi dilarang papa, jadi mo buat butik aja bareng mama. Biar gak bosen di rumah"
"Wuih, bagus juga tuh aku dukung 1000 %" canda salsa.
"Kamu gimana" tanya Zahra
"Mo lanjut kuliah, otak gak mampu. Mo nikah aja deh"
"Nikah sama siapa coba. Emang udah punya calonnya" goda Zahra
"Lagi buka pendaftaran untuk ta'aruf" jawab Sarah asal.
Keduanya tertawa bersama, menghabiskan waktu bersama.
Semenjak Zahra menikah ini kali pertama mereka bersenda gurau lagi.
Salsa menginap di rumah Zahra.
__ADS_1
Bersambung...