Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Pertemuan Keluarga


__ADS_3

Bima Arya memutuskan untuk menerima dan merestui niatan ustadz Hasan untuk mengkhitbah putri bungsunya.Tapi dengan beberapa persyaratan.


"Fahri, besok undang Hasan sekeluarga untuk silaturahmi ke rumah. Papa mo bicara soal pernikahan mereka"


"Iya pah".


▪️▪️▪️


Hasan mendengar kabar dari sahabatnya perihal undangan pak Bima untuk silaturahmi dan membahas masalah khitbah. Hasan dan Sarah sangat gugup, khawatir, ketakutan Sarah jika om Bima tidak mengijinkan Zahra menikah dengan suaminya.


"Mas, aku ajak Abi yah untuk mewakili orang tua. Ayah sama ibu kamu kan di luar kota jadi belum bisa ikut besok".


"Iya sayang Abi kan juga orang tua aku"


Malam dirasa kian panjang jam menunjukkan pukul 2.30 dini hari Hasan tidak dapat memejamkan matanya.


Dibasuhnya anggota tubuh dengan kucuran air wudhu, Hasan memutuskan menenangkan pikiran dengan melaksanakan tahajud.


Dipanjatkan do'a agar diberikan jalan yang terbaik menurut Illahi Rabbi.


Selesai shalat, dilipatnya sajadah, dan kembali beranjak ke tempat tidur. Sarah tidur dengan lelapnya, diletakkan tangannya di pinggang sang istri dan mencoba ikut tidur, dengkuran halus mulai terdengar, Hasan menyusul ke alam mimpi.


Subuh menjelang.


"Mas, bangun. udah jam 5 lo, tumben mas belum bangun. biasanya aku juga yang dibangunin".


"Hoam... Astaghfirullah mas telat ya ke masjid untuk jama'ah." terlonjak kaget.


"Iya".


Selesai shalat subuh, Hasan lanjut membaca ayat suci Al-Qur'an. Sementara Sarah membantu bi Minah di dapur.


"Mas, sarapan yuk".


"Iya" sambil menuruni anak tangga.


"Tumben sarapannya komplit kayak makan siang," timpal Hasan.


"Lagi pengen aja, mudah-mudahan ada kabar baik hari ini"

__ADS_1


▪️▪️▪️


Zahra baru saja bangun dari tidurnya, dan memijat pelipisnya. Masih ada sedikit rasa pusing, badannya juga terasa pegal akibat kedatangan tamu bulanan.


"Ya Allah udah pagi rupanya,".


Tok.. tok.. tok..


"Mama masuk ya sayang,"


"Iya mah"


"Mama kok gak bangunin Zahra sih"


"Kamu kan semalam demam, jadi mama biarin istirahat, toh kamu juga lg libur shalat kan."


"Iya mah"


"Ayo sarapan, mama bawain bubur ayam kesukaan kamu lo".


"makasih mah".


"Nanti sore ustadz Hasan dan keluarga diundang papa ke rumah".


▪️▪️▪️


Pukul 3 sore Zahra bergegas mandi badannya rasanya lengket.karena semalaman demam. Zahra bingung mau pakai gamis yang mana, akhirnya pilihannya jatuh pada gamis hitam polos disempurnakan dengan hijab warna peach.


Tok.. tok.. tok..


"Assalamu'alaikum".


"Wa Alaikum salam, mari tuan nyonya silahkan masuk", bi Rahma menyambut kedatangan mereka.


"Siapa bi", tanya Ariyani.


"Ini nya, keluarga ustadz Hasan"


"Assalamu'alaikum Bu" sapa mereka sekeluarga.

__ADS_1


"Wa Alaikum salam wr. wb. mari silahkan duduk" Ariyani tersenyum


"Bi, tolong panggilkan pak Bima sama yang lainnya ya" titah Ariyani


"Iya Bu"


Tak berselang lama mereka satu persatu turun kecuali Zahra.


"Terima kasih karena sudah memenuhi undangan saya, maaf kalo mendadak" Sapa Bima.


"Kami yang berterima kasih karena bapak ibu sekeluarga telah mengundang kami bersilaturahmi, perkenalkan saya orang tua nak Sarah sebagai wakil dari keluarga nak Hasan yang belum berkenan hadir karena posisi mereka yang memang tinggal di luar kota" , jelas pak Hamid.


"Tidak masalah pak, toh itu karena kita yang mendadak meminta pertemuan ini"


Hasan dan Sarah setia mendengarkan percakapan itu, ada rasa kekhawatiran di wajah mereka.


"Begini pak, saya dengar kalo anak-anak bapak berencana untuk mengkhitbah anak saya Zahra?" tanya Bima.


Ariyani, Fahri dan Aisyah tak kalah gugupnya, kira-kira apa yang akan dikatakan papa mereka.


"Mohon maaf pak, karena anak-anak saya sudah lancang mengutarakan niatan mereka. Tapi saya yakin mereka memiliki pertimbangan sendiri sehingga memilih jalan ini", jelas pak Hamid


"Awalnya juga saya kaget, mau taruh dimana muka saya, pasti anak saya akan menjadi bahan gunjingan karena jadi istri kedua. Tapi setelah saya pikir-pikir didalam Islam pun tidak melarang poligami. Tapi saya punya beberapa syarat untuk nak Hasan sekeluarga".


"Syarat apa pak Insya Allah akan kami sanggupi, selagi tidak melanggar perintah Allah".


"Saya menginginkan penjelasan di depan media, kalo pernikahan ini adalah benar karena niatan nak Sarah yang menginginkan Zahra menjadi istri nak Hasan."


Sarah menjawab dengan yakinnya kalau dia bersedia melakukannya.


"Saya bersedia pak".


"maafkan saya karena sudah menyinggung perasaan kalian sekeluarga".


Pertemuan mereka pun diakhiri.


Dua minggu lagi proses lamaran diadakan, kemudian 2 minggu setelahnya akan diadakan akad nikah dan resepsi.


***Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih udah mampir.


mohon dukungannya ya***...


__ADS_2