Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Ibarat Pakaian


__ADS_3

POV Yusuf


Selepas membersihkan diri Yusuf termenung memandang gelapnya langit malam. Hatinya begitu terpukul mengetahui tentang kenyataan bahwa dirinya mandul.


"Ya Allah... apa yang harus hamba perbuat. Apakah Maryam bisa menerima kekurangan ku".


"Apakah aku harus merelakan Maryam bahagia dengan cara berpisah denganku".


Yusuf nampak begitu frustasi, rumah tangganya berada diujung tanduk. Ia takut akan kehilangan istri yang dicintainya.


▪️▪️▪️


"Mas, udah selesai mandinya" tanya Maryam.


"Sudah dek" jawab Yusuf lesu.


"Mas kenapa, kok tadi bengong" tanya Maryam penasaran.


"Dek, maafkan sikap mas tadi. Mas merasa malu dengan keadaan mas sekarang".


"Ya Allah mas. Kenapa mas malu, itu hanya diagnosis dokter. Keputusan terakhir ada ditangan Allah SWT" tutur Maryam.


"Apa kamu bisa menerima keadaan mas. Kamu tidak berniat pisahkan" tanya Yusuf gugup.


"Astaghfirullah. Mas kok ngomongnya gitu. Maryam Insya Allah akan tetap setia mendampingi mas Yusuf. Apapun kondisinya. Bukankah mas juga akan melakukan hal yang sama jika berada diposisi ku?".


"Beruntungnya aku bisa memiliki istri seperti dirimu, Dek. Alhamdulillah terima kasih Ya Allah".


"Menikah itu bukan hanya sekedar saling mencintai, tetapi saling melengkapi dan saling membutuhkan satu sama lain. Layaknya sebuah pakaian yang digunakan pemiliknya untuk menutupi aurat. Begitu juga dengan kita mas, kita akan saling membutuhkan untuk menutupi aib masing-masing dalam menjaga kehormatan diri" ujar Maryam.

__ADS_1


Yusuf terisak dipeluk kan Maryam, Ia tak menyangka istrinya begitu bijaksana dalam menanggapi masalah tersebut.


"Terima kasih sayang, Semoga kita bisa memperoleh keturunan kelak. Tidak di dunia, tapi Insya Allah di akhirat".


"Aamiin... Kita harus semangat mas, tidak ada yang tidak mungkin jika Allah telah berkehendak. Kita harus tetap ikhtiar".


"Ya sudah, sebaiknya kita istirahat. Sudah larut" tutur Yusuf.


▪️▪️▪️


Nahla yang mendapat kabar tentang sahabatnya itu prihatin dan ikut sedih. Nahla berusaha menguatkan dan memberi dukungannya pada Maryam.


"Yakin dan percaya dengan rencana yang telah disiapkan Allah SWT. Kamu pasti bisa melewatinya" ucap Nahla sambil menggenggam tangan Maryam.


Keduanya bertemu dan berbincang di salah satu kafe dekat rumah sakit tempat Nahla bekerja.


"Insya Allah. Terima kasih do'anya" jawab Maryam.


"Terus kapan giliran kamu nikah, udah sok-sokan ceramahi aku soal rumah tangga eh dianya malah jomblo akut" goda Maryam.


"Jodoh itu sudah ada yang ngatur, aku tinggal tunggu jodohku datang nyamperin dan membawa kabur diri ku" jawab Nahla ngakak.


"Kabur... Emang maling pake acara kabur".


"Hahaha... Maling hati" jawab Nahla lagi.


"Dokter Soni lumayan tuh. Baik dan tampan juga" goda Maryam.


"Hah... Soni. Dia itu junior ku" jawab Nahla

__ADS_1


"Terus kenapa dengan junior, toh kalo udah nikah jadi imam".


"Hatiku masih lempeng kalo liat dia" jawab Nahla sekenanya.


"Astaghfirullah... Atau kamu mau cari Ustadz tampan kayak Ummi kamu" tanya Maryam menggoda.


"Aduh Ya Allah... Aku belum siap di poligami, kalo nikah sama Ustadz" jawab Maryam.


"Awas lo kemakan omongan sendiri. Oh iya, ustadz tampan itu Abi aku tahu" sahut Maryam lagi.


"Heh, Abi kamu itu suami Ummi aku tahu" jawab Nahla.


Mereka tertawa bersama, Maryam akhirnya bisa sedikit melupakan permasalahan rumah tangganya.


Tanpa diduga tenyata ada sosok yang mendengar pembicaraan kedua sahabat itu.


Ia terus tersenyum menanggapi celotehan mereka.


▪️▪️▪️


*Bersambung...


Kira-kira siapa ya sosok tersebut...


Nantikan kelanjutannya...


Terima kasih.


Note:

__ADS_1


"Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa." (QS. Asy Syura: 49-50).


__ADS_2