Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Beri Waktu


__ADS_3

POV Hasan


Hasan bershalawat untuk menidurkan putri kecilnya tapi pikirannya melayang entah kemana. Ia terus memikirkan mantan istrinya yang sedang didekati pria lain.


Apa benar dia sudah tidak memiliki kesempatan untuk kembali bersama lagi.


"Tidak adakah sedikit cinta yang tersisa di hatimu Khumaira ku" gumam Hasan.


▪️▪️▪️


Setelah kunjungan Dimas waktu itu, Dimas terlihat lebih berusaha menunjukkan niat tulus hatinya untuk mendekati janda dari ustadz Hasan itu.


Ini terlihat disaat Zahra akan melakukan kontrol rutin kesehatan di rumah sakit.


Hal ini membuat dr. Siska semakin terbakar api cemburu. Dokter muda itu memendam rasa terhadap dr. Hasan dan ingin menjadi nyonya Hasan, menantu pemilik rumah sakit tempatnya bekerja.


"Hah cewek ini lagi, suka sekali mencuri perhatian dokter. Apa juga lebihnya dia, lekukan tubuhnya saja tidak kelihatan. Bisa-bisanya dokter begitu memperhatikannya" batin dr. Siska.


"dr. Siska, kenapa anda melamun. Ini masih ada pasien satu lagi, kalo dokter tidak bersikap profesional saya ganti dengan dokter yang lainnya yang lebih berkompeten" ujar Dimas ketus.


"Maaf dok, saya salah. Saya janji tidak akan mengulanginya lagi" balas Siska pada dokter Dimas.


"Maaf kan saya ibu Zahra" ucap dr. Siska terpaksa.


Skip


Dimas berniat mengantarkan Zahra pulang seperti yang pernah dilakukannya dahulu berhubung pekerjaannya juga sudah selesai.


"Zahra mari saya antar, kebetulan jadwal saya juga sudah selesai rumah kita juga searah" bujuk Dimas penuh harap.

__ADS_1


"Saya gak bisa dok kalo hanya berdua"


"Tenang saja ada mama saya kok" jelas Dimas.


"Terima kasih sebelumnya dok"


"Yuk langsung ke parkiran, mama sudah nunggu".


Dokter Siska yang mendengar itu menjadi geram, Ia merasa Zahra tidak pantas dengan dokter Dimas yang super tampan dan tajir. Siska tidak tau saja kalo ternyata Zahra adalah anak konglomerat di kota P.


"Aku akan buat perhitungan dengannya" batin Siska.


▪️▪️▪️


"Pantesan lama, bareng nak Zahra rupanya" goda mama Anita.


"Ah mama bisa aja" balas Dimas


"Gak masalah nak, mama becanda kok" ucap mama Anita.


"Bagaimana kabarnya dok" tanya Zahra.


"Alhamdulillah baik, bagaimana dengan kamu nak" tanya mama Anita.


"Alhamdulillah dok"


Suasana tiba-tiba hening sesaat, Hasan mencoba mencari cara untuk membicarakan niatannya untuk ta'aruf.


"Maaf sebelumnya Ra kalo saya lancang. Masa Iddah kamu kan sudah hampir selesai apa boleh saya mengenal kamu lebih jauh lagi, saya menginginkan kamu menjadi istri saya" ucap Dimas gugup

__ADS_1


"Uhuk... uhuk..." Zahra kaget mendengar pengakuan Dimas.


"Astaghfirullah nak, kok kaget gitu. Kamu gak suka ya sama anak mama" tanya mama Anita.


"Ah bukannya begitu dok, tapi saya belum lama bercerai status saya janda, sementara dokter Dimas masih single saya merasa kurang pantas menjadi istrinya"


"Kok kamu berpikiran seperti itu. Janda, perawan,duda, perjaka itu hanya status. Rasulullah saja menikah dengan janda shalihah seperti Khadijah" ucap mama Anita.


"Iya Ra, saya serius"


"Ah kalo begitu beri waktu sebulan untuk saya berpikir dok" pinta Zahra


"Baiklah saya akan menunggumu".


Bersambung.....


▪️▪️▪️


Terima kasih ya masih setia dengan cerita ini.


Mohon dukungannya ya.


like 👍


comments 💬


rate ⭐⭐⭐⭐⭐


vote 🥇

__ADS_1


Dukungan kalian sangat berarti buat author.


Terima kasih


__ADS_2