Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Pisah Rumah


__ADS_3

Selamat membaca...


▪️▪️▪️


Tiba hari dimana Zahra dan anaknya pindah ke rumah baru, rumah mereka hanya berbeda blok saja agar Hasan lebih mudah mengontrol dan menjaga keduanya.


Sarah sedih karena harus berpisah rumah dengan Zahra dengan anaknya.


"Dek, tinggal disini aja ya. Biar rumah rame". ucap Sarah


"Maafin Zahra mba, tapi seperti yang dikatakan mas Hasan dan orang tua kita lebih baik kalo tidak tinggal satu atap".


Sarah termenung. Zahra menggenggam erat tangan sarah.


"Nanti Zahra sering main kesini deh mba atau mba Sarah bisa ke rumah kalo kangen kita"


▪️▪️▪️


Semua sibuk di rumah baru Zahra, mengatur perabotan dan menyiapkan perlengkapan untuk aqiqah esok harinya. Malam ini Sarah ikut nginap di rumah.


▪️▪️▪️


"Assalamu'alaikum anak Abi, tidur terus sih" Hasan menggendong Al sambil membawanya ke halaman depan untuk dijemur biar tidak kuning bayi nya.


Dari arah dalam Bu Fatimah datang menghampiri anak dan cucu kesayangannya.


"Iya lah nak tidur terus, baru mo seminggu Al nya".


"Iya bu, Hasan gak sabar liat Al tumbuh besar".


"Al nya biar ibu yang urus, kamu siap-siap sana. Udah jam 8, acara aqiqahnya mulai pukul 10" titah Fatimah.


Hasan bergegas ke kamarnya untuk menyiapkan diri dan membantu Zahra bersiap.


▪️


▪️

__ADS_1


▪️


skip


Acara aqiqahan sudah selesai digelar sebelum Dzuhur. Al tengah tertidur di kamar setelah sebelumnya minum ASI.


"Sayang gimana luka SC nya", tanya Hasan


"Alhamdulillah sudah mengering, cuman kalo menurut bersin sakit".


"Sabar ya sayang. Mas masih gak nyangka, mas sekarang udah jadi Abi" ucap Hasan bahagia.


"Alhamdulillah mas, kita dikasih kepercayaan untuk jadi orang tua".


Tok tok tok.


Sarah sedang berdiri didepan pintu kamar Zahra hendak pamit pulang.


"Mas, dek. ini Sarah. aku mo pamit pulang dulu ya" ucap Sarah.


"Kok cepat sekali baliknya mba"


"Mba kurang enak badan, pengen istirahat dulu" jawab Sarah.


"Mas anterin yuk,"ucap Hasan


Hasan mengantarkan Sarah kerumah mereka.


"Kamu kenapa sayang, kok badan kamu sedikit panas" tanya Hasan


"Gak tau mas, kecapean mungkin".


Akhirnya Hasan tidak jadi kembali ke rumah baru Zahra, karena ia sibuk merawat Sarah yang kurang enak badan.


▪️▪️▪️


Sampai keesokan harinya suhu badan Sarah tak kunjung turun meski sudah minum obat. Hasan memutuskan membawanya ke rumah sakit.

__ADS_1


"Bagaimana dok, hasilnya" tanya Hasan.


"Hasil tes darah tidak menunjukkan sesuatu yang serius, tapi..."


"Tapi apa dok" sela Sarah khawatir.


"Tapi hasil tes urine menyatakan ibu Sarah hamil".


"Masya Allah, Alhamdulillah. sayang kamu hamil" ucap Hasan bahagia.


Hiks... hiks... hiks...


Sarah menangis haru akhirnya ia bisa hamil lagi. Mudah-mudahan kali ini tidak keguguran lagi.


"Alhamdulillah ya Allah, Terima kasih atas nikmat yang Kau berikan" ucap Sarah.


"Ibu Sarah harus selalu konsumsi ini agar kandungan nya kuat, jangan terlalu lelah akibatnya bisa seperti ini, badan ibu akan panas," jelas dokter.


"Iya dok, terima kasih kami pamit dulu" ucap mereka berdua.


Akhirnya Sarah benar-benar harus istirahat total dan Hasan memutuskan untuk memindahkan kamar mereka di bekas kamar ia dan Zahra dahulu.


***Bersambung.....


Maaf lama updatenya...


Author ada acara keluarga 😁.


Terima kasih yang selalu setia menunggu...


Ceritanya semakin menarik dengan kehamilan Sarah dan kejadian yang tidak terduga selanjutnya.


Episode selanjutnya menegangkan.


Ditunggu ya....


🙏🙏🙏***

__ADS_1


__ADS_2