
Usia kandungan Sarah kini memasuki trimester 3 tepatnya sudah mencapai 8 bulan. Dengan izin Allah sebulan lagi Ustadz Hasan akan menimang anak keduanya.
"Dek, temani mbak beli persiapan Dede bayi dong" ajak Sarah pada Zahra melalui sambungan telepon.
"Ok mba, Zahra siap sedia"ucapnya.
"Nanti mas Hasan bakalan anterin kita, terus lanjut ke kampus" jelas Sarah.
"Iya mba, aku juga mo bawa Al beliin dia pakaian udah pada sempit semua" timpal Zahra.
"Ok. Sejam lagi kita jemput ya dek. Assalamu'alaikum". Ucap Sarah mengakhiri panggilan telepon nya.
"Wa Alaikum salam" balas Zahra.
▪️▪️▪️
Disalah satu Mall ternama mereka memutuskan untuk berbelanja perlengkapan bayi. Keranjang belanjaan sudah penuh sesak, sesekali Sarah memegang pinggangnya karena pegal.
"Kita istirahat dulu mbak" ajak zahra.
"Iya dek, mbak juga haus. Kita kesitu aja" Sarah menunjuk kearah kafe di mall tersebut.
Drttt...
Ponsel Zahra bergetar, Ustadz tampan ku memanggil. Itu yang muncul dilayar ponselnya.
"Iya mas Assalamu'alaikum" ucap Zahra.
"Wa Alaikum salam, lagi dimana masih belanja apa udah kelar?" tanya Hasan.
"Masih di mall mas, lagi istirahat di cafe. Udah mo pulang kok" jawab Zahra.
"Iya hati-hati ya kalian, jangan kecapean. Mas mo ngajar lagi. Assalamu'alaikum" ucap Hasan.
"Wa Alaikum salam".
▪️▪️▪️
__ADS_1
Mereka sudah berada dalam mobil yang dikemudikan oleh supir Zahra. Mobil menuju rumah Sarah terlebih dahulu.
"Makasih dek, udah dianterin. Hati-hati ya pulang nya hujannya deras Lo". jelas Sarah.
"Iya mbak. Do'akan kita selamat sampai tujuan ya" ucap Zahra.
Deg...
Tiba-tiba hati Sarah menjadi gelisah.
"Iya dek".
▪️▪️▪️
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, jalanan tampak sunyi hanya beberapa kendaraan yang melintas. Tiba-tiba dari arah berlawanan muncul mobil truk dengan kecepatan tinggi,jalanan yang licin membuat truk tersebut oleng hingga masuk jalur sebelahnya.
Brakkk....
Bunyi sangat keras akibat benturan dari kedua mobil yang adu banteng.
"Allahu Akbar, Al" teriak wanita yang ada dalam mobil tersebut.
▪️▪️▪️
Gelas digenggaman Ariyani tiba-tiba jatuh.
"Astaghfirullah, kenapa ini. Perasaan ku kok gak enak gini"
"Kenapa ma, kok gelasnya bisa pecah. mama gak kenapa-napa kan?" tanya Bima Arya sang suami.
"Gak tau pa, perasaan mama jadi gak enak gini" jelas Ariyani.
▪️▪️▪️
Drttt.. Drttt...
"Assalamu'alaikum" sapa Hasan dengan nomor yang tidak dikenal.
__ADS_1
"Wa Alaikum salam. Apa benar ini dengan pak Hasan?" tanya seseorang dari seberang telepon.
"Iya pak saya sendiri. Ada yang bisa saya bantu" jawab Hasan dengan ramah.
"Kami dari kepolisian memberitahukan kepada bapak, bahwa ibu Zahra Khumaira dan seorang anak bayi bersama supirnya mengalami lakalantas dijalan X" jelas petugas kepolisian.
"Innalilahi wa innailaihi Raji'un. Zahra, Al. ba...gai...mana keadaan mereka pak" tanya Hasan dengan mulut yang bergetar.
"Mereka sudah dibawa ke rumah sakit A, ketiganya mengalami luka serius. Bapak bisa secepatnya datang" ucap bapak polisi.
"Baik pak, saya segera kesana" jawab Hasan.
Bruk...
Hasan tak kuat lagi menahan badannya sendiri Ia terjatuh ke lantai, tulang-tulang di badannya seakan-akan hilang.
"Ya Allah... Selamatkan mereka Ya Allah" ucapa Hasan dalam hati.
▪️▪️▪️
Hasan tiba di rumah sakit dengan perasaan yang tidak bisa digambarkan.
"Permisi sus, pasien lakalantas atas nama Zahra Khumaira dan yang lainnya dimana" tanya Hasan pada suster di ruangan Resepsionis.
"Mereka masih di IGD pak, masih diberikan pertolongan" jelas suster itu.
Hasan berlari kearah ruangan IGD tersebut dengan sekuat tenaga.
Kret...
dibukanya pintu ruangan tersebut.
"Dokter, bagaimana keadaan istri dan anak saya dok. supirnya juga bagaimana" tanya Hasan cemas
"Maaf pak" dokter berhenti bicara sesaat.
▪️▪️▪️
__ADS_1
Bersambung...