Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Bukan Istri Kedua, Bagian 8


__ADS_3

Hampir sebulan lamanya Maryam bisa bernafas lega karena tidak mendapatkan perhatian khusus dari bos suaminya itu.


Tidak ada lagi chat masuk dan paket-paket yang datang bertubi-tubi.


Maryam berpikir kalau Davis akhirnya bosan dengan keisengannya selama ini seperti kata Nahla.


"Alhamdulillah, hidup ku bisa tenang lagi" ucap Maryam.


Yusuf yang semakin sibuk juga jarang memiliki waktu untuk bercerita tentang kejadian di kantor.


Kesibukan Yusuf berdampak pada kurangnya waktu keduanya untuk bermesraan dan melakukan usaha untuk promil.


"Mas lagi sibuk ya, lembur terus" tanya Maryam.


"Iya sayang, makanya mas selalu pulang larut malam. Maaf ya" jelas Yusuf.


"Jangan terlalu diforsir, kesehatan lebih penting" ucap Maryam penuh perhatian.


"Iya sayang, mas tahu. Tapi di kantor emang super sibuk. Soalnya pak Davis lagi ke luar negeri" jelas Yusuf.


"Luar negeri?".


"Iya, Sudah dua minggu lebih. Beliau lagi sibuk mengurus pengobatan anaknya".


"Anaknya sakit..." tanya Maryam penasaran.


"Iya, sakit. Celine mengidap Leukemia" ucap Yusuf.


"Ya Allah. Kasihan gadis kecil itu" ujar Maryam iba.


"Begitu lah hidup sayang. Semua memiliki cobaan yang berbeda".


"Oh ya mas, kapan kita bisa cek ke dokter lagi" tanya Maryam hati-hati.


"..."


"Sudah sebulan kita gak kontrol" ucap Maryam lagi.

__ADS_1


"Tapi mas sibuk sayang".


"Tapi kita juga kan harus tetap ikhtiar" ujar Maryam.


"Iya mas tahu, tapi mas masih sibuk. Mas harap kamu ngerti" ucap Yusuf dengan nada sedikit meninggi.


"Maafin Maryam, Maryam yang kurang pengertian" jawab Maryam sedikit kecewa.


Yusuf berlalu ke kamar mandi untuk bersih-bersih selepas lembur di kantor. Sekaligus mendinginkan hatinya yang sedikit panas.


Maryam akhirnya berbaring di kasur dengan memeluk bantal guling. Rasanya ingin menumpahkan semua lara di hatinya.


▪️▪️▪️


Meskipun masih dalam suasana perang dingin, Maryam tetap mempersiapkan segala kebutuhan suaminya. Mulai dari pakaian sampai sarapannya.


Sarapan hari ini sedikit berbeda, keduanya menyantap makanannya dengan diam.


Yusuf berpamitan pada istrinya untuk ke kantor.


"Iya, makasih"


"Assalamu'alaikum" ucap Yusuf.


"Wa Alaikum Salam" jawab Maryam.


Maryam juga bersiap ke pesantren untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang guru.


Tiba di pintu gerbang pesantren, Maryam di kejutkan dengan sebuah mobil yang terparkir tepat di sisi gerbang.


Tiiit... Tiiit...


Suara klakson mobil itu yang mengejutkan Maryam.


Dari balik kaca jendela muncul sosok yang sangat Maryam hindari. Siapa lagi kalau bukan Davis Yonathan.


"Maryam" teriak Davis.

__ADS_1


Maryam menghembuskan nafas kasar dan mengepalkan tangannya.


"Bapak ada perlu apa kemari" tanya Maryam to the point.


"Saya hanya ingin melihat wajahmu, sudah lama rasanya tidak memandang wajah teduh ini" ucap Davis.


"Sebaiknya bapak segera pulang, karena saya ada jam mengajar".


"Baiklah saya juga sudah melepaskan rindu ini, saya akan pergi ke KL lagi"


"..."


"Sampai jumpa Maryam, jaga diri baik-baik" ucapnya tak tahu malu.


Maryam masih tak percaya, Davis pulang ke Indonesia hanya karena ingin melihat wajahnya.


Tiba-tiba dari arah belakang muncul Dimas yang akan mengurus dokumen untuk persiapan kuliah di Kairo.


"Kak Maryam, siapa itu tadi" tanya Dimas penuh selidik.


"Bos mas Yusuf".


"Ada apa kemari, apa tujuan seorang bos datang menemui istri karyawannya" tanya Dimas.


"Dia kebetulan lewat" jawab Maryam singkat.


"Kebetulan seperti apa, sampai membuat kak Maryam jengkel.


"..."


▪️▪️▪️


Bersambung...


Ayo bantu vote and rate...


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2