Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Begitu Dekat


__ADS_3

▪️▪️▪️


"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un. Kenapa Dimas meninggal" tanya Hasan seolah tak percaya.


"Kecelakaan pesawat, untungnya jasad beliau ditemukan".


"Waktu aku umroh memang ada berita soal kecelakaan pesawat, tapi aku gak ngikutin beritanya lebih lanjut. Sepulang umroh juga aku kan langsung balik kampung" tutur Hasan.


"Iya gak masalah. Lagian itu sudah sepuluh tahun yang lalu"


"Jodoh, maut, rezeki hanya Allah SWT yang tahu. Kita hanya bisa berusaha dan berdoa kepada Nya".


▪️▪️▪️


"Bi, boleh gak Maryam ke rumah temen yang ketemu di toko dulu"


"Boleh... Biar nanti diantar supir ya" jawab Hasan.


"Iya Bi, makasih".


"Assalamu'alaikum Nahla, aku ke rumah ya sekarang. Bisa di shareloc tempatnya" pesan terkirim.


"Wa Alaikum salam, ok aku shareloc". pesan diterima Maryam sesaat kemudian.


▪️▪️▪️


Akhirnya Maryam tiba juga di rumah Nahla, mereka bertukar cerita tentang kepindahan Maryam kembali ke kota ini. Nahla menyambutnya dengan antusias.


"Ummi kamu kemana, kok rumah sepi".


"Kakek nenek urus bisnis. Om Tante lagi ke rumah orang tua Tante mungkin besok pulangnya. Ummi kerja di butiknya, Ade aku Dimas lagi les".


"Abi kamu kemana" tanya Maryam penasaran.

__ADS_1


"Oh. Abi sudah meninggal sepuluh tahun lalu".


"Ya Allah... Maafin aku ya, aku gak maksud buat kamu sedih". Ucap Maryam menyesal.


"Ya udahlah ya, Abi aku udah bahagia di sana. Aku, ummi sama Dimas juga bahagia disini. Insya Allah".


"Ternyata kita sama ya, kalo aku udah di tinggalin ummi juga"


"Assalamu'alaikum" ucap Zahra yang baru tiba di rumah.


"Wa Alaikum salam"


"Eh ada tamu cantik rupanya. Udah lama Nak".


"Lumayan Ummi" jawab Maryam senang.


Entah mengapa Maryam sangat senang bertemu Umminya Nahla. Ada perasaan akrab disana.


"Ya udah, Ummi naik dulu ya. Mau mandi, udah gerah".


▪️▪️▪️


"Jadi gimana tadi ketemu temennya?"


"Alhamdulillah alamat rumahnya gampang dicari. Kalo Nahla main ke pondok boleh gak, Bi".


"Boleh, Nak".


"Oh iya Bi, ternyata Nahla hampir sama seperti Maryam. Abi nya Nahla udah meninggal lama, Kita sama-sama kehilangan salah satu orang tua kita".


"Masa sih" Hasan mulai mencurigai sesuatu.


"Iya, Abi. Kalo ummi kan meninggal karena sakit, tapi Abi nya Nahla meninggal karena kecelakaan".

__ADS_1


"Tunggu... tunggu... Dimana alamat rumah temen kamu" tanya Hasan bertambah curiga.


Maryam menunjukkan pesan berisi shareloc dari Nahla. Dan betapa terkejutnya Hasan ternyata yang dulu pernah mengunjungi tokonya adalah Zahra Khumaira.


Wanita yang coba dilupakannya bertahun-tahun lalu, wanita yang pernah mengisi salah satu ruang di hatinya. Hilang kah sudah rasa itu, biarkanlah saja waktu yang menjawabnya.


▪️▪️▪️


Fahri belum menceritakan soal Hasan kepada adiknya, Zahra. Ia terlalu takut adiknya sedih, jika mengungkit soal pria dihadapannya. Tapi Fahri cukup memberitahukan meninggal nya ayah Sarah pada Zahra.


"Dek, kamu udah dengar kabar kalau ayahnya Sarah meninggal dunia".


"Belum, Bang. Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un. Kapan"


"Seminggu yang lalu" ucap Fahri.


"Oh iya Bang, Dimas mau mondok katanya setelah lulus SD. Gimana menurut Abang soal pesantren milik almarhum ayahnya mba Sarah"


"Ya boleh, toh lulusannya pada bagus dan sukses".


"Nanti aku bicarakan sama Dimas dulu" tutur Zahra.


POV FAHRI


Kalian berdua itu ya, entah takdir yang mempermainkan kalian atau bagaimana.


Mau nikah, drama. Udah nikah, terpisah. Move on, ditinggal pergi selama-lamanya. Sekarang udah begitu dekat, tapi belum dipertemukan juga.


▪️▪️▪️


Bersambung...


note:

__ADS_1


"Cinta sejati itu indah begitu kamu menemukannya. Tidak peduli risikonya, takdir akan selalu menyatukanmu dan orang yang kamu cintai".


__ADS_2