Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Soni


__ADS_3

▪️▪️▪️


Siska yang mengetahui sang putra semata wayang lebih berpihak pada keluarga Zahra menjadi begitu terpukul.


Ia tak menyangka, tidak ada seorangpun di dunia ini yang mendukung keputusannya. Setelah kedua orang tuanya mengusirnya kini sang anak tidak berada di pihaknya juga.


Kondisi kesehatannya pun semakin menurun karena aksinya untuk mogok makan. Setiap pembagian makanan, selalu dibuangnya ke toilet.


Semakin hari semakin menyusut berat badannya.


"Ma, Kenapa mama semakin kurus" tanya Soni khawatir.


"Kamu tidak usah pedulikan Mama. Kamu bukan anak mama lagi".


"Mama kok ngomong gitu, Soni sayang sama Mama. Soni ingin Mama berubah dan berdamai dengan diri mama sendiri".


"Kamu tidak pernah tahu bagaimana perasaan Mama, Mama sangat menderita karena wanita itu".


"Soni hanya bisa mendoakan agar Mama bisa membuang segala dendam yang ada di hati Mama. Soni ingin Mama bahagia".


"Mama akan bahagia jika Mama mati saja" ucap Siska terisak.


▪️▪️▪️


Tiga hari setelah kunjungan Soni, Siska pergi meninggalkan dunia ini dengan kondisi yang memprihatinkan.


Soni merasa bersalah karena belum bisa membahagiakan dan membuat ibunya berdamai dengan keadaan.


Zahra yang mendengar berita kematian Siska datang untuk melayat. Keluarga dr. Dimas juga ikut hadir saat pemakaman. Meskipun hubungan keduanya tidak baik, tapi sebagai hamba Allah wajib mendoakan kebaikan bagi sesama.


"Kami turut berbelasungkawa nak Soni. Semoga segala dosa dan kesalahan beliau diampuni dan amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT" ucap dr. Budi Santoso selaku perwakilan dari rumah sakit dan keluarga Dimas.


"Terima kasih Pak, sudah menyempatkan hadir disini".


▪️▪️▪️


Seminggu sudah pasca meninggalnya sang ibu, Soni menjalani aktivitasnya kembali seperti biasanya.


Masa Koas nya akan segera berakhir, dan Prof. dr. Budi Santoso Sp.Jp selaku pemilik rumah sakit mengajak dr. Soni untuk bergabung dengan rumah sakitnya meniti karier profesionalnya.

__ADS_1


"Terima kasih Pak atas tawarannya, saya sangat bersyukur diizinkan bergabung bersama rumah sakit ini" ucap Soni.


"Sama-sama. Semoga Anda bisa menjadi dokter yang sukses, membantu melayani dan mengabdi pada masyarakat"


"Sekali lagi terima kasih Pak" ucapnya lagi.


▪️▪️▪️


Nahla mencoba memberanikan diri menghubungi sahabatnya Maryam.


💬*Nahla: "


Assalamu'alaikum Maryam. Bagaimana kabar kamu".


^^^Maryam💬^^^


^^^^^^"Wa Alaikum Salam Na, Alhamdulillah kabarku baik. Kamu gimana, pekerjaannya lancar kan".^^^^^^


💬Nahla:


"Alhamdulillah baik juga dan kerjaan semuanya lancar. Oh ya Maryam, kita ketemuan yuk, Kangen tau".


^^^"Iya Na, aku ijin ke Mas Yusuf dulu ya, nanti aku kabarin kapan waktunya kita ketemuan".^^^


💬Nahla:


"Ok*".


Nahla akhirnya menyelesaikan tugasnya, dan bergegas pulang.


"Assalamu'alaikum, Dok" sapa dr. Soni yang juga akan pulang.


"Wa Alaikum salam. Eh dokter, mau pulang juga".


"Iya dok Koas saya telah selesai dan dr. Budi mengajak saya bergabung disini setelahnya. Mohon bimbingannya".


"Wah selamat. Semoga kita bisa menjadi rekan kerja yang baik ya" ucap Nahla menyemangati.


"Terima kasih, Dok".

__ADS_1


"Ok. Saya permisi dulu, Mau cepat-cepat soalnya. Dah mau magrib".


"Silahkan Dok".


▪️▪️▪️


Nahla termenung di kamarnya, memikirkan tentang perasaan Soni. Pasti tidak mudah baginya untuk bersikap baik kepada orang yang menjadi objek dendam sang ibu.


"Semoga kamu bisa menjadi seseorang yang lebih baik dari ibu mu" batinnya.


Tok... Tok... Tok...


Pintu kamar Nahla diketuk oleh sang nenek.


"Nahla sayang, Boleh Nenek masuk"


" Iya Nek. Masuk aja, gak dikunci kok".


"Bagaimana kerjaan di rumah sakit, lancar" tanya Nenek Ariyani.


" Alhamdulillah, Nek. Berkat dukungan Nenek dan kakek Nahla semangat kerjanya".


" Terus, gimana soal urusan jodoh. Lancar gak?".


"Aduh Nek. Nahla belum kepikiran untuk masalah yang satu itu" ucap Nahla penuh keyakinan.


"Cucu Nenek tersayang, Usia kamu sudah cukup untuk membina rumah tangga. Lebih baik disegerakan".


"Nahla belum punya calonnya, Nek. Nahla masih fokus kerja".


" Kalo begitu nanti Nenek yang cariin".


"..."


▪️▪️▪️


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejaknya setelah membaca.

__ADS_1


Dukungan Anda menjadi motivasi terbesar author.


__ADS_2