
Pembaca setia ku sekalian terima kasih atas dukungannya ya...
Jangan bosan-bosan ya beri like, comments,rate anda vote nya...
Selamat membaca ...
▪️▪️▪️
Setelah dua hari menghabiskan waktu bersama akhirnya keduanya kembali ke ibukota.
Beristirahat sejenak untuk melepas lelah akibat perjalanan honeymoon mereka.
"Besok kita udah bisa pindah ke rumah baru lo, sayang" ucap Dimas.
"Alhamdulillah mas, papa sama mama udah tau?".
"Belum, nanti pas makan malam baru ngasih tau mereka," ucap Dimas lagi.
▪️▪️▪️
Selesai santap malam bersama Dimas memberitahu orang tuanya bahwa besok mereka akan pindah ke rumah mereka sendiri.
"Pah, mah, besok kita mo pindahan. Rumah kita udah siap"
"Kok cepat sekali pindahnya, Nak" tanya mama Anita.
"Iya Mah, supaya kita bisa mandiri secepatnya gak ngerepotin orang tua. Kan memang sudah seharusnya begitu" jawab Dimas sambil memegangi tangan mamanya.
"Iya Mah, biarkan mandiri. Supaya kita cepat dapat cucu juga sayang" sambung papa Budi terkekeh.
"Aamiin pah, semoga aja ya" jawab Dimas bahagia.
Zahra tersipu malu mendengar perkataan suami dan mertuanya itu.
__ADS_1
"Jam berapa pindahannya" tanya mama
"Jam sepuluh pagi, Mah" timpal Zahra.
"Besok mama mo ikut, jadwal mama kosong".
"Ok, Mah".
▪️▪️▪️
Skip...
Sebulan lebih setelah pernikahannya, Zahra kembali beraktivitas seperti biasa. Mengurusi butik dan melayani segala kebutuhan sang suami.
Terkadang Zahra menyempatkan diri ke rumah sakit sekedar untuk membawakan makan siang untuk Dimas.
Seperti sekarang Zahra ke rumah sakit untuk makan siang bersama dr. Dimas.
"Iya sayang, ini udah kewajiban aku".
"Aku pulangnya malam ya sayang, ada jadwal operasi" jelas Dimas.
"Iya, habis ini aku mo ke butik lagi".
Zahra meninggalkan ruang kerja Dimas menuju parkiran. Tiba-tiba kepalanya terasa berat hingga menyebabkan Zahra terhuyung ke arah mobilnya.
"Astaghfirullah, kok pusing sih. Apa tekanan darahku rendah, atau cedera kepala ku kambuh lagi" ucap Zahra lirih
Pandangan matanya seketika buram dan bruk... Zahra jatuh pingsan di samping mobilnya.
▪️▪️▪️
"Hm.... pusing sekali. Dimana ini" tanya Zahra tersadar.
__ADS_1
"Alhamdulillah sayang kamu udah sadar. Kamu lagi di ruangan mas" suara Dimas terdengar sangat khawatir.
"Aku pingsan tadi ya. Maaf buat mas khawatir"
"Tadi kebetulan mama lagi di parkiran, mama yang liat kamu pingsan dan segera hubungi Dimas" jelas mama Anita yang masih di ruangan anaknya.
"Apa yang kamu rasain sayang" tanya Dimas.
"Pusing mas, tadi tiba-tiba kepalaku rasanya berat terus pingsan" tutur Zahra.
"Maaf ya, Nak. Apa kamu hamil ya" tanya mama Anita
"Hamil mah ...?, Zahra gak tau juga mah. Emang sih semenjak nikah Zahra belum pernah menstruasi lagi" jawab Zahra.
"Ayo kita cek ke dokter kandungan aja" ucap Dimas penasaran sambil membopong istrinya ke kursi roda.
"Sekarang mas"
"Iya sekarang, mas juga penasaran" jawab Dimas antusias.
▪️▪️▪️
Setelah menjalani beberapa pemeriksaan mereka masih menunggu hasilnya.
"Selamat ya dr. Dimas sebentar lagi Anda bakalan menjadi seorang ayah" ucap dr. kandungan itu.
"Alhamdulillah, Ya Allah" ucap Dimas penuh syukur sambil memeluk sang istri.
Zahra tak kuasa menahan tangis, Ia bahagia. Allah memberikan kepercayaan pada mereka untuk memiliki buah hati secepat ini, " Alhamdulillah".
Mengetahui Zahra hamil, Dimas meminta Zahra istirahat di ruangannya saja sembari menunggunya selesai kerja. Dimas tidak mengizinkan Zahra kembali ke butik.
Bersambung.....
__ADS_1