
Maryam masih memikirkan perkataan Dimas siang tadi. Ia masih ragu apakah harus menceritakan tentang kelakuan Davis pada suaminya atau tidak.
Flashback
"Kak Maryam jangan bohong deh, Dimas tahu pasti ada sesuatu yang kakak tutupi".
"Bukan ditutupin Dek, tapi belum siap bercerita" ujar Maryam.
"Apa orang tadi berniat jahat sama kak Maryam?" tanya Dimas penasaran.
"..."
"Cerita aja Kak, kalau gak Dimas bakal cerita ke Ummi" ancam Dimas.
"Orang tadi adalah bos mas Yusuf, dan dia pernah mengutarakan perasaannya pada Kakak".
"Apa! udah gila ya" umpat Dimas.
"Dia bahkan mengirimi kakak bunga dan hadiah yang lainnya. Mas Yusuf dibuatnya sibuk sehingga kurang menghabiskan waktu di rumah" jelas Maryam.
"Bagaimana tanggapan Bang Yusuf?".
"Mas Yusuf tidak mengetahui masalah ini sama sekali" jelas Maryam.
"Sebaiknya Kak Maryam cerita, sebelum ada kesalahpahaman yang besar terjadi".
Flashback off
Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, namun belum ada tanda-tanda mas Yusuf pulang.
"kayaknya lembur lagi ini, padahal besok kan kita mau ke dokter" gumam Maryam.
Akhirnya Maryam ketiduran di sofa ruang tamu saat Yusuf pulang pukul dua belas malam.
"Ya Allah sayang, kok tidur disini" ujar Yusuf lirih.
Yusuf membopong Maryam ke kamar tidur mereka, karena tak tega membangunkan istrinya.
__ADS_1
"Maafin Mas ya, Mas akhir-akhir ini kurang memperhatikan mu. Terlalu sibuk dengan pekerjaan di kantor" ucap Yusuf sambil menatap lekat istri tercintanya.
Maryam mendengar semua perkataan suaminya, yah Ia sedari tadi sudah terbangun saat suaminya membopongnya.
Yusuf segera membersihkan diri dan beristirahat karena penat dengan aktivitas nya di kantor.
▪️▪️▪️
Keesokan harinya Maryam dan Yusuf akhirnya pergi ke rumah sakit untuk check up lagi.
Terjadi sedikit perselisihan antara keduanya, dikarenakan pendapat yang berbeda.
Yusuf merasa istrinya tidak bersabar dengan keadaan, mengeluh dengan waktu kebersamaan mereka yang berkurang karena kesibukannya di kantor.
Maryam kesal karena suaminya tidak menyadari bahwa semua ini adalah rencana licik bos nya yang selalu dibangga-banggakan nya.
"Astaghfirullah Mas, coba aja kamu tahu niatan bos mu. Pasti kamu akan kaget bukan kepalang," batin Maryam.
"Mas, aku mau ngomong sesuatu," ucap Maryam serius.
"Apa lagi Dek, Mas lagi pusing" balas Yusuf ketus.
Mereka berkendara dengan kondisi saling memendam kekesalan.
▪️▪️▪️
Setelah mengantar Maryam ke rumah mereka, Yusuf kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertinggal.
Laporan notifikasi dari rekening masuk ke gadgetnya tak lama berselang masuk pesan dari Davis.
💬
"Pak Yusuf itu bonus dari kantor karena keuletan Anda, semua pekerjaan lembur ditangani dengan baik. Terima kasih"
"Alhamdulillah" ucap Yusuf penuh syukur.
Yusuf sangat senang mendapatkan bonus dari atasannya, dan berpikir ini mungkin akan membuat istrinya menjadi lebih baik perasaannya.
__ADS_1
Ditempat lain Davis tersenyum bangga karena berhasil memperdaya bawahannya, sekaligus saingan cinta nya.
"Yusuf kau begitu bodoh, tidak menyadari niatan ku. Aku akan merebut Maryam dari sisimu," ucap Davis.
Davis sudah benar-benar kehilangan akal sehatnya karena seorang wanita. Dia tidak lagi memikirkan reputasinya sebagai CEO.
▪️▪️▪️
Yusuf pulang dengan membawa bucket bunga mawar serta sekotak perhiasan di tangannya. Ia ingin meminta maaf dan berbaikan dengan istrinya.
"Assalamu'alaikum".
"Wa Alaikum salam" jawab Maryam dari ruang tamu.
Yusuf berjalan kearah sang istri dan duduk bertumpu dengan sebelah lututnya sambil memberikan bunga.
"Sayang, Mas minta maaf ya. Tadi Mas sempat kesel sama kamu".
"Hmmm... Maryam juga minta maaf tidak bisa sabar".
"Ini ada sedikit rezeki dari Allah" ujar Yusuf sambil membuka kotak perhiasan berisi cincin.
"Ya Allah mas, Ini kan mahal".
"Alhamdulillah Mas dapat rezeki tadi, pak Davis kasih bonus lembur yang lumayan banyak" sambung Yusuf.
"Apa!!! Mas dapat bonus lagi dari Dia" ujar Maryam dengan nada sedikit meninggi.
"Iya dek, Kenapa emangnya. Kok kelihatan gak suka dengan hadiahnya".
"Bukan dengan hadiahnya, tapi dengan orang yang ngasih mas uang" jawab Maryam.
"Lah kenapa Dek. Inikan hasil kerja Mas Yusuf".
"Iya, Tapi...,"
▪️▪️▪️
__ADS_1
Bersambung...