Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Bukan Istri Kedua, Bagian 15


__ADS_3

Assalamu'alaikum pembaca sekalian.


Jika suka karya ini jangan lupa tinggalkan jejak nya.


Like 👍


Comments 💬


Rate ⭐⭐⭐⭐⭐


Vote 🎟️


Dukungan kalian sangat berarti buat author...


Terima kasih


Selamat Membaca...


▪️▪️▪️


Seminggu sudah Maryam merasakan ada yang tidak beres dengan badannya. Tapi Ia beranggapan mungkin sedang masuk angin.


Disisi lain Davis tengah memegang amplop yang akan dikirimkan nya pada Yusuf. Ini saatnya dia melancarkan serangannya.


Erik yang melihat senyum smirk bos nya dibuat geleng-geleng kepala, Ia tak menyangka bos nya akan berbuat lebih nekat lagi hanya demi seorang Maryam.


Kurir baru saja mengirimkan amplop tersebut kepada Yusuf yang tengah berada di toko buku miliknya. Yusuf segera membuka amplop tersebut.


Keningnya mengernyit melihat sesuatu yang ada dalam amplop itu seolah tak percaya apa yang dilihatnya.


"Astaghfirullah, kenapa ada foto Maryam tidak mengenakan jilbab sedang terlelap".

__ADS_1


Bukan hanya foto yang membuatnya kaget, tapi catatan yang ada dibelakang foto itu yang otomatis menaikkan emosinya di ubun-ubun.


Yusuf maaf istrimu sedang bersama denganku, dia terlelap. Mungkin karena kecapean.


Akhirnya aku mendapatkannya.


DY


Yusuf mengepalkan tangannya erat dan mengayunkan ke dinding, amarahnya tak bisa dibendungnya lagi.


"Maryam sayang, apa yang terjadi. Kenapa bisa seperti ini" batinnya.


Tiba-tiba Yusuf dikagetkan dengan dering telepon seluler miliknya. Ayah mertuanya sedang meneleponnya memberikan kabar kalau istrinya sedang berada di rumah sakit.


"Ya Allah apalagi ini" ucapnya lirih dan bergegas menuju rumah sakit.


▪️▪️▪️


"Alhamdulillah kamu udah sadar sayang" ucap Yusuf.


"Aku pingsan ya, maaf Mas aku tadi pusing" jelas Maryam.


Ustadz Hasan yang sedari tadi juga ikut menunggu putrinya siuman akhirnya bisa bernafas lega.


"Alhamdulillah Nak, kamu sudah sadar. Sebentar lagi dokter akan datang membawa hasil pemeriksaan".


Dokter yang ditunggu akhirnya datang dan menyapa pasien dan keluarga nya.


"Begini setelah tadi di periksa sama dokter jaga, indikasinya ibu Maryam sedang mengandung. Dan untuk lebih jelasnya sebaik kita tes urin dan USG" jelas dokter.


"Apa dok... Mengandung. Hamil maksudnya" tanya Yusuf tak percaya

__ADS_1


"Kita harus memastikannya supaya jelas"


Akhirnya Maryam melakukan tes urin dan USG dan hasilnya persis seperti yang dikatakan dokter tadi. Maryam hamil dengan usia kandungan 4 minggu.


Maryam menangis haru seakan tak percaya akhirnya diberi kesempatan untuk menjadi seorang ibu. Abi Hasan pun ikut meneteskan air mata bahagianya.


Yusuf masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan, akhirnya usaha mereka selama ini membutuhkan hasil.


"Apa aku udah sembuh, hingga akhirnya Maryam hamil" batinnya.


Tapi entah mengapa tiba-tiba terlintas dibenaknya perihal foto yang baru diterimanya tadi. Apa ini kebetulan atau ada hubungannya dengan kehamilan Maryam.


Maryam yang melihat suaminya masih diam terpaku berusaha meraih tangan suaminya.


"Mas... Mas... Mas dengar apa yang dokter katakan barusan" tanya Maryam memastikan


"Ah... Iya sayang, Mas dengar. Kamu hamil" ucapnya sambil mencoba tersenyum.


Maryam melihat ada gurat kecemasan di wajah suaminya, apa suaminya masih tidak menyangka akhirnya mereka diberikan keturunan.


"Mas, Alhamdulillah usaha kita tidak sia-sia. Akhirnya Allah mempercayakan kita untuk punya momongan"


"Alhamdulillah sayang, akhirnya. Semoga semua berjalan lancar sampai nanti persalinan sayang" ucap Yusuf.


Abi Hasan dan Yusuf pamit untuk sholat di masjid rumah sakit, karena adzan sudah berkumandang.


Yusuf mengucap syukur atas kabar bahagia ini, meski di hatinya masih ragu. Tapi Ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa itu adalah anaknya.


▪️▪️▪️


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2