Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Kabar Duka


__ADS_3

▪️▪️▪️


Seminggu berlalu sejak insiden kotak itu, Zahra kembali menjalani kehidupannya dengan penuh syukur. Kehidupan rumah tangganya masih bisa terselamatkan, dan kebahagiaan kecil lainnya datang menghampiri.


"Apa ya hasilnya, semoga saja ada kabar baik" batin Zahra sambil menunggu hasil test pack yang baru saja dia gunakan.


"Sayang... Kok lama. Tadi kamu bilangnya mual, kok sampai sekarang belum keluar juga dari kamar mandi" tanya Dimas khawatir.


Kriit....


Akhirnya pintu kamar mandi terbuka, Zahra keluar dari balik pintu dengan ekspresi yang tidak bisa ditebak.


Ia tersenyum tapi air matanya lolos begitu saja membasahi pipinya yang putih mulus.


"Kamu kenapa sayang, kenapa nangis"


"Alhamdulillah mas, kita bakalan dikaruniai anak lagi" jawab Zahra haru.


"Alhamdulillah... Alhamdulillah ya Allah. Terima kasih sayang" Dimas memeluk erat istri tercintanya.


▪️▪️▪️


"*Assalamu'alaikum dek" sapa Fahri dari seberang telepon.


"Wa Alaikum salam wr.wb. Kenapa bang, tumben nelpon jam segini"


"Ada berita duka dek, Sarah meninggal. Ba'da isya tadi di rumah sakit di Singapura"

__ADS_1


"Innalillahi Wa Inna Illaihi Raji'un. Kapan dan di kebumikan dimana" tanya Zahra sedih.


"Malam ini jenazah almarhumah akan diterbangkan ke Indonesia besok sebelum Dzuhur akan dikebumikan. Udah dulu ya dek, Abang mau persiapkan segala keperluan nya di rumah Hasan. Assalamu'alaikum"


"Wa Alaikum salam*"


Sambungan telpon telah terputus, Zahra sangat sedih mendengar kabar duka ini, Sarah yang sudah seperti kakak baginya kini telah pergi menghadap sang Ilahi Rabbi.


▪️▪️▪️


Isak tangis masih terdengar di kediaman Hasan, rengekkan dari bibir mungil milik Maryam membuat semua yang mendengarnya begitu merasakan pilu.


"Abi... Ummi bi... Ummi".


"Ummi ninggalin Maryam sama Abi" rengeknya.


"Iya Bi... Maryam akan do'akan Ummi selalu".


Satu jam yang lalu, Almarhumah baru saja dimakamkan. Rumah Hasan masih dipadati sanak famili yang datang melayat.


Orang tua Hasan dan mertuanya masih mencoba untuk menenangkan cucu mereka yang sesekali masih terisak.


"Turut berdukacita ustadz, Semoga Amal ibadah beliau diterima disisi Allah SWT. Dan Semoga ustadz sekeluarga diberikan ketabahan dan keikhlasan dalam menjalankan nya" ucap Dimas sambil merangkul mantan suami istri nya itu.


"Aamiin dok, terima kasih do'a nya"


"Maryam nya mana" tanya Zahra.

__ADS_1


"Lagi di belakang sama bapak ibu" jawab Hasan.


"Mas, Zahra sama Nahla ke belakang dulu ya" pamit Zahra pada suaminya.


"Iya" jawab Dimas.


"Permisi ustadz" pamit Zahra ramah pada Hasan.


▪️▪️▪️


"Anak shalihah jangan nangis terus dong, nanti Ummi bakalan sedih di sana" sapa Zahra pada Maryam.


"Iya Tante, maaf. Maryam rindu sama Ummi pengen peluk Ummi" isaknya.


"Sini peluk Tante"


"Iya kak, anggap aja Ummah Nahla itu Ummah kak Maryam juga" sambung Nahla mencoba menghibur Maryam.


"Iya Tante" sambil memeluk Zahra dengan begitu eratnya.


Zahra terbawa suasana dan ikut meneteskan air matanya. Anak sekecil dia sudah ditinggal pergi ibunya untuk selama-lamanya.


Bersambung...


Jangan lupa like , comments , rate , and vote nya ya biar author tambah semangat ngetik nya ...


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2