
Zahra yang hendak silaturahmi ke pesantren dikejutkan dengan kedatangan mantan adik iparnya, Denis.
Denis yang mendengar kabar dari ponakannya Dimas, bergegas ke rumah kakak iparnya itu.
"Assalamu'alaikum Mba. Huft..." sapa Dimas ngos-ngosan.
"Wa Alaikum Salam... Ada ada Den, Kok tergesa-gesa begitu"
"Ada yang mau Denis sampaikan. Mba mau keluar ya"
"Iya, Mba mau ke pondok mau ketemu orang tua Ustadz Hasan. Ada keperluan dikit" jawab Zahra.
"Apa karena perkataan Denis"
"Bukan karena siapa-siapa, mungkin dengan begini semua bisa kembali seperti semula"
"Maafkan Denis, Mba. Denis salah paham dan berpikiran sempit"
"Mungkin kamu ada benarnya"
"Tidak Mba. Denis salah, khilaf sudah membuat mba Zahra sedih dan bingung. Denis berharap Mba masih terus melanjutkan niatan baik dari ustadz Hasan"
"..."
"Denis mohon, Mba"
__ADS_1
"Ya sudah, Mba akan tetap melanjutkannya. Mba harap semua bisa bahagia dengan keputusan yang Mba ambil"
▪️▪️▪️
Pernikahan ustadz Hasan dan Zahra diadakan secara tertutup. Hanya keluarga dekat saja yang menghadiri. Para santri dan santriwati dibagi-bagikan hidangan nasi kotak lengkap dengan lauk yang komplit dan satu set Koko dan gamis.
Setelah menikah, Zahra diboyong ke rumah Ustadz Hasan di kompleks Pondok pesantren. Sementara Nahla memutuskan untuk tetap tinggal di rumah kakek neneknya.
Setelah seperempat abad lebih mereka terpisah, akhirnya mereka dipersatukan kembali dalam ikatan suci pernikahan. Akhirnya Hasan bisa kembali menatap wajah rupawan Zahra tanpa terhalang niqob.
"Mas Hasan kenapa" tanya Zahra kikuk karena ditatap dengan intens
"Gak kenapa. Mas hanya masih tidak menyangka akan menghabiskan sisa umur mas bersama kamu"
"Itulah jalan yang terbaik menurut Allah, Zahra juga tidak kepikiran Kalau kita bisa kembali bersama"
"..."
"Dulu kita bersama saat usia kita masih muda, sekarang di usia yang matang kita dipertemukan kembali, dan kamu masih tetap cantik" ucap Hasan lagi
"Mas Hasan masih saja seperti dulu, suka menyanjung secara berlebihan. Umur aku udah 50 an masih saja dibilang cantik".
"Entah itu dulu, sekarang dan nanti insya Allah di mata Mas kamu selalu cantik. Cantik jiwa maupun raga"
"Hmm... Oh iya Mas, maafin Zahra ya. Dulu Zahra secara sepihak memutuskan untuk bercerai tanpa mempertimbangkan perasaan Mas" ucap Zahra sambil menggenggam tangan suaminya.
__ADS_1
"Jujur dek, dulu mas sangat patah hati. Mas kehilangan dua orang yang mas cintai diwaktu yang berdekatan. Al meninggalkan Mas selamanya, sementara kamu meninggalkan Mas dan kenangan kita dan hidup bahagia bersama pria lain"
"Maafkan Zahra, Zahra hanya ingin mba Sarah dan Mas bahagia tanpa adanya gangguan dari Zahra
"Iya dek, hidup selalu penuh liku. Kita tidak tau kapan akan bertemu dan berpisah dengan orang-orang yang sayang dan menyayangi kita".
"Sekarang Zahra akan memanfaatkan waktu kita untuk lebih banyak menggapai ridho Allah SWT"
▪️▪️▪️
"Dasar wanita sialan... Setelah merebut Dimas dari aku sekarang semudah itu kembali menikah dan berbahagia dengan mantan suaminya dulu. Dasar egois" batin wanita yang tengah memperhatikan gerak-*gerik pasangan pengantin baru itu.
"Tunggu pembalasanku, aku akan buat kau menderita*"
"..."
▪️▪️▪️
Bersambung...
Hayo... Kira-kira siapa ya yang mengintai Zahra dan ustadz Hasan...???
Nantikan terus kelanjutannya....
Terima Kasih..
__ADS_1
Note:
"Aku sering mendapati diriku memikirkan tentang semua saat indah yang kita habiskan bersama, dan itu selalu memberiku perasaan bahagia, tidak peduli berapa lama kita berpisah atau seberapa jauh dirimu, bagian yang sangat istimewa darimu pergi bersamaku ke mana pun."