
Dua bulan pasca insiden berdarah itu Zahra harus kembali ke rumah sakit untuk memeriksa cedera di otaknya apa sudah ada perkembangan yang baik atau sebaliknya. Zahra ditemani sahabatnya untuk kontrol, mereka berada di depan ruangan dr. Dimas menunggu antrian.
"Banyak juga ya pasiennya, untung udah daftar sebelumnya jadi dapat antrian no.3" ucap Salsa.
"Iya Alhamdulillah"
▪️▪️▪️
"Zahra Khumaira silahkan masuk" ucap salah satu dokter Koas.
"Iya"
"Assalamu'alaikum dokter" ucap Zahra
"Wa Alaikum salam. Oh Zahra yang ini toh" ucap dr. Dimas ramah
"Iya dok, saya mau kontrol"
Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan sekarang giliran dokter Dimas memberikan penjelasan.
"Apa sakitnya sering kumat" tanya dr. Dimas.
"Kalo lagi banyak pikiran biasanya sakitnya kumat dok. Akhir-akhir ini saya juga sering mimpi buruk"
"Jangan terlalu banyak pikiran, bisa-bisa nyawa kamu terancam. Bayangkan saja hal-hal yang membahagiakan" jelas dokter
"Ini saya tambah resep obatnya, harus diminum ya" tegas dr. Dimas
"Iya Dokter Terima kasih. Saya pamit dulu."
"Iya hati-hati dijalan pulang" jawab Dimas
__ADS_1
Zahra hanya tersenyum membalas perkataan dr. Dimas yang membuatnya heran.
Diluar ruangan Salsa setia menunggu sahabatnya itu.
"Dah kelar Bu, gimana kata dokter" tanya salsa penasaran.
"Belum ada perkembangan"
"Ya udah sabar aja sayang, Allah SWT punya jalan yang terbaik buat hamba Nya" ucap Salsa.
"Siap ustadzah Salsabila" ledek Zahra
"Makan es krim yuk, enak kayaknya. cuaca sangat mendukung" ajak salsa antusias
"Yuk, Let's go"
▪️▪️▪️
Dikediaman Bima Arya, mereka sekeluarga berkumpul guna untuk membahas permasalahan Zahra dan Hasan kebetulan Zahra tidak berada di rumah.
"Coba suruh Hasan datang sekarang" sambung Fahri
Setengah jam kemudian Hasan tiba di kediaman mertuanya.
"Assalamu'alaikum"
"Wa Alaikum salam, masuk nak" jawab mama Ariyani
skip...
"Bagaimana rencana kamu kedepannya dengan Zahra, ini sudah 2 bulan lamanya semenjak Zahra amnesia" tanya papa Bima
__ADS_1
"Saya belum tau pah, saya masih berharap ingatan Zahra bisa kembali seperti dulu"
"Jika kemungkinan terburuk Zahra tidak dapat mengingatnya bagaimana" tanya Bima lagi.
"Hasan sudah mulai pendekatan lagi dengan Zahra, jika Zahra kembali menyukai saya di kondisi yang sekarang ini, berarti Zahra memang ditakdirkan kembali bersama saya Pah, Mah"
"Papa kasih kamu waktu sebulan aja lagi, lebih dari itu kamu harus melepaskan dia"
"Baik pah" ucap Hasan
▪️▪️▪️
Selesai shalat isya Hasan duduk terdiam di balkon kamarnya. Ia masih memikirkan perkataan mertuanya tadi.
"Mas, kok melamun" tanya Sarah penasaran.
"Sayang menurut kamu gimana kelanjutan hubungan ku sama Zahra"
"Kok pertanyaannya kayak gitu, ada apa sebenarnya"
Hasan menceritakan kejadian sore tadi pada Sarah.
"Jujur mas, aku pingin kita seperti dulu lagi, aku bahagia dengan adanya Zahra, dia melengkapi kekurangan kita mas"
"Bukankah sekarang tidak ada alasan untuk tetap bersamanya, alasan kamu dulu nyuruh aku nikah lagi kan karena kita belum punya keturunan. Sekarang kita punya Maryam, apa kamu ikhlas" tanya Hasan mengetesnya.
"Astaghfirullah mas, Aku ikhlas dari dulu sampai sekarang"
"Kita liat nanti sayang , mas usahakan yang terbaik. Doakan mas ya supaya berhasil
"Aamiin
__ADS_1
**Bersambung....
Terima kasih pembaca**...