Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Menagih Hutang


__ADS_3

Di sebuah rumah sederhana, seorang gadis tengah terduduk di sudut rumahnya merasa takut.Baru satu Minggu ayahnya yang suka berjudi dan mabuk-mabukan meninggalkannya untuk selama-lamanya.


Sekarang, beberapa orang dengan penampilan seperti penjahat yang memakai baju serba hitam datang ke rumahnya dan mengacak-acak rumahnya dengan emosi yang meledak-ledak.


Kia,Azkia biasa dipanggil, hanya bisa terisak di sudut pintu melihatnya.Dia hanya sendiri karena ibunya pun sudah pergi menghadap sang pencipta lima tahun yang lalu karena penyakit yang dideritanya.


Para tetangga pun tak bisa menolong dan hanya bisa menatap iba pada Kia.Mereka tidak berani melawan orang-orang itu.


"Baik, Boss !"ucap salah satu dari mereka yang berbicara pada seseorang lewat sambungan ponselnya.


"Ayo,bawa dia !"perintahnya pada temannya.


Kia jadi gelagapan ditarik begitu saja."Pak, jangan bawa saya ! saya mohon !"mohon Kia dengan air mata yang tak kunjung surut dari mata indahnya.


"Jangan banyak omong !"gertak pria yang menerima telepon tadi.


Mereka segera menyeret Kia yang terus memberontak ingin melepaskan diri masuk ke dalam mobil.Kia terus saja menangis, menangisi hidupnya yang penuh dengan cobaan.


Kia hanyalah gadis berusia sembilan belas tahun.Dulu, sebelum ibunya meninggal, Ayahnya adalah ayah yang sangat baik dan sangat menyayanginya.Namun, setelah kepergian istrinya,dia jadi sering mabuk-mabukan.Apalagi setelah dia di PHK dari pekerjaannya, ayahnya jadi sering marah-marah dan mulai berjudi sampai rela berhutang sampai menggadaikan rumah sebagai jaminan.

__ADS_1


Sesampainya di tempat sang Boss berada,Kia dilempar ke hadapan sang Boss.Kia yang tak siap pun terjatuh dengan posisi berlutut di kaki Boss yang sudah menyuruh orang-orang itu menculiknya.


"Dia anaknya pak Ramli,Boss !"ujar salah satu anak buahnya.


Bian mengangkat dagu Kia dengan telunjuknya,menelisik wajah gadis remaja yang masih terisak itu.


"Cantik,"gumamnya.


"Kau tahu berapa banyak uang yang sudah ayahmu pinjam padaku ?"tanya Bian dengan telunjuknya yang masih mengangkat dagu Kia.


Kia melengos tak ingin menatap wajah Bian,"hutang ayahku bukanlah urusanku,"jawabnya.


"Kau tahu hutang yang dipinjam ayahmu padaku,hah ?"bentak Bian mengulang pertanyaannya.


"Maaf, tuan ! hutang ayahku bukan untuk keperluanku.Aku tidak ada hubungannya dengan hutang itu,"Kia menangkup tangannya di depan dada, memohon.


Bian mencengkram kedua pipi Kia kuat."Aku tidak peduli untuk apa dan untuk siapa dia berhutang.Sekarang,dia telah tiada,jadi kaulah yang harus membayarnya.Kau mengerti ?"Bian melepaskan cengkeraman tangannya kasar.Kia meringis menahan sakit di kedua pipinya.


"Saya beri waktu tiga hari untuk membayar hutang ayahmu itu.Kau tahu berapa hutang ayahmu ?"tanya Bian yang terus menatap Kia.Kia menggeleng dan terus menunduk.

__ADS_1


"Kau tenang saja, hutangnya tidak banyak.Ya, cuma 300 juta saja,"ucapnya santai.


Kia membelalakkan mata cantiknya.300 juta bukan cuma banyak tapi sangat banyak.Dari mana dia akan mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu tiga hari.


Bian terus menatap Kia,dia menyukai ekspresi yang Kia tunjukkan.


"Tuan ! dari mana saya mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat ?"Kia menatap Bian memohon belas kasih.


Bian terus saja memandang Kia.Matanya yang teduh dihiasi bulu mata yang lentik, rambutnya yang panjang dan hitam, kulitnya yang putih dan bersih, lehernya yang terlihat jenjang karena rambutnya yang diikat,dan tubuhnya yang agak sedikit kurus dengan dadanya yang pas, tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil.Tinggi badannya juga tidak terlalu pendek.Kia merasa risih dengan tatapan itu.Kia mempunyai firasat buruk akan tatapan itu.


"Saya tidak mau tahu dari mana kau mendapatkannya,yang saya tahu kau harus membayar hutang itu secepatnya,"bisik Bian dan meniup telinga Kia.


Kia bergidik ngeri dan segera menjauhkan kepalanya dari Bian.Bian tersenyum devil melihat ketakutan Kia.Bian jadi berpikiran mesum karena terus melihat bibir ranum itu.Bibir itu sepertinya masih polos belum tersentuh.Naluri hewaninya muncul tanpa disuruh.


Bian memanggil salah satu anak buahnya dengan jarinya,"antar dia kembali rumahnya dengan selamat !"perintah Bian.


"Terus awasi dia, jangan sampai dia kabur dan pastikan tidak ada yang menolongnya !"lanjut Bian berbisik.


Bian berdiri hendak meninggalkan mereka,"jangan sampai ada satu pria pun yang mendekatinya.Kalau sampai kalian kecolongan, kalian dan pria itu akan menerima hukuman dariku langsung !"ancam Bian menepuk pundak ketua dari anak buahnya itu.Bian pergi bersama Rama, asisten pribadinya.

__ADS_1


Mereka pun pergi dari tempat itu, mengantarkan Kia kembali ke rumahnya.


__ADS_2