
Pagi telah datang meninggalkan malam.Seorang ibu muda tengah menyibak gorden jendela kamarnya.Tatapan hangat tampak dikedua manik matanya.
Kia menggeleng kecil dengan senyum di bibirnya melihat putranya yang masih tertidur di atas perut papanya.Baru kemarin sang anak melempari papanya dengan mainannya,kini keduanya sudah terlihat sangat lengket.
Sang surya memang belum menampakkan sinarnya,tapi Kia sudah bersiap memulai aktivitasnya seperti biasa.Kia meninggalkan suami juga putranya untuk menyiapkan sarapan pagi.
Dikarenakan Salwa dan pak Dani adalah pasangan pengantin baru,mereka memutuskan untuk mengungsi ke sebuah hotel tak jauh dari sana.Kia keluar kamar langsung menuju ke dapur.
Key yang juga menginap di sana,masih tidur di kamar tamu.Sedangkan Rama bersama pak Ali dan pak Beno kembali ke Villa.Beberapa menu sarapan telah tersaji di meja makan.Saatnya Kia membangunkan yang lain.
Karena kamar yang ditempati Key yang paling dekat dengan dapur,Kia mengetuk pintu kamar itu lebih dulu.
Tok ... tok ...tok ...
"Key!"
"Ya,Kakak ipar,ada yang bisa saya bantu?"tanya Key yang sudah berdandan cantik.
"Ha ... ha ... Kakak ipar,kok aneh yah!"ucap Kia merasa lucu.
"Nggak pantes ya?"
"He em!"Kia mengangguk.
"Yo wes lah!Btw, what's wrong baby?"
"Waktunya sarapan!"
"Oh,oke!"
"Aku ke kamar dulu,bangunin Mas Bian dan Biyan!"
Key mengangguk dan Kia pun segera pergi menuju kamarnya.Saat pintu terbuka,Kia tidak menemukan siapapun di atas tempat tidurnya.Tapi,dari kamar mandi terdengar suara tawa dari dua pria kesayangannya.
Tak ingin mengganggu,Kia mendekati lemari dan mengambil pakaian untuk putranya dan menyiapkan baju suaminya yang sudah Rama bawa tadi malam.
Setelah beberapa menit menunggu,kedua pria beda generasi itu masih saja asik bercanda di kamar mandi.Kia yang sudah mulai kesal,mengetuk pintu kamar mandi agar mereka lebih cepat menyelesaikan mandinya.
"Mas ... jangan lama-lama mandinya!Nanti Biyan nya masuk angin!"teriak Kia.
Ceklek
Bian membuka pintu dan keluar dengan Biyan dalam gendongannya.Keduanya masih berbalut handuk putih di tubuhnya.Kia segera mengambil Biyan dan mendudukkannya di atas tempat tidur.
"Ini baju kamu,ganti di kamar mandi sana!"omel Kia.
Namun,bukannya membawa pakaiannya ke kamar mandi,Bian malah langsung memakainya dihadapan istri kecilnya itu.Kia yang sedang memakaikan baju Biyan melotot garang melihat suaminya itu.
__ADS_1
"Apa?"tanya Bian acuh.
"Dasar Pak Tua tak tahu malu,"gerutu Kia.
Tak peduli dengan gerutuan dari istrinya,Bian meneruskan kegiatannya.Hari ini,Bian berencana akan mengajak anak dan istrinya pergi.Setelah melihat putranya telah rapi dan wangi,Bian menggendongnya keluar dari kamar diikuti Kia dibelakangnya.
Sampai di meja makan,Bian mendudukkannya di pangkuannya dan Kia mulai menyiapkan sarapan untuk mereka juga dirinya.Sementara Key sudah lebih dulu sarapan.
"Morning,jagoan!"Key mencium pipi Biyan.
Biyan hanya tersenyum menanggapinya karena belum terlalu mengerti dan hanya beberapa kosakata saja yang sudah bisa diucapkannya.
"Kak,gue mau tetap tinggal di sini bersama mereka!"beritahu Key.
"Butik kamu?"tanya Bian sambil menyuapi anaknya.
"Hem,bener juga.Kok gue nggak kepikiran ya,"jawab Key masih mengunyah makanannya.
"Tapi,nggak mau pisah sama ponakan aunty yang kece badai ini."
Key hendak memeluk Biyan,keponakannya tersayang.Namun,Bian segera menahan wajah adiknya itu dengan telapak tangannya.Biyan terkikik geli melihatnya.
"Kak,apaan sih lo?"kesal Key mengusap wajahnya.
"Nggak usah drama di pagi hari.Cepat habiskan sarapan kamu,terus pulang sana!"seru Bian membuat Key mendelik.
"Kalian selalu seperti ini?"kepo Kia.
"Seperti apa?"tanya Kia lagi.
"Seperti orang gagu,sulit membuka suara,"bisik Key sambil cekikikan.
"Jangan mengumpat Kakakmu,Key!"ucap Bian.
"Iya,Kak.Maafkanlah Adikmu yang cantik ini!"cengir Key.
Melihat itu,Kia hanya geleng-geleng kepala.Seru juga punya saudara,pikirnya.Suaminya ini ternyata bisa juga menyuapi anaknya.Dengan sabar Bian menunggu anaknya yang mengunyah makanannya,lalu menyuapinya dengan telaten.
"Oh iya,Kia!Berapa kamu menjual kalung kamu itu?"tanya Key.
Jantung Kia berdegup sedikit kencang mendengar pertanyaan adik iparnya itu.Dia sudah lupa dengan hal itu.Kia melirik Bian yang masih menyuapi Biyan.
"Ehm ... itu,tiga ratus lima puluh,"cicit Kia.
"What?Cuma segitu?"tanya Key tak habis pikir.
"Katanya,karena tidak ada sertifikatnya,jadi cuma segitu yang bisa kami dapatkan.Memang,harga aslinya berapa?"
__ADS_1
"Kalau nggak salah sih,delapan ratusan gitu deh keknya,"jawab Key.
Uhhuuukkkk ... uhhuuukkkk ...
Bian segera memberikan Kia air minum dan menepuk pelan punggungnya.Setelah batuknya reda,Kia menatap suaminya penuh dengan perasaan bersalah.Bukan maksudnya,menjual hadiah yang Bian berikan.Tapi, keadaannya saat itu benar-benar mendesak.
"Ma-"
"Itu hanya perhiasan,kalau kamu nggak menjualnya,mungkin sampai sekarang aku masih depresi mencari kalian."
"Tapi ...."
"Kalau kamu sudah selesai sarapan, bersiap-siaplah!"seru Bian.
"Kenapa?"
"Kita pergi!"
"Kalian mau kemana?"tanya Key.
"Kepo!"balas Bian.
"Ihh ... ikut!"rengek Key.
"Nggak,ini khusus keluarga."
"Lah,emang gue bukan keluarga?"
"No.Kamu bule Australia,"ucap Bian asal.
"Apaan sih lu,Pak Tua gaje!"sebal Key.
Kakak beradik itu saling mengintimidasi lewat tatapan tajam masing-masing.Tak ingin ikut campur,Kia beranjak dari duduknya untuk bersiap-siap seperti yang Bian pinta tadi.
"Papa ...!"panggil Biyan untuk pertama kalinya.
Bian memutus tatapan tajamnya dan menatap pada putranya dengan mata yang mengembun.Panggilan Papa dari mulut Biyan sungguh menghangatkan hatinya.
"Coba panggil Papa lagi!"pinta Bian penuh harap.
Bocah kecil itu diam sejenak,membalas tatapan papanya."Papa,"ulangnya.
"Aaaaa ...."
Bukannya Bian yang langsung memeluk Biyan,justru aunty nya yang teriak kegirangan lalu segera mengambil bocah itu dari pangkuan kakaknya dan memeluknya.
"Kamu sweet banget sih, jagoannya aunty!"Key menciumi wajah Biyan sampai terkikik geli.
__ADS_1
Sang kakak yang tak terima,merebut putranya kembali dan mendudukkannya di atas meja.Bian lagi-lagi memiting kepala adiknya itu dan mengacak-acak rambutnya.Biyan kembali tertawa melihat tingkah kakak beradik yang selalu kompak itu,entah dalam hal apa.
"Ya,ampun ...!Rusuh lagi!"ucap Kia yang sudah terlihat cantik.