Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Kedatangan Mak Lampir


__ADS_3

Key masih tertidur saat Kia datang menjenguknya dengan membawa putranya.Kia juga membawakan baju ganti serta makanan yang dimasaknya sendiri ke rumah sakit.


"Mom,bagaimana keadaan Key?"Kia mendudukkan Biyan di pangkuannya dan memeluk mertuanya dari samping.


"Sudah lebih tenang.Tapi,... kamu lihat sendiri keadaan fisiknya,"ucap Nyonya Sofia menitikkan air matanya.


"Mommy yang kuat,ya!Kita akan sama-sama melewati ini,"ucap Kia mengelus punggung Nyonya Sofia agar lebih tenang.


Karena luka yang Key dapatkan juga ada di bagian punggungnya,ia terpaksa harus tidur menyamping menghadap sebelah kiri agar infus di tangannya tidak tertarik.


Entah atas dorongan dari mana,tangan kecil Biyan terangkat,menghapus air mata yang terus menetes di pipi Omanya.Nyonya Sofia tersenyum haru pada cucunya dan mengambilnya agar berpindah ke pangkuannya.


"Daddy sama Mas Bian kemana,Mom?"tanya Kia mengedarkan pandangannya.


"Mereka ... itu mereka,"tunjuk Nyonya Sofia pada suami serta putranya yang baru masuk.


Bian segera menghampiri istrinya dan mencium keningnya.Kia membuka paper bag yang dibawanya dan menyiapkannya di atas meja.Dia tahu,mereka pasti tidak bernafsu untuk makan.Tapi,Kia akan memaksa mereka agar tidak ikut sakit.


"Kia juga masakin sup ayam untuk Key.Bolehkan Key memakan ini?"tanya Kia pada mertuanya.


"Boleh,kok.Mommy bangunin Key nya dulu!Dia pasti lebih milih makan makanan yang kamu bawa daripada makanan rumah sakit."


Sebenarnya,sudah lima belas menit yang lalu, sarapan dari rumah sakit sudah diantarkan beserta obat yang harus Key minum.Namun,berhubung Key masih beristirahat, Nyonya Sofia membiarkannya.


"Key,Sayang!Bangun dulu,yuk!Sarapan dulu,kamu juga harus minum obat!"ucap Nyonya Sofia pelan.


Key membuka matanya perlahan dan tersenyum melihat senyum di wajah sang ibu tercinta.Nyonya Sofia membantu Key untuk duduk.Kia pun mendekat dan menyerahkan mangkuk berisi sup ayam pada mertuanya yang akan menyuapi putrinya.


"Kamu harus makan!Ini masakannya Kia,bukan dari rumah sakit.Atau kamu mau yang dari rumah sakit aja?"tanya Nyonya Sofia yang langsung dapat gelengan kepala dari Key.


Sementara Nyonya Sofia menyuapi Key,Bian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri bergantian dengan tuan David.Karena sejak tadi tidak ada yang mau disuruh untuk pulang dan beristirahat sejenak.

__ADS_1


Jadi,Bian meminta istrinya untuk menyiapkan keperluan mereka selama menemani Key di rumah sakit.Setelah kedua pria sudah mandi,kini mereka meminta Nyonya Sofia juga untuk membersihkan diri agar lebih segar.


"Wow!Kamu lahap juga ya makannya,meski sakit begini,"ucap Bian bercanda.


"Yang sakit kepala sama punggung,bukan mulut, kerongkongan apalagi perut.Jadi,semuanya aman terkendali,"balas Key sudah bisa tersenyum.


Ia lebih baik diajak bercanda seperti itu,daripada harus melihat semua orang bersedih dan khawatir melihatnya.Walau takut masih hinggap di hatinya,Key percaya Daddy juga kakaknya akan melindunginya.


"Makanan yang dari rumah sakit,nggak kamu habiskan juga?"tanya Bian menunjuk makanan yang ada di sampingnya.


"Nah,kalo yang itu,khusus untuk Kakakku yang paling ganteng!Silahkan dihabiskan!"jawab Key.


Kia melihat interaksi antara kedua kakak beradik itu.Suaminya itu sangat pandai menyembunyikan kesedihannya.Mereka berdua sama-sama tidak ingin terlihat rapuh untuk menguatkan satu sama lain.


Nyonya Sofia yang mendengar percakapan kedua anaknya,menangis tanpa suara di dalam kamar mandi.Begitupun tuan David,beliau lebih memilih untuk keluar sebentar agar tak meneteskan air matanya.


"Kia ... bawa sini dong,jagoan gue!"pinta Key.


"Uh ...,Aunty kangen banget sama jagoan Aunty ini.Sini cium Aunty dulu!"Key menyodorkan pipinya minta dicium.


Masih dalam gendongan sang ayah,Biyan memegang kedua pipi aunty nya dengan tangan mungilnya itu untuk kemudian menciumnya.


"Mmmmuaaachhh ...,"suara kecupan Biyan membuat Key tertawa kecil.


Keponakannya ini adalah obat kesedihan di keluarganya.Entah apa jadinya keluarganya sekarang kalau Kia dan Biyan tidak ditemukan.Mungkin mereka masih hidup sendiri-sendiri,tanpa memperdulikan bagaimana masing-masing dari mereka menjalani hidup.


Setelah meminum obatnya,Key kembali beristirahat.Kia juga diminta pulang oleh suaminya karena anak kecil tidak boleh terlalu lama berada di rumah sakit.


Bian yang mengantarkan mereka langsung ke mansion,sekalian dia juga akan pergi ke kantor.Key akan dijaga oleh kedua orang tuanya juga beberapa penjaga yang tuan David perintahkan untuk berjaga di depan pintu.


* * *

__ADS_1


Malam pun kembali datang dan tanpa diduga dari mana datangnya,Sania datang menjenguk Key membawa buah ditangannya.


"Selamat malam,"sapanya pada semua orang yang ada di ruang rawat Key.


"Malam,"balas Nyonya Sofia tanpa melihat ke arahnya.


Sedangkan yang lain hanya meliriknya sekilas.Sania menatap sinis pada Kia juga putranya yang asik bercanda dengan Bian.


'Sebentar lagi,gue yang akan menggantikan posisi Lo disampingnya Bian' batin Sania.


Sania menghampiri Nyonya Sofia yang sudah selesai menyuapi putrinya dan memberikan buah yang khusus dibelinya tadi.Senyum licik sedikit tersungging di bibirnya,melihat keadaan Key yang bisa dikatakan lumayan parah.


Rencana mereka memang tidak tercapai untuk merusak Key dan mempertontonkannya pada khalayak umum di media sosial.Tapi,melihat luka-luka pada kepala serta hidungnya,cukup mengobati kekecewaannya.


"Dari mana kamu tahu kalau kami di rumah sakit?"tanya Nyonya Sofia.


Atensi semua orang pun beralih pada Sania.Hal itu sontak membuat Sania gugup dan bingung akan menjawab apa.Namun,dengan cepat otak liciknya memberikan jawaban.


"Itu,Tante.Tadi,Sania berkunjung ke mansion.Tapi,kata pembantu,kalian semua ada di rumah sakit.Makanya Sania langsung kemari,"ucapnya beralasan.


Padahal dia tahunya dari anak buah Robby yang mengikuti mobil Kia dari mansion.Melihat begitu ketatnya penjagaan untuk Key maupun Kia,Robby memilih untuk tidak melakukan apapun dulu.Sampai semuanya reda,baru dia akan beraksi kembali.


Selama ja**ngnya,Sania masih memberikan kepuasan untuknya,dia mau-mau saja melakukan hal gila ini.Hal itu pula memang pekerjaan Robby.Banyak hal jahat yang lainnya yang dia lakukan demi uang dan kepuasan.


"Oh,"balas Nyonya Sofia.


"Ya,udah deh Tante.Sania pamit!Cepet sembuh (ma*i) ya,Key!"ucap Sania tersenyum lalu pergi.


Bian menatap kepergian sepupu dari mantan istrinya itu dengan tatapan yang sulit diartikan.Entah apa yang ada dipikirannya saat ini.Rama menangkap isyarat yang Bian lemparkan padanya lewat sorot mata tajamnya dan mengangguk mengerti.


Dia pun permisi keluar dan menelpon seseorang untuk menyampaikan apa yang tuannya perintahkan.Rama menatap datar pada Sania yang berjalan dengan sengaja berlenggak-lenggok di lorong rumah sakit.

__ADS_1


"Nona ... maaf karena tidak bisa menjagamu,"lirih Rama.


__ADS_2