
Bian menuruni anak tangga menuju meja makan.Di sana,Kia sedang menyiapkan nasi goreng yang diminta Bian tadi.Bian memeluk Kia dan mendaratkan bibirnya di pelipis Kia lalu menggeser kursi yang akan ia duduki.
"Ini!Spesial untuk Pak......suami,"Kia meralat ucapannya saat Bian menatapnya tajam.
Bian melihat tampilan sepiring nasi goreng yang dihias cantik.Bian memicing penuh curiga kepada Kia.
"Kenapa?Ayo,dimakan!"Kia memberikan sendok pada Bian.
"Ini....nggak ada apa-apanya,kan?"tunjuk Bian pada nasi goreng.
"Tentu saja ada,ada ayam,sayurannya juga.Memangnya kenapa sih,takut banget!"
"Coba kamu dulu yang cicipi!"Bian menyodorkan sesendok nasi goreng ke mulut Kia.
Kia menggeleng,"Ini kan khusus untuk kamu, kamu dong yang makan."
"Makan,nggak!"paksa Bian.
"Tapi-,"Bian melotot garang dan Kia terpaksa membuka mulutnya.
Kia mengunyah dengan pelan dan tiba-tiba..... Kia memegang lehernya seperti tercekik.
"Aaaa.....t-t-to-tolong!"Kia menjatuhkan kepalanya di pinggir meja.
Bian jadi panik dan menggoyang-goyangkan tubuh Kia.
"Kia.... jangan main-main!Kia....."
"Pfthh....ha...ha...."Kia menegakkan kembali kepalanya dan tertawa keras.
Bian menatap Kia dingin,"Apa kau pikir ini lucu?"
Kia menghentikan tawanya takut.Bian marah sepertinya.
"Maaf!Habisnya cirigaan banget,"cicit Kia menunduk.
__ADS_1
"Kamu itu sejak tadi mencurigakan,tahu-tahu berubah jadi penurut.Melayaniku seperti seorang istri beneran,siapa yang tidak heran melihatnya."
"Lah,kita nikahnya beneran kan.Apa ini cuma settingan,sampai beberapa bulan saja terus udahan,begitu?"Kia mendongak menatap mata Bian.
"Nggak gitu,maksudku kamu berubah cuma dalam waktu sehari,aku jadi mikirnya aneh-aneh."
"Maksud kamu,aku mau meracuni kamu untuk bisa kabur,begitu?"Bian mengangguk tanpa ragu.
"Serba salah,deh.Nurut salah melawan tambah salah.Maunya apa sih sebenarnya?"
"Ya sudah,maaf!Ini aku makan."
Kia melirik Bian yang makan dengan lahapnya.Kia senang kalau apa yang dimasaknya dimakan dengan lahap seperti itu.Kia merasa jerih payahnya dihargai.Kia mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan menyodorkannya pada Bian.
"Kalau aku melanjutkan kuliah di sini boleh nggak?"tanya Kia tiba-tiba.
"Oh,ini dia...."lirih Bian.Akhirnya terjawab sudah kecurigaan sikap baik Kia yang tiba-tiba.
Bian mengambil ponsel Kia dan melihatnya.
"Eh,pertanyaan macam apa itu?Emangnya ada alasan lain selain untuk belajar?"Kia mengerutkan keningnya.
"Lagian aku juga bosan di apartemen terus,nggak ada kerjaan."
Bian menghela nafas dan menyelesaikan makannya tanpa berkomentar apapun mengenai permintaan Kia.Kia mengerucutkan bibirnya.Apa Bian tidak mau mengeluarkan uangnya untuk biaya kuliahnya?pikir Kia.
"Kalau memang kamu nggak mau membiayai kuliahku,aku bisa cari sendiri kok."
Bian mengecup kening Kia dan pergi dari sana.Kia kesal tidak mendapat respon baik dari Bian.Kia membereskan bekas Bian sarapan tadi lalu pergi ke kamarnya.Seharian Kia berada di dalam kamar.Ponselnya dinonaktifkan sebagai bentuk protesnya kepada Bian.
"Dasar bocah!"gumam Bian setelah mendapat laporan dari Pak Ali kalau Kia tidak keluar seharian ini.
"Rama,kau sudah melakukan apa yang ku pinta tadi?"
"Ya,Tuan!Ini berkas yang harus diisi!"Rama memberikan beberapa lembar kertas.
__ADS_1
Bian mengangguk,"Ok!"
Bian memasukkan kertas-kertas itu ke dalam tasnya dan bersiap untuk pulang.Akhirnya mereka pulang dan berhenti sebentar ke sebuah restoran untuk membeli makanan.Bian yakin Kia belum makan sejak dia berangkat tadi karena sedang merajuk.
Ting....
Pintu lift terbuka,Bian dan Rama keluar langsung menghampiri Pak Ali dan Pak Beno yang menunggu di depan pintu apartemennya.Bian masuk membawa paper bag makanannya sementara Rama mengajak Pak Ali dan Pak Beno makan di kamar depan apartemen Bian yang memang diperuntukkan untuk mereka beristirahat.
Ceklek.....
Bian membuka pintu kamarnya dan mencari keberadaan istrinya yang seperti bocah itu.Suara gemericik air terdengar dari kamar mandi.Bian mendekati pintu,niat hati ingin membukanya dan bergabung dengan Kia di bawah shower.Tapi apalah daya,pintunya terkunci.Bian duduk di sofa menunggu Kia selesai mandi.Tak lama setelah itu,Kia keluar dengan menggunakan piyama mandinya yang menampakkan setengah pahanya yang putih mulus.Rambutnya dibungkus dengan handuk kecil.
Kia terkejut melihat Bian yang menatapnya intens.Kia merapatkan handuk kimononya menyadari tatapan Bian yang seperti ingin menerkamnya.Walaupun mereka sudah melakukan 'itu' dua kali,tetap saja Kia merasa malu.Bian mendekat dan memeluk Kia,menghirup wangi tubuh Kia.Bian mencium leher Kia dengan gigitan kecil.Kia tersentak dan mendorong dada Bian.Kia buru-buru masuk untuk mengganti baju.
Bian menyunggingkan senyumnya,gemas sekali rasanya.Bian masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih.Bian harus mendinginkan tubuhnya yang hampir terbakar gairah karena Kia.
Kia keluar dari kamarnya menuju dapur.Dilihatnya paper bag yang Bian bawa tadi dan dikeluarkannya makanan-makanan itu.Matanya berbinar melihat makanan kesukaannya dan dibawa ke kitchen set untuk disiapkan.
Kia menunggu Bian di meja makan sambil memainkan ponselnya.Bian datang dan meletakkan kertas yang Rama berikan tadi ke atas meja dihadapan Kia.
Kia melihatnya dan menatap Bian tidak percaya.Bian mengangguk dan mengacak-acak rambut Kia.
"Ini formulir pendaftaran mahasiswa baru?"Kia melompat-lompat kecil di depan Bian.
Bian merentangkan tangannya mengharapkan sebuah pelukan.Tapi Kia malah duduk kembali dan memeluk kertas formulir itu lalu membacanya.
"Hufth....."Bian menghembuskan nafasnya panjang dan duduk di samping Kia.
Ternyata tidak sulit membuat Kia bahagia. Bian juga ikut tersenyum melihat senyum Kia.
"Tapi ini ada syaratnya loh,"ucap Bian menyampirkan rambut Kia ke belakang telinganya.Kia menatap Bian cemberut.
"Kamu kuliah untuk belajar,bukan untuk pamer gaya.Jangan dekat-dekat dengan lawan jenis.Inget,kamu sudah menikah,paham!"
Kia mengangguk dengan semangat.Memang itulah tujuan Kia.Kia harus mempersiapkan diri kalau seandainya Bian sudah tidak menginginkannya lagi.Kia akan belajar sebaik mungkin dan kalau bisa lulus dengan cepat.Setidaknya,kalau ijazah sarjana sudah dimilikinya,mudah-mudahan akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
__ADS_1