
Karena cuaca yang seolah tidak menyukai Bian,dengan berat hati Bian mengambil penerbangan esok harinya.Bian yang terus menggerutu karena Kia yang tak kunjung menjawab panggilan teleponnya, menghubungi nomor Pak Ali demi mengetahui apa yang dikerjakan oleh istrinya itu sampai tidak bisa menjawab telpon darinya.
"Iya,Bos?"
"Di mana istriku?"
"Non Kia ada di apartemen,Bos!"
"Yang benar?"
"Iya,Bos!"
"Kenapa tidak menjawab panggilanku?"
"Ehm....saya kurang tahu,Bos!"
"Kamu panggil dia!"
"Sebentar,Bos!"
Pak Ali memencet bel dan tak lama,Kia membuka pintunya.
"Ada apa,Pak Ali?"
"Ini!Bos telepon,Non."Pak Ali menyerahkan ponselnya kepada Kia.
"Loh,kenapa dikasih ke saya,Pak?"bingung Kia.
"Bos bilang,Non Kia tidak mengangkat telponnya.Makanya Bos menghubungi saya."
"Owalah.....!!!"Kia menepuk jidatnya.
"Bilang ke Dia suruh menghubungi saya aja ya,Pak!"Kia langsung masuk dan berlari ke kamarnya.
Saat Kia membuka pintu,tepat sekali ponselnya berdering.Panggilan video dari Bian pun masuk dan segera digesernya ke atas tombol hijau pada ponselnya.Wajah Bian yang cemberut terpampang jelas di layar ponsel Kia.
"Ke mana aja,sih?Dari tadi ditelpon nggak diangkat-angkat."
__ADS_1
"Tadi itu,aku lagi di dapur dan HP nya ku tinggal di kamar.Jadi nggak denger kalau ada panggilan masuk."
"Ngapain di dapur jam segini?Kamu sudah makan,kan?"
Kia melihat jam di atas nakas.Sudah jam setengah sepuluh malam.
"Baru juga jam setengah sepuluh.Emangnya nggak boleh ke dapur di jam segini?"
"Kamu nggak usah banyak alasan.Kamu pasti lagi asik nonton Drakor,kan?Sampai lupa makan.Atau jangan-jangan kamu juga belum mandi?"
"Hei,Pak Tua!Anda jangan sembarangan menuduh,ya!"
"Kia......!"
"Maaf,keceplosan."
"Lain kali,jangan seperti ini lagi!Aku khawatir kalau kamu nggak bisa dihubungi.Kamu juga nggak pernah inisiatif untuk meneleponku lebih dulu."
"Iya,maaf!Apa urusannya sudah selesai?"
"Hem.Sebentar lagi,hubungan kita akan diketahui juga oleh keluargaku."
"Hem.Aku harap kamu sabar menunggu selama aku mengurus semuanya sampai benar-benar clear."
"Oke,nggak masalah."
"Besok pagi,aku pulang!Dan Rama akan menjemputmu di apartemen.Kamu harus menunggu kedatanganku di bandara!Besok kamu nggak ada jadwal,kan?"
"Baiklah."
"Yang ikhlas dong jawabnya!Pake full senyum gitu!"
"Banyak mau,ih!"
Bian dan Kia terus bercerita sampai sama-sama tertidur tanpa mematikan sambungan videonya.
Keesokkan harinya,Kia telah bersiap menunggu Rama menjemputnya.Kali ini,Kia memoles sedikit wajahnya agar terlihat lebih segar.Dengan style ala Koreanya,Kia mematut lagi penampilannya di cermin.Midi dress motif floral kecil berwarna hitam dipadukan dengan wedges Korea berwarna senada,Kia terlihat begitu cute.Mengundang semua mata tertuju padanya.Kia mengambil Sling bag nya dan segera turun karena Rama sudah memberitahunya via chat bahwa dia sudah di depan pintu.
__ADS_1
Dengan mengalunkan langkahnya bahagia,Kia membuka pintu dan tersenyum kepada semua orang yang melihatnya di depan pintu.
"Selamat pagi!"sapanya ceria.
Rama yang melihat penampilan Kia,menatapnya kagum.Namun semenit kemudian Rama menggelengkan kepalanya kuat.Menyadarkan dirinya sendiri bahwa itu tidak pantas dia lakukan.
"Mari,Nona!"
"Bapak-bapak sekalian sudah sarapan?"tanya Kia pada ketiga pria yang terpaut usia lebih jauh darinya itu.
"Sudah,Nona!jawab ketiganya kompak.
"Oke!Mari kita berangkat!"ujar Kia semangat.
"Sepertinya Non Kia senang sekali Bos pulang hari ini,"bisik Pak Beno pada Pak Ali.
"Syukurlah,mereka bahagia dengan pernikahan ini."jawab Pak Ali.
Rama yang mendengar bisik-bisik antara Pak Beno dan Pak Ali juga merasa bersyukur, Tuannya mendapatkan kebahagiaan bersama dengan Kia.Rama adalah salah satu orang yang paling tahu bagaimana kehidupan Bian selama ini.
Sesampainya di bandara,Kia terlihat tidak sabar menanti kedatangan suaminya itu.Beberapa kali dia duduk lalu berdiri,melihat sekitarnya.Tanpa mempedulikan mata pria yang memandangnya kagum.Justru Rama lah yang merasa was-was karena hal itu.Tuannya pasti tidak akan merasa senang melihat wanitanya dilirik oleh pria lain.
Setelah menunggu beberapa menit,akhirnya Bian menampakkan batang hidungnya.Walau masih dengan masker dan kacamata hitamnya.Rama memberitahu Kia kedatangan Bian.Dari jauh,Bian menggeram menahan kekesalannya melihat istrinya melambaikan tangan dengan senyum yang menampilkan gigi kelinci yang terlihat begitu manis.Ditelisiknya penampilan istrinya itu.Bian segera menghampiri mereka dan langsung memeluknya.Tak ingin istrinya terus dipandang oleh pria lain,Bian menarik Kia untuk segera pergi dari sana.
"Siapa yang menyuruhmu berdandan secantik ini?"sewot Bian membuka masker dan kacamatanya.
"Apaan,sih!Aku dandan khusus untuk menyambut kepulangan suamiku,tahu!"
"Oh,ya?"
Bian menarik dagu Kia dan mencium bibir candu itu.Menyesapnya bahkan membelit lidahnya tanpa memperdulikan Rama yang tengah menyetir di depannya.Kia mendorong dada Bian,tidak ingin Bian berbuat lebih jauh. Malu juga kalau harus mempertontonkan kemesraan di depan orang lain.
"Tunggu sampai di apartemen!"bisiknya di telinga Bian.
Bian melirik istrinya yang sudah mulai berani menggodanya dan mencubit hidungnya gemas.
"Memangnya mau ngapain di apartemen?"pancing Bian.
__ADS_1
"Mau sarapan,dong!Tadi belum sempat sarapan karena buru-buru,soalnya."
"Hufth.........kamu memang paling bisa membuatku kesal,"sewot Bian.