Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Jalan-jalan ke Mall


__ADS_3

Di mansion utama Bian, seorang wanita cantik sedang menikmati sarapan paginya.Seline tidak lagi heran mendengar kalau Bian sudah pergi bekerja pagi-pagi sekali seperti yang dilaporkan maid yang ada di sana.Hal inilah yang selalu terjadi setiap harinya.Meja makan itu tak pernah diisi oleh tuan dan nyonyanya secara bersamaan.


Dert......dert......


ponselnya bergetar saat panggilan dari seseorang masuk.


"Halo,Ma!Selamat pagi!"


"Selamat pagi,sayang!"


"Ada apa,Ma?Pagi-pagi sudah nelpon"


"Katanya,Bian hari ini ke Singapura?Benar?"


"Hem!"


"Kok kamu nggak ikut sih,sayang?Kamu lagi free kan Minggu ini?"


"Males ah,Ma.Bian juga pasti sibuk bekerja.Mending liburan sendiri,bebas."

__ADS_1


"Kamu jangan begitu terus,dong!Nanti lama-lama Bian lepas dari genggaman kita.Kamu tahu sendiri kan, perusahaan Papa kamu lagi banyak masalah sekarang ini.


Usahakan kalian jangan sampai berpisah ya,Nak!Kita sangat membutuhkan sokongan dana dari Bian untuk mempertahankan perusahaan."


"Mama tenang aja sih!Bian nggak akan mungkin menceraikan aku,kita itu saling membutuhkan."


"Ya sudah kalau begitu,Mama cuma mengingatkan.Jangan suka bermain api di belakang Bian,nanti semuanya akan kena imbasnya!"


"Hem.."


Seline menutup panggilan telepon Mamanya dan menyelesaikan sarapannya.Hari ini,dia akan berlibur ke Bali bersama teman-temannya.


* * *


"Hufth......"


Kia tak habis pikir dengan pak tua tampan satu ini.Bisa-bisanya menampilkan wajahnya dilayar ponsel orang.


Ting....

__ADS_1


Ponselnya berbunyi pertanda pesan masuk.Ternyata ponselnya sudah ada kartu SIM-nya.Kia melihat nama yang tertera di sana.


'Husband'


*Jangan diganti!*


Kia membacanya dengan mencebikkan bibirnya.Setelah itu,Kia membuka fitur-fitur canggih yang ada di sana tanpa membalas pesan yang Bian kirim.Bian yang di seberang sana sangat jengkel dan ingin segera memarahi Kia.Tapi, pekerjaannya sudah menunggu.Akhirnya Bian menyimpan emosinya dengan menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.


Kia masih sibuk mengotak-atik ponselnya sambil berguling-guling di kasur empuknya.Ada beberapa aplikasi yang Kia tidak mengerti.Kia merasa ponsel itu terlalu canggih untuknya.Padahal ponsel untuk Kia asalkan bisa untuk menelpon,mengirim pesan,dan menonton saja sudah sangat disyukurinya.


Kia mencari nama Abian Abraham pada mesin pencari.Kia penasaran siapa sebenarnya Abian Abraham.Beberapa artikel muncul dan menampilkan beberapa foto Bian dengan jas kerjanya.Di sana hanya membahas tentang perusahaannya juga prestasi-prestasi yang didapatnya.Ada juga tentang kedekatan Bian dengan beberapa publik figur.Keluarganya tidak tercantum dalam artikel tersebut.Apalagi tentang pernikahannya dengan Bian.Kia jadi berpikir, sampai kapan pernikahannya akan berlangsung.Hutang ayahnya sebesar tiga ratus lima puluh juta,apa harus dibayar dengan menjadi istrinya selama satu tahun.Kia jadi murung memikirkannya.Masih muda sudah OTW janda.


Daripada memikirkan itu sekarang,lebih baik dia jalan-jalan ke mall.Bian juga sudah memberikan izinnya sebelum pergi tadi pagi.Kia bergegas turun dari ranjang dan bersiap-siap.Hari ini Kia akan melakukan apapun yang belum pernah dilakukannya saat di desa.


"Non Kia mau pergi ke mana?"pak Ali bertanya saat mereka sudah masuk ke dalam mobil sedangkan pak Beno siap mengiringi dengan motornya di belakang.


"Kita ke mall!"seru Kia semangat.


Pak Ali tersenyum kecil melihat keceriaan istri Bossnya itu.Nonanya ini memang masih bocil setengah dewasa.Jadi,wajar kalau masih agak kekanakan dalam bersikap.Pak Ali pun melajukan mobilnya perlahan.Sesampainya di mall,Kia berdecak kagum melihat suasana di sana.Banyak anak muda di sana.Ini memang sudah agak sore,jadi wajar kalau banyak para remaja yang mengunjungi mall tersebut.Walau hanya untuk sekedar cuci mata atau jalan-jalan saja.

__ADS_1


Kia ingin melihat-lihat semua yang ada di sana sampai lantai teratas.Tapi,saat akan menaiki tangga eskalator,Kia jadi agak was-was.Takut kakinya terjepit nanti saat sudah sampai di atas.Dengan ragu-ragu,Kia menginjakkan kakinya di pijakan pertama.Pak Ali dan Pak Beno yang mengikuti dari belakang tidak bisa menahan tawanya.Pak Beno pun memotret Kia yang berdiri tegang di tangga dan segera mengirimnya pada Bian.


Saat sudah semakin dekat,Kia mengambil ancang-ancang untuk melompat.Kia mengelus dada bersyukur karena sudah selamat sampai ke lantai dua.Para pengunjung geleng-geleng kepala,tersenyum melihatnya.Cantik-cantik udik, pikir mereka. Kia tidak peduli apa yang orang pikirkan karena dia tidak merasa melakukan hal yang salah.


__ADS_2