Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Bian,Perusak Suasana


__ADS_3

Nyonya Sofia seakan mendapat semangat baru saat mendapat kejutan dengan kedatangan putra beserta keluarga kecilnya.Menantu yang dulu ditolaknya mentah-mentah bahkan pernah ditamparnya itu telah mengembalikan kebahagiaan putranya.


Mereka pikir,keyakinan putranya yang mengatakan kalau istrinya masih hidup hanyalah sebuah harapan dari seorang suami yang belum menerima kepergian orang yang dicintainya.


Namun,kenyataannya hati Bian memang benar-benar merasakan kontak batin yang kuat pada istri kecilnya itu.Salah satu bukti bahwa Bian memang sangat mencintai Kia.Merekalah yang tidak bisa melihat hal itu.


"Key,cepetan dong!Lama banget beres-beresnya,"ucap Nyonya Sofia.


"Iya-iya,buru-buru banget!"gerutu Key.


Dari sejak kepulangan Bian ke mansion,nyonya Sofia sudah merongrong suaminya agar meminta dokter untuk memberinya izin pulang.Dia sudah tidak sabar bermain dengan cucu yang sudah lama diharapkannya.


"Sudah siap pulang?"tanya tuan David menghampiri istrinya.


"Key ini loh,Dad!Disuruh beresin baju doang lamanya minta ampun.Makanya,jangan apa-apa nyuruh mbak yang ada di mansion.Kamu juga harus bisa melakukan pekerjaan rumah walau cuma beresin kamar kamu sendiri.Sebel Mommy jadinya!"omel Nyonya Sofia.


"Ish ... Mommy yang buat Key buru-buru,Key jadi nggak konsen ini,"protes Key.


"Kamu itu,dibilangin orang tua,ada aja jawabannya,"gemas Nyonya Sofia mencubit lengan putrinya.


"Awww ... Mommy,sakit!"adu Key.


"Sudah ... kalian ini,ayo kita pulang!"seru tuan David merangkul pinggang istrinya.


* * *


Di mansion,Kia tengah menelisik kamar pribadi milik suaminya saat masih tinggal di sana.Biyan masih tertidur pulas di ranjang king size papanya.Mansion itu begitu luas,banyak barang berharga di dalamnya.


Ini kali pertama Kia memasuki sebuah mansion yang terlihat bak istana.Matanya tak berhenti menatap penuh kekaguman saat kakinya menginjak halaman luas saat baru sampai tadi.


Tapi sayang,di rumah yang seluas itu,hanya dihuni oleh tiga orang.Tuan David,nyonya Sofia beserta putri mereka,Key.Di bagian belakang,tak jauh dari mansion utama,terdapat paviliun yang dibangun untuk para pekerja.


"Lihat apa?"tanya Bian memeluk Kia dari belakang.


"Mansion kamu luas banget,ada tamannya juga,"tunjuk Kia pada taman yang ditanami bunga-bunga cantik.

__ADS_1


Balkon kamar Bian memang langsung menghadap pada taman.Kini Kia sedang berdiri di dekat pagar pembatas balkon.


"Ini mansion milik Daddy,bukan milikku!"ucap Bian meletakkan dagunya di bahu Kia.


"Kamu benar.Tapi, apartemen kamu dulu juga mewah banget!"


"Itu apartemen kamu,bukan milikku!"ucap Bian.


"Hah?"Kia membalik tubuhnya menatap Bian.


Kedua tangan Bian mengurung tubuh istrinya pada pagar pembatas balkon.Bian melengkungkan senyumnya melihat raut bingung di wajah Kia.


Cup


Bian mengecup bibir Kia sampai membuat Kia terdorong merapat pada pagar.Kia mendorong dada Bian, melepaskan ciumannya.


"Kamu bilang apa tadi?"


"Yang mana?"


"Ckk ...,"Kia berdecak kesal.


"Ish ... sakit!"manja Kia.


"Coba mana yang sakit?Biar aku tiup!"Bian menangkup wajah Kia.


"Kenapa bisa,apartemen itu jadi milikku?"tanya Kia heran.


"Ya bisa dong.Apartemen itu sudah atas nama kamu sejak kamu menjadi istriku!Itu hadiah pernikahan kita,"jelas Bian.


"Oh,sejak aku jadi istri simpanan pak tua ini!"ucap Kia mengangguk-anggukkan kepalanya.


Mendengar Kia yang menyinggung tentang pak tua,membuat Bian mendengus tak suka.Itu sudah lama berlalu,tapi istrinya ini selalu mengingatkannya akan umurnya yang terpaut jauh.


Tanpa aba-aba,Bian menarik pinggang Kia agar menempel padanya.Diciumnya bibir itu lagi dan lagi.Mata Kia membulat sempurna karena terkejut dengan apa yang Bian lakukan.Bian memperdalam ciumannya dengan menekan kepala istrinya itu.

__ADS_1


"Emmpth ... Mas,malu nanti dilihat orang!"cicit Kia mendorong dada suaminya.


Untuk sejenak,Bian melepaskan ciumannya."Tidak akan ada yang berani melihat kemari!"Bian kembali mencium bibir candu istrinya itu.


Kia pun membalasnya dan melingkarkan tangannya di leher Bian.Ciuman itupun begitu menggebu,sampai mereka tidak sadar kalau ada yang memperhatikan dari bawah.


Seseorang dari bawah,dengan berani melempar kerikil pada pasangan yang sedang berciuman itu.Satu kali,lemparan tidak berhasil mengejutkan suami-istri itu.Sampai pada lemparan ke lima,kerikil kecil itu tepat mengenai pagar besi sehingga menimbulkan bunyi yang mengejutkan Bian dan juga Kia.


Keduanya melihat ke sana kemari mencari pelaku yang melempar kerikil.Bian melihat bayangan adiknya pada air kolam ikan Daddy-nya.


"Rama ...!"teriak Bian.


Rama yang sedang fokus pada ponselnya segera berlari ke arah sumber suara.Rama mendongakkan kepalanya melihat Bian.


"Tangkap penyusup yang sudah melempar batu kerikil padaku!"teriak Bian dengan sengaja.


"Baik,Tuan."


"Ram,orangnya bersembunyi di balik gazebo sana,"tunjuk Bian dengan suara keras.


Mendengar kakaknya menyebut gazebo,Key jadi menelan ludahnya yang tercekat di tenggorokan.Dari mana kakaknya itu tahu kalau dia bersembunyi di sana,pikir Key.


Dia jadi panik sendiri mendengar langkah kaki yang mengarah padanya.Dengan tergesa,Key keluar dari persembunyiannya dan berlari sampai menabrak Rama yang berjalan kearah gazebo.


Karena kaki Key yang tergelincir,Rama yang tidak siap menahan tubuh Key pun ikut terjatuh ditimpa tubuh Key.Keduanya jadi terdiam kaku saling menatap.


Bian dan Kia yang melihat dari jauh membulatkan matanya.Kia jadi senyum-senyum sendiri dengan kondisi yang terjadi diantara Rama dan Key.Menurutnya itu sangat romantis.


"Key ...!Bangunlah!Rama keberatan dengan tubuh kamu yang bulat itu,"teriak Bian menyadarkan keduanya.


"Perusak momen,"kesal Kia menepuk lengan suaminya.


Sementara dibawah,terjadi kecanggungan diantara Rama dan Key.Keduanya jadi salah tingkah dan juga salah jalan.Saat Rama akan ke kiri,Key juga begitu.Begitupula sebaliknya.Kok,kayak FTV ya ...


Di dalam,Tuan dan Nyonya David melihat kejadian itu dari balik jendela kaca.Tadinya tuan David hendak mengantar istrinya istirahat di kamar.Tapi,mendengar teriakkan Bian,mereka jadi tertarik ingin mengetahui apa yang terjadi.

__ADS_1


"Apa mereka ada hubungan?"tanya tuan David.


"Kalaupun ada,biarkan Key menentukan sendiri kebahagiaannya.Cukup Bian yang menderita karena keegoisan kita,"ucap Nyonya Sofia yang diangguki suaminya.


__ADS_2