Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Tersulut Emosi


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan waktunya makan siang.Bian dan Rama yang baru saja menemui kliennya dari KL,terus melipir ke sebuah restoran tak jauh dari tempat pertemuannya tadi.


Kia juga sudah terus mengingatkan supaya jangan sampai telat makan lewat pesan singkat yang terus dikirimnya.


"Pak Bian!Anda Pak Abian Abraham,kan?"


Seseorang menyapa Bian yang baru saja keluar dari toilet.Bian menyipitkan matanya memasang wajah datar dan dingin melihat orang yang menyapanya.


"Iya,saya Abian Abraham.Anda....?"


"Nggak mungkin Anda tidak mengenal saya.Bukannya anak buah Pak Bian pernah mencari tahu tentang saya?"tanya seseorang itu dengan wajah yang datar pula.


"Ya...ya.....Anda benar sekali,Pak Dani Prananda.Anak dari pemilik showroom terbesar di negeri ini,apa saya benar?"


"Apa cuma itu yang Pak Bian tahu tentang saya?"


"Langsung katakan saja,apa yang Anda inginkan?"tanya Bian tak ingin berlama-lama.


"Saya menyukai Azkia Putri."


Pak Dani mengucapkan kalimat pernyataan itu dengan sangat lantang tanpa ragu dan takut,kalau pria yang ada dihadapannya akan membuatnya babak belur.


"Kau tahu siapa itu Azkia Putri?"Bian menggertakan giginya.


"Istri simpananmu,"ucap Pak Dani.


"Kau!"Bian menarik kerah baju Pak Dani.


"Apa aku salah?"tanya Pak Dani seolah memprovokasi Bian


Tatapan kedua pria itu seakan bertarung.Bak sebuah samurai tajam,mereka seperti sedang berperang dengan saling mengintimidasi lewat tatapan.


"Tidak usah ikut campur dalam urusan pribadiku!Kau hanyalah dosen di tempatnya menimba ilmu,"gertak Bian.


"Hehm,apa salahku?Aku hanya menjawab apa yang kau tanyakan padaku,"Pak Dani tersenyum miring.


Bian melepaskan cengkeramannya dari kerah baju Pak Dani sampai Pak Dani sedikit terdorong ke belakang.Kekesalannya bertambah karena Pak Dani seolah mempermainkan emosinya.Siapa juga yang memberitahunya bahwa Kia adalah istrinya.Bian lupa kalau Mommynya pernah melabrak istrinya itu di kampus.


"Soal perasaanku pada Kia itu benar adanya.Saya bahkan sudah dengan terang-terangan mendekatinya.Tapi sayangnya,Kia tidak pernah merespon dan malah menghindar.Dia bahkan sudah mengungkapkan bahwa Dia sudah menikah."

__ADS_1


Kecewa,itulah yang Pak Dani rasakan saat membicarakan tentang wanita yang disukainya ternyata sudah dimiliki oleh orang lain.Bian tertegun mendengar penuturan Pak Dani kalau Kia mengakui pernikahannya di depan dosennya yang memiliki rasa padanya.


"Kia wanita yang baik dan sederhana.Kenapa Anda tega menipunya seperti itu?"tanya Pak Dani kembali membuat kesal Bian.


"Menipu?"kesal Bian.


"Anda menikahinya secara diam-diam dan tidak memberitahunya tentang status Anda yang sudah menikah,apa namanya kalau bukan menipu?"


"Lebih baik kau urus urusanmu sendiri!"Bian membalik badan dan melangkah pergi.


"Kenapa?Kau takut Kia pergi?Dia tidak mencintai Anda?"


Bughhh.....


Tonjokan keras Bian layangkan pada hidung Pak Dani sampai mengeluarkan darah.Bian kembali mencengkram kerah baju Pak Dani dan mendorongnya sampai ke dinding.


"Anda tidak tahu apa-apa tentang hubungan kami,jangan melewati batasan Anda yang hanya sebagai seorang dosennya,paham?"


"Uhhuuukkkk........,"Pak Dani terbatuk saat Bian melepaskannya.


Tak ingin terpancing emosi lebih lagi,Bian pergi meninggalkan Pak Dani yang masih terbatuk.Bian mendekati Rama yang masih menunggunya tanpa menyentuh makanan yang sudah tersedia di atas meja.


"Tapi makanannya,Tuan?"tanya Rama heran.


"Ya sudah,kau saja yang makan.Aku ke kantor sendiri!"seru Bian.


"Tuan,Nona Kia minta foto Tuan yang sedang makan!"Rama menunjukkan pesan yang Kia kirim.


"Hufth........bawa saja makanannya ke kantor!"kesal Bian sampai menjadi pusat perhatian pengunjung yang lain.


Bian segera pergi dari restoran itu menuju mobilnya.Di dalam mobil,Bian terus mengatur nafasnya yang naik turun akibat amarahnya pada dosen yang menyukai istrinya itu.Dari awal,dia sudah tahu kalau tatapan dosen itu pada istrinya beda dari yang lain.Dan sekarang terbukti,dosennya itu bahkan sudah mengakuinya langsung di hadapannya.


Tangannya mengepal kuat saat kembali mengingat pernyataan Pak Dani tadi.Sudah tahu Kia sudah menjadi istri seseorang,masih berani mengungkapkan perasaannya langsung pada suaminya lagi.


"Lama banget sih?"gerutu Bian saat Rama masuk membawa paper bag dari restoran tadi.


"Maaf,Tuan!"ucap Rama seraya menunduk kecil.


Apa salah dia kalau agak sedikit lama,itukan karena Rama harus meminta makanan mereka bisa dibawa.Kenapa jadi dia yang kena amuk.Nasib.....nasib.....

__ADS_1


* * *


Kia terus melihat gambar janinnya yang dokter berikan saat dia pertama kali melakukan USG.Tak sabar rasanya memberitahu kabar bahagia ini pada suaminya.Tapi,kalau dipikir-pikir,sidang perceraian kan memakan waktu lama dan itu juga tidak setiap hari harus mengurusnya.


Kenapa suaminya harus menginap di sana?Kalau dia pulang kan ngga apa-apa.Atau itu hanya alasan si 'Pak Tua' nya aja untuk perlahan menjauh darinya.Kenapa akhir-akhir ini pikiran negatif selalu mampir ke otaknya.


Kia membuang nafasnya agar pikiran itu enyah.Kasihan calon bayinya kalau dia terus banyak pikiran.Dari pada terus negatif thinking,lebih baik Kia menanyakan langsung pada suaminya itu.Kia men-dial nomor suaminya dan langsung tersambung pada Bian.


"Halo,Sayang.Kenapa?"


panggilan sayang cukup menghibur Kia yang sedang gundah gulana karena pikirannya sendiri.


"Istri sendiri nelpon kok nanya kenapa.Emang harus ada apa-apa dulu baru boleh nelpon?"


"Nggak gitu.Ya ampun,sensi banget sih!"


"Kamu kapan sih pulangnya?Urusan kamu sama Dia kan nggak dilakukan setiap hari,kenapa harus nginep di sana sih?Oh,iya!Kamu kan masih sah suaminya ya.Jadi,sekarang jadwal kamu sama Dia ya?"


Kia nanya-nanya sendiri jawab-jawab sendiri.


"Apa sih Sayang.Kebetulan urusan kantor lagi banyak-banyaknya.Jadi,daripada bolak-balik kan jauh."


"Bener?"


"Iya.Kalau nggak percaya tanya saja sama Rama!"


"Nanya kok sama Pak Rama.Tapi,kamu bisa nggak weekend ini ke sini?Aku mau menyampaikan sesuatu yang sangat penting."


"Sesuatu yang penting apa?"


"Ish....ini tuh nggak bisa dibicarakan lewat telepon,harus langsung tatap muka."


"Kamu jangan aneh-aneh ya Kia!Kalau kamu mau ngomongin hal yang bisa bikin aku marah,lebih baik nggak usah!"


"Nggak kok,justru ini tuh kabar yang bahagia untuk kita."


"Kamu nggak bohong?"


"Pasti."

__ADS_1


"Baiklah."


__ADS_2