Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
I Loved Her First


__ADS_3

Acara resepsi pernikahan Rama dan Key tengah berlangsung.Kedua pasangan pengantin baru itu tampil begitu serasi bak pangeran dan putri raja dari negeri dongeng.


Tuan David menatap penuh haru pada putrinya yang sudah sah dimiliki oleh pria lain.Dia percaya,Rama bisa membimbing dan membahagiakan putri kesayangannya itu.


Dulu,tuan David seringkali tidak bisa hadir tatkala anak-anaknya mengikuti berbagai acara di sekolah.Mereka pun tak jarang mengeluhkan kenapa dirinya selalu pergi disaat mereka membutuhkan sosok seorang ayah seperti teman-temannya yang lain.


Tapi,tuan David tidak bisa berbuat apa-apa karena pekerjaan yang selalu menyita waktunya bahkan saat di rumah pun dia terkadang sibuk dengan pekerjaannya.Begitupula dengan istrinya yang akan ikut serta, menemaninya saat dia harus pergi keluar kota atau bahkan keluar negeri.


Dan sekarang,kedua anaknya telah memiliki kehidupan masing-masing.Mereka sangat bahagia dengan kehidupannya itu.Tuan David dan nyonya Sofia saling berpegangan tangan dengan senyum yang tak pernah luntur dari pasangan pengantin baru itu muncul dan menyapa setiap tamu yang hadir.Pestanya masih diadakan di tempat yang sama.Tapi, acaranya dibuat lebih santai.


"Daddy sangat bahagia melihat senyum ini!"ucap tuan David menempelkan kedua telunjuknya di kedua sudut bibir Key yang terus tersenyum.


"Terima kasih,Daddy sudah merestui kami."


Key memeluk erat pria yang menjadi cinta pertama dalam hidupnya itu.Tuan David menangkup pipi putrinya dan mencium keningnya seraya mendoakannya agar selalu berbahagia.Key menutup matanya dengan senyum yang masih terpatri di wajah cantiknya.


"Bolehkah pria tua renta ini berdansa dengan Tuan Puteri yang sangat cantik ini?"izin tuan David pada menantunya.


Setelah mendapatkan anggukan dari menantu barunya,tuan David mengulurkan tangannya mengajak sang putri ke panggung yang tersedia.Ia tinggalkan sejenak putrinya ditengah panggung yang dikelilingi oleh meja tamu untuk meminta penyanyi yang khusus dihadirkan untuk memeriahkan acara, menyanyikan sebuah lagu yang mewakili perasaannya.


Tuan David kembali menghampiri putri cantiknya dan mengulurkan tangannya.Key tersenyum dan menyambutnya dengan bahagia.Ayah dan putri itu mulai menggerakkan badannya saat lagu yang tuan David pinta mulai mengalun dengan indah.


Lagu I Loved Her First by Heartland benar-benar mewakili bagaimana perasaannya saat ini.Bibir kedua orang yang sedang berdansa itu terus tersenyum meski air mata yang tadi sempat tertahan akhirnya luruh juga.


Bian yang melihat sang ibu juga meneteskan air matanya,melirik pada istrinya untuk meminta izin menghampirinya.Kia menganggukkan kepalanya walau suaminya itu hanya menatapnya tanpa suara.


Melihat istrinya yang mengangguk dan tersenyum,Bian segera menghampiri sang ibu tercinta.Bian tiba-tiba berlutut dan mengulurkan tangannya dihadapan sang ibu.

__ADS_1


Tak mengulur waktu,nyonya Sofia pun menerima uluran tangan putranya dan beranjak menuju sang suami yang tengah berdansa dengan putrinya.Tamu yang hadir pun ikut larut dalam keharuan yang tercipta dihadapan mereka.


Saat lagu hampir mencapai akhir,tuan David mengembalikan putri kesayangannya pada pria yang sudah dipercayanya untuk membahagiakannya.Sekali lagi,ia kecup kening Key dengan begitu lembut dan menghapus air mata yang masih terlihat mengalir di pipinya.Begitupula yang dilakukan Key.


Semua tamu yang hadir pun bertepuk tangan.Bian kembali menggandeng Ibunya untuk duduk di kursinya tadi dan kembali menghampiri istri dan putranya.


Kia tersenyum hangat dan menghapus setetes air mata yang tak terasa jatuh di pipi suaminya.Bian mengambil putranya dan mendudukkannya di pangkuannya.Dia peluk Biyan dengan erat dan menciuminya seakan dia juga akan segera merelakan putranya dimiliki pasangannya.


Rama merangkul pundak istrinya yang terus menatap punggung sang ayah yang pergi menghampiri ibunya.Mungkin dia pun akan merasakan hal yang sama suatu hari nanti,seperti lirik dalam lagu yang mengiringi dansa ayah mertua dan istrinya tadi.


*Someday you might know what I'm going through.


(Kelak mungkin kau tahu apa yang kurasa)


When a miracle smiles up at you.


(Saat sebuah keajaiban tersenyum padamu*)


"Kamu nanti jangan cepat-cepat menikah ya,Nak!"ucap pak Dani mengelus perut Salwa.


"Dia bahkan belum lahir ke dunia,"cibir Bian yang duduk di meja yang sama.


"Suka-suka gue lah.Iri ... bilang,Bos!!!"seru pak Dani membalas.


Kedua istri dari pria yang selalu berdebat jika bertatap muka itu menepuk jidatnya masing-masing.Bian dengan senang hati membalas setiap perdebatan yang pak Dani lontarkan.Keduanya seperti tak sadar umur.


Mereka terus saling menyindir sampai ponsel Bian berbunyi.Nama Arya tertera pada layar ponsel itu.Bian segera berdiri dan menjauh untuk mengangkat panggilan tersebut.

__ADS_1


Saat sudah tersambung,Arya tanpa basa-basi melaporkan sebuah kabar yang membuat mata Bian terbelalak dengan tangan yang mengepal kuat.Bian segera menutup panggilan teleponnya dan memanggil pak Ali juga pak Beno yang ia percayai sebagai ketua dari keamanan yang dibentuknya.


Pak Ali dan pak Beno segera mengumpulkan para penjaga yang lain dan menginstruksikan agar lebih memperketat penjagaan.Rama yang melihat kalau kakak iparnya berbicara serius pada pak Ali,permisi sejenak pada sang istri untuk menghampirinya.


"Ada apa,Tuan?"tanya Rama melihat kekhawatiran pada wajah Bian.


"Ckkk ... masih manggil Tuan?"Bian menjawabnya dengan pertanyaan.


"Belum terbiasa ... ada apa Kak Bian?"


Mendengar itu,Bian malah jadi geli sendiri.Usianya dan Rama tidaklah terpaut begitu jauh,hanya sekitar dua atau tiga tahun.Jadi,tak perlulah Rama memanggilnya kakak seperti Key memanggilnya.


"Panggil Bian saja!Nggak usah pake embel-embel Kakak."


Rama pun menganggukkan kepalanya,tak ingin memperpanjang."Ada masalah?"


"Nggak juga.Fokus saja sama acara kalian!"


Meski merasa ada hal yang disembunyikan,Rama memutuskan untuk kembali kepada istrinya yang sedang mengobrol dengan Kia juga Salwa.Begitupun Bian.Walau matanya terus melirik ke sekitarnya,mewaspadai keadaan,dia pun kembali menghampiri meja tempat istri juga putranya berada.


Sampai acara resepsi akan berakhir dan tamu undangan pun mulai mengundurkan diri,tak ada yang mencurigakan di antara para tamu yang berangsur pergi.Bian pun merasa lega dan mengajak istri dan anaknya untuk beristirahat,kembali ke villa.


Kia terus tersenyum karena suaminya itu tak pernah melepaskan gandengan tangannya.Biyan yang digendongnya pun sudah terlelap di bahunya.


Saat akan melangkahkan kakinya keluar dari tempat acara, tiba-tiba suara tembakan mengejutkan orang-orang yang masih berada di sana.


Dor ....

__ADS_1


Jantung Bian seakan berhenti berdetak melihat istrinya yang melepaskan genggaman tangannya lalu terjatuh dengan posisi menekuk lututnya.Tangan Kia seketika memegang bahunya sampai bagian belakang atas sebelah kiri.


"Kia ...!!!"


__ADS_2