Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Frustasi


__ADS_3

Bian terus mengetuk pintu kamar,tapi tak terdengar satu sahutan pun dari istri maupun putranya yang dia yakini berada di dalam kamar.


"Kia ... buka pintunya!Please!"mohon Bian.


"Nak,bilang ke Mama untuk buka pintunya!"


"Kia ... tolonglah,ayo kita bicara!"ucap Bian sudah mulai frustasi.


"Kia ... kalau dalam hitungan ketiga kamu tidak membuka pintu,aku akan dobrak pintunya!"gertak Bian.


Di dalam kamar,Kia duduk mengusap-usap kepala putranya yang berada di atas pahanya.Biyan justru tengah menonton kartun dari ponsel ibunya.Kia menirukan ucapan yang Bian lontarkan dengan mimik muka yang mengejek.


Dia ingin mengerjai suaminya itu.Awas saja!Saat hitungan Bian sudah hampir mencapai angka tiga,Kia membuka pintunya dengan wajah yang terlihat datar dan dingin.


"Syukurlah kamu buka pintunya.Kalau sampai hitungan ketiga pintunya belum terbuka juga,bahu aku pasti sudah terkilir karena mendobraknya,"ujar Bian bercanda.


Tanpa menghiraukan candaan yang tidak lucu sama sekali dari suaminya,Kia melewatinya begitu saja.Kia menuruni anak tangga dengan Biyan dalam gendongannya dan sebuah tas berukuran sedang ditangannya.


Bian melangkah mengekori istrinya yang tak mempedulikannya.Si kecil Biyan pun seperti mendukung apa yang ibunya itu ingin lakukan.Dia hanya diam dalam gendongan sang ibu dan ikut tak menghiraukan papanya.


"Kamu mau kemana,bawa-bawa tas seperti itu?"


Sampai di bawah,Kia memanggil pak Ali untuk menyerahkan tasnya dan berjalan ke taman belakang tempat diadakannya acara tadi.Kia meminta maaf pada semuanya karena acara harus berakhir sebelum waktunya.


Untung semua yang datang sudah makan tadi.Dokter Vino memandang sahabatnya yang terlihat frustasi karena tidak dihiraukan oleh sang istri juga putranya.Mau tertawa tapi kok kasihan,gitu.


Para kerabat sudah pulang dan memaklumi apa yang terjadi,tapi sahabat-sahabat mereka masih tetap berada di sana ingin menonton drama rumah tangga Bian secara live.Apalagi pak Dani,dia yang paling bersemangat untuk mentertawakan Bian.


"Kia jawab aku,kalian ma-"


"Mom,bolehkan kami menginap di rumah Mommy?"tanya Kia memotong ucapan Bian.


"Boleh ... boleh banget malah,"semangat tuan David mengambil cucunya.


"Dad ...!"kesal Bian.


Key dan Nyonya Sofia melipat bibirnya,menahan tawanya.Mereka menikmati wajah memohon Bian.Walau Sania datang kemari atas kesalahan darinya, Nyonya Sofia membiarkannya cenderung menikmatinya.


Bukan maksudnya membuat rumah tangga putranya berselisih,ini hanyalah ujian kecil untuk mereka agar lebih bisa memahami satu sama lain.

__ADS_1


"Ayo Dad kita pulang!"ajak Key memprovokasi.


"Nggak,kalian nggak boleh bawa anakku juga istriku!"tegas Bian.


Tuan David tetap membawa cucu juga menantunya pergi dari taman belakang menuju mobilnya.Bian ingin mencegah istrinya,tapi Kia bahkan tak mau menatapnya.


Bian terduduk lesu di kursi,menatap kepergian istri juga anaknya bersama dengan keluarganya.Dokter Rania menepuk pundak Bian pelan.


"Tenangin diri dulu!"ucapnya.


"Lagian Lo sih,kaget Lo kelamaan.Sampai cipika-cipiki gitu,"ucap pak Dani.


Pak Dani langsung meringis karena wanitanya mencubit perutnya dengan mata yang melotot tajam.Tio dan Fira yang merasa kalau atmosfir di sana sudah tidak kondusif memilih untuk pamit pulang,daripada malah dapat semburan hawa panas dari bosnya.


Berbeda dengan pak Dani dan Salwa juga kedua dokter beserta putri mereka.Mereka masih setia menemani Bian yang tampak lesu.


"Tapi,Lo tahu kan kalo tuh cewek ngincer lo?"tanya pak Dani yang tidak mengetahui siapa Sania.


"Berisik banget sih!"kesal Bian melempar kotak tissue yang ada di meja di dekatnya.


Dengan sigap pak Dani menangkap kotak tissue itu.Senang sekali melihat orang yang sering mendzolimi nya kesal begini.


"Gue sudah bilang jauhi Sania,Lo malah ngajak Dia kerjasama,"oceh dokter Vino.


"Tapi Dia yang menangani proyeknya bukan bapaknya,"balas dokter Vino.


Sementara para lelaki saling berdebat,para wanita malah berkirim pesan dengan Kia.Dua tahun Salwa mengenal Kia,dia tidak mungkin murka hanya karena masalah sepele seperti ini.


Dia mungkin kesal atau bahkan marah,tapi Kia tidak mungkin sampai mau pergi begitu saja tanpa mendengar pembelaan dari suaminya.Pasti ada sesuatu yang akan dia lakukan.


* * *


"Aku keterlaluan banget nggak sih?Ninggalin Mas Bian begitu saja,"ujar Kia dalam perjalanan menuju mansion tuan David.


"Nggak juga sih,menurut gue,"balas Key.


Mereka kini berada dalam satu mobil yang dikendarai oleh pak Ali.Sementara pak Beno,Kia minta untuk tetap di sana bersama Rama juga suaminya.


Sedangkan Tuan David dan Nyonya Sofia juga cucunya,Biyan berada di mobil mereka sendiri.Hanya butuh waktu satu jam yang mereka tempuh untuk sampai di kediaman Tuan David.

__ADS_1


Karena hari sudah petang,Kia langsung memandikan putranya.Setelah itu,baru dia yang bersiap-siap.Kia menatap layar ponselnya yang selalu berbunyi.puluhan panggilan tak terjawab serta pesan dari suaminya.


Kia sengaja tidak membalas ataupun menjawabnya.Dia tidak marah,Kia hanya sedikit kesal dengan kejadian tadi siang.Seharusnya dia tarik saja rambut wanita yang memeluk bahkan mencium pipi suaminya.


Tapi,melihat suaminya juga tidak bergeming untuk menarik diri,Kia malah ingin menjambak rambut suaminya itu ketimbang wanita itu.


"Ponsel Mommy bunyi terus ini dari tadi.Mommy jadi nggak tega sama putra semata wayang Mommy,"ucap Nyonya Sofia memperlihatkan ponselnya yang menampilkan panggilan tak terjawab dari Bian.


"Mommy tenang aja,paling sebentar lagi putra semata wayangnya Mommy itu sampai,"ucap Kia santai.


Ternyata tebakan menantunya itu benar sekali.Tak berapa lama setelah pembicaraan itu,mobil yang dikendarai oleh Rama sampai di depan rumahnya.Dan keluarlah pria yang masih mengenakan setelan yang dipakainya tadi siang dari mobil itu.


Pak Beno tidak ikut karena harus menjaga rumahnya.Dengan tergesa,Bian menaiki tangga menuju kamarnya.Tuan David dan Nyonya Sofia yang berada di ruang keluarga seperti tak terlihat oleh Bian.


"Dasar anak itu,nggak ada sopan-sopannya sama orang tua,"dengus Nyonya Sofia.


"Anak itu,anak kita loh,Mom!"Tuan David menyeruput tehnya.


Sampai di kamar,Bian tidak menemui siapa pun di sana.Bian beralih ke balkon,tempat yang paling disukai sang istri.Namun,Kia tak juga ditemukannya.Kemana istrinya itu berada?


Bian kembali menuruni anak tangga menghampiri kedua orang tuanya yang masih duduk menikmati malam setelah makan malam.


"Mom,Dad,kemana istri dan anakku?"tanyanya memburu.


"Akhirnya kamu melihat Mommy dan Daddy juga,"sinis Nyonya Sofia.


"Sorry,Mom.Aku cuma ingin cepat bertemu dengan anak juga istriku."


"Oh ... kamu cuma ingin bertemu mereka?"tanya tuan David seperti menguji kesabaran sang putra.


Bian mengusap wajahnya kasar,Ada apa dengan kedua orang tuanya ini.Membuatnya tambah senewen saja.Bian duduk menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa.


"Mom,ayolah!Di mana anak juga istriku?"tanya Bian sekali lagi dengan nada memohon.


Kedua orang tua itu saling menatap satu sama lain.Kasihan juga lama-lama melihat putranya yang tampak berantakan.Keduanya saling menghembuskan nafasnya.


"Mereka pergi bersama Key,"beritahu Tuan David.


"Kemana?"tanya Bian cepat.

__ADS_1


Tuan David mengangkat kedua bahunya, begitupula Nyonya Sofia.Bian mencoba menghubungi adiknya itu,tapi Key malah menonaktifkan ponselnya.


"Key ...!"geram Bian.


__ADS_2