
Sampai di ruangannya,Rama segera membacakan agenda kegiatan yang akan dilakukan Tuannya seharian ini.Bian membuka laptopnya dan mulai memeriksa berkas-berkas yang sudah tersedia di atas meja kerjanya.
"Morning,everybody!"sapa Key masuk tanpa mengetuk pintu.
Bian meletakkan berkas yang sedang diperiksanya dengan wajah yang kesal.Key tersenyum manis pada asisten pribadi kakaknya itu,namun hanya dibalas anggukan singkat oleh Rama yang melangkah pergi dari ruangan itu.
"Hufth.....dasar robot,susah banget keknya mau senyum aja!"Key geleng-geleng kepala.
"Mau apa?"tanya Bian langsung.
"Lo kemana aja sih,Kak?Dihubungi susah banget,kek pejabat aja."
Key duduk di kursi depan meja kerja Bian.Key lagi-lagi harus menghela nafas karena omongannya tidak digubris oleh Bian yang kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Hello.....!Gua ngomong sama lo ya,bukan sama rumput yang bergoyang!"Key mengibas-ngibaskan tangannya.
"Kalau mau ngomong yang sopan!Kita Kakak-Adik bukan temen sekolah,ngerti?"
"Iya,Pak guru!"
"Key!"
"Wokeh,Mas bro!"
"Ngapain pagi-pagi sudah kesini?Mau kerja di kantor?"
"Mommy sakit,sudah dua hari ini!"
Bian menghentikan pekerjaannya dan menatap adiknya itu,memastikan.Key mengernyit,ditatap Bian yang seolah tidak percaya dengan ucapannya.
"Kakak nggak percaya sama aku?Wah.....tega banget.Nggak nyangka persaudaraan kita cuma setipis kertas HVS,"Key geleng-geleng kembali.
"Nanti siang,aku pulang!"jawab Bian singkat.
"Udah,gitu doang!Hufth......lelah jiwa hayati dikelilingi pria bak kanebo kering.Tahu gitu,aku chat-in aja tadi.Ngapain repot-repot gini,coba.Nggak ada basa-basi nya sedikit,nawarin minum kek."
"Butik kamu udah tutup?"tanya Bian tanpa perasaan.
__ADS_1
"Enak aja!"
"Kenapa masih disini?"
"Iya.....iya.....aku pergi!Bye......"
* * *
"Pak Ali!Bapak tadi lihat nggak mukanya Mas Bian?"
Pak Ali menautkan alisnya,"Emang kenapa Non,sama mukanya Bos?"
"Nggak kenapa-kenapa sih.Maksudnya itu,mukanya itu kelihatan kesel atau marah atau apa gitu?"
"Emmm.......perasaan sih biasa aja deh,Non."
"Oh....Oke,baiklah."
"Bestie.....!"sambut Fira saat Kia keluar dari mobil.
"Apa sih,lebay bet deh kalian!"Tio melerai pelukan keduanya.
"Boleh kalau kalian maksa."
Kedua perempuan itu menjulurkan lidah ke arah Tio dan berlari menjauh darinya menuju kelas.Pak Dani ternyata melihat mereka dari parkiran.Semakin hari,Pak Dani semakin ingin mengenal sosok Kia yang sudah Ia kagumi sejak pertama melihatnya.Senyum Kia seakan menular padanya untuk ikut tersenyum juga. Pak Dani bahkan sudah tidak ingat kalau Dia pernah melihat Kia bersama seorang pria di bioskop waktu itu.
"Pak Dani!"sapa dosen lain yang melihatnya malah melamun menghalangi jalan.
"Ya,Pak!Ada apa,ya?"kaget Pak Dani.
"Maaf,Pak Dani menghalangi jalan!"
Pak Dani melihat tempatnya berdiri dan ternyata benar sekali kalau ada beberapa orang yang menunggu di belakangnya.
"Oh,maaf.....maaf!"Pak Dani memiringkan tubuhnya mempersilahkan mereka jalan lebih dulu.
"Maaf ya semuanya!"ucap Pak Dani tak enak hati.
__ADS_1
* * *
Bian kalau sedang bekerja memang sangat serius bahkan sampai lupa waktu.Dia juga tak menyadari kalau ponselnya terus berbunyi.Kia sampai kesal sendiri karena pesannya sering diabaikan olehnya.
Tok...tok....tok....
"Masuk!"ucapnya tanpa melihat siapa yang datang.
"Tuan!Sudah saatnya makan siang!"
Bian mendongakkan kepalanya menatap Rama,lalu mencari ponselnya diantara berkas-berkas yang berserakan di mejanya.Lima pesan dari istri bocahnya langsung terlihat dilayar ponselnya saat dihidupkan.Bian membacanya satu persatu.
[Sudah siang]
[Waktunya makan siang,yeeyyy!!!!!]
[Hei,Pak Tua!Masih hidup,kan?????]
[💢😒😒😒😒😒💢]
[ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜]
Bian tersenyum geli membaca spam yang dikirim Kia.Berani sekali Dia kalau tidak bertatap muka langsung.Baru jemarinya akan menari di atas touch screen ponselnya,Key mengirimkannya chat.
[Jadi nggak Bossqu????]
[Kalo jadi,bareng ya!!!!!!]
[Aku sudah di depan!]
Belum sempat Bian membalas pesan adiknya itu,Key sudah menampakkan wajahnya disela pintu yang sudah terbuka sedikit.
"Kak!Hayuk!"teriaknya.
"Iya!!!!!!"jawab Bian kesal.
Bian pun beranjak meninggalkan kursi kebesarannya diikuti sang Aspri,Rama Di belakangnya.Bian sepertinya lupa dengan kotak bekal yang sudah dibawakan Kia tadi pagi.Key yang sudah menunggu Kakaknya,berdiri di depan lift dengan senyum yang mengembang.
__ADS_1
"Silahkan masuk,Tuan!"Key menirukan gaya Rama,mempersilahkan kedua kanebo kering itu masuk kedalam lift.
Saat pintu lift tertutup,Bian langsung mengacak-acak rambut adiknya itu dengan kesal sampai Key meminta ampun padanya.Key melirik Rama yang membiarkan Bian menzoliminya lalu membuang muka karena kesal pada asisten pribadi kakaknya itu yang tidak mau menolongnya.