
"Kenapa tuan memperlakukan saya seenaknya seperti ini ?"Kia akhirnya mengutarakan apa yang ada dipikirannya, walau rasa takut masih mendominasi.
"Saya sudah berjanji akan membayar hutang almarhum ayah saya.Saya akan mencicilnya dari gaji saya, kenapa Tuan malah menculik dan melecehkan saya ?"Kia menitikkan air matanya.
Bian tersenyum miring,"kalau kau mau membayarnya, kenapa kau malah ingin kabur dariku,hah ?"bentak Bian dengan tangan berada di tengkuk Kia dan meremas rambutnya.
Kia menahan sakit di kepalanya dan menatap tajam pada mata Bian.Meski di hatinya ketakutan,Kia tidak mau terlihat lemah di hadapan orang yang menindas nya.
"Lepaskan saya ! saya janji dalam waktu lima bulan, saya akan melunasi hutang almarhum ayah saya,"Kia mencoba bernegosiasi.Kia akan memikirkan mencarinya di mana nanti yang penting bebas dulu dari Bian.
"Hahaha.....kau mencoba bernegosiasi denganku ?"Bian melepaskan tangannya dari tengkuk Kia kasar.
"Apa kau yakin dalam waktu lima bulan,kau bisa mengumpulkan uang sebanyak itu ? apa kau akan menjual dirimu untuk mendapatkannya ?"ejek Bian.
Plakkk......
Sebuah tamparan mendarat di pipi Bian dengan keras."Kau......"Bian kembali mencengkram belakang kepala Kia, emosi.
"Saya bukan orang seperti anda, yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan semua apa yang anda inginkan,"ujar Kia menatap manik mata Bian .
Bian menggertakan giginya penuh emosi mendengar setiap kata yang terucap dari bibir pink Kia.
__ADS_1
Tok.....tok.....tok......
Bian melepaskan cengkeramannya sehingga Kia jatuh terhempas ke atas ranjang.
Ceklek....
Bian membuka kunci pintu.Rama memberikan ponselnya,"nona Keyzia menelpon,tuan !"
Bian menjawab panggilan itu dengan kesal,"ada apa ?"
"Biarkan saja,nanti juga lelah sendiri."
Bian menghampiri Kia dan mengangkat dagunya dengan jarinya agar menatap wajahnya.Terlihat jelas ada kebencian dari sorot mata sendu itu.
"Kita akan menikah besok dan hutang ayahmu akan lunas saat kau sudah sah menjadi istriku !"jelas Bian.
Kia membulatkan matanya tajam,"kau tidak bisa memaksaku untuk menuruti kemauanmu,tuan Bian !"
"Baiklah, kalau kau ingin kita melakukannya tanpa adanya ikatan yang sah.Aku akan dengan senang hati mewujudkannya,"Bian mendorong tubuh Kia dan mengungkungnya dengan tangan yang menjadi tumpuannya.
Kia jadi gelagapan dan mendorong dada Bian agar menyingkir dari atas tubuhnya.
__ADS_1
"Pilihanmu cuma dua, sekarang atau setelah menikah ? apapun yang kau pilih,aku tetap akan melakukannya dengan atau tanpa persetujuan mu,"ancam Bian dengan senyum devil yang tersungging di bibirnya.
Bian turun dari atas tubuh Kia lalu pergi meninggalkan Kia yang terdiam membisu.Kia duduk dan menjambak rambutnya.Apa dia harus menikah dengan pak tua itu.
* * *
"Tuan !"Rama menunduk hormat melihat Bian menuruni anak tangga dari lantai dua apartemennya.Bian tidak mengurung Kia di kamar hotel melainkan di kamar apartemen mewah lantai dua miliknya.Tidak ada yang tahu apartemen ini selain Bian,Rama dan juga anak buahnya yang bertugas menjaga Kia.Bian duduk di sofa diikuti Rama yang berdiri di sebelahnya.
"Saya akan menikahi gadis itu besok ! persiapkan segala sesuatunya dan jangan sampai ada yang tahu mengenai pernikahan ini, paham !"perintah Bian.
"Baik, tuan !"Rama sempat kaget tadi,tapi Rama tidak ingin ikut campur dalam urusan pribadi tuannya.Rama segera pergi untuk menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan untuk pernikahan tuannya.
Bian menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa,dia tidak peduli yang dilakukannya ini benar atau tidak.Yang jelas saat ini,dia menginginkan gadis itu.Dan Bian akan melakukan apapun untuk memenuhi keinginannya.
Di dalam kamar,Kia berjalan mondar-mandir di balik pintu.Hatinya gelisah sekali memikirkan hidupnya akan menjadi seperti apa,jika ia menikah dengan tuan Bian.Kia duduk jongkok frustrasi.Bila dia menikah,dia akan terbebas dari hutang.Tapi,dia belum siap menikah,Kia masih muda.Masih ada keinginan dalam hatinya untuk melanjutkan pendidikannya.
Ceklek......
Pintu terbuka,Kia berdiri dan berbalik.Kia menjauh saat Bian muncul dari balik pintu.Kia tidak ingin Bian mendekatinya.Tapi Bian tidak peduli dan mendekatinya perlahan-lahan.
"Besok sore, kita menikah ! jangan berencana untuk melawan apa yang aku inginkan, paham !"Bian memegang lengan atas Kia kuat dan menariknya sampai tubuh keduanya menempel dengan wajah yang hanya berjarak beberapa centi saja.
__ADS_1