Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Di Ghosting Pak Tua


__ADS_3

Tanpa menghiraukan Pak Ali dan Pak Beno,Bian mengejar Kia yang langsung masuk saat melihatnya tadi.Pak Ali dan Pak Beno mengelus dadanya lega.Penjaga pengganti mereka datang untuk berganti shift, mereka pun masuk ke kamar di depan apartemen Bian disusul oleh Rama yang baru sampai.Rencananya,Rama akan menginap karena harus pergi bersama dengan Bian pagi-pagi sekali.


Bian membuka pintu kamarnya dan mencari keberadaan istrinya.Didengarnya gemericik air dari dalam kamar mandi.Bian segera masuk dan melihat Kia yang sedang membersihkan wajahnya di wastafel.


"Siapa yang menyuruhmu mengobrol dengan Pak Ali dan Pak Beno di luar?"Bian menjewer telinga Kia.


"Aduh....duh....duh.....sakit,ih!"Kia mengaduh memegang tangan Bian.


"Kamu lihat sudah jam berapa ini?"Bian menunjukkan jam tangannya.


"Iya....iya.....maaf!Lepas,sakit tahu!"Kia memukul-mukul tangan Bian yang masih menjewer nya.


Bian melepaskan tangannya dari telinga Kia dan mengusap-usap telinga Kia yang agak sedikit memerah."Maaf!"Bian mengecup telinga Kia.


"Kamu itu seorang istri.Apa pantas seorang istri seperti itu saat suaminya tidak ada.Apalagi sampai larut malam seperti ini,"Bian menarik Kia ke luar dari kamar mandi karena Kia sudah selesai membersihkan wajahnya.


"Iya,maaf!"cicit Kia.


"Hem...!Ya sudah,kamu tidur sana!Aku mandi dulu!"


"Aku siapin airnya sebentar!"ucap Kia menahan Bian yang hendak melangkah ke kamar mandi.

__ADS_1


Bian mengangguk dan Kia segera menyiapkan keperluan mandi Bian dan juga celana piyama tidur untuk Bian.Bian memang hanya memakai celana tidur tanpa menggunakan bajunya saat tidur.Setelah merasa segar,Bian menyusul masuk kedalam selimut dan membawa Kia ke dalam pelukannya.


* * *


Beberapa hari setelah itu,Bian tidak pulang ke apartemen dan sangat susah untuk dihubungi.Kia jadi sedikit khawatir karena pesan-pesan yang dikirim juga sulit sekali untuk mendapatkan balasan dari Bian.


Kia meletakkan kepalanya di atas meja dan berulang kali melihat ponselnya.Banyak pesannya yang jangankan dibalas,dibaca pun tidak.Pesan itu masih saja centang satu diaplikasi Wa-nya.


"Hufth......ini baru dua bulan lebih belum dua tahun.Tapi Pak Tua ini sudah mulai meng-ghosting hubungan kami.Dasar 'pak tua' menyebalkan!"gumam Kia.


"Hey!kenapa sih?Lesu banget!"Fira menepuk bahu Kia.


"He...eh....kenapa sih,Beb?Ngomong dong..... ngomong!"timpal Tio mendramatisir.


Lagi-lagi Kia membuang nafas panjang dan menatap kedua sahabatnya itu."Lagi males aja,Bestie!"


"Daripada murung di sini,kelas juga sudah berakhir,mending kita icip-icip ke resto yang baru buka di dekat persimpangan jalan xx.Gimana?"saran Tio.


"Boleh juga itu!Ayolah Bestie!"Fira dan Tio menarik tangan Kia.


Mereka pun pergi ke resto yang disarankan Tio tadi.Kia dan Fira naik mobil yang disetir oleh Pak Ali,sedangkan Tio di depan dengan motornya sendiri.Diikuti oleh Pak Beno dari belakang dengan motornya.

__ADS_1


Sampai di resto,mereka mencari tempat yang enak untuk mereka duduk.Dan akhirnya,mereka memilih tempat dekat dinding kaca yang memperlihatkan suasana jalanan.


Tak jauh dari tempatnya duduk,Kia mendengar suara yang sangat dikenalnya.Kia mengedarkan pandangannya dan betapa bahagianya Kia melihat suaminya duduk tak jauh darinya.Kia berdiri dan menghampiri Bian yang tidak tahu kalau Kia juga ada di sana.Kia berjalan perlahan dan menutup mata Bian dari belakang.


Bian langsung berdiri dan memutar tubuhnya ke belakang.Bian membeku melihat Kia yang berdiri di hadapannya.Rama yang baru bergabung pun tak tahu harus berbuat apa.


"Mas...!"panggil Kia dengan senyum manisnya.


"Bian!Siapa dia?"tanya seorang wanita menunjuk Kia.


Bian terdiam membeku tak tahu harus menjawab apa untuk pertanyaan yang dilontarkan oleh Sania,sepupu dari Seline.Kia masih menunggu Bian memperkenalkan dirinya kepada wanita yang bertanya tadi.


"Bian...!Kok diem,siapa gadis itu?"tanya Sania lagi lebih menuntut.


"En-entahlah,"jawab Bian tak sadar.


Deg...


"Maaf,saya salah orang!"ucap Kia dengan menatap Bian kecewa.


Kia berbalik dan kembali ke mejanya untuk mengambil tasnya.Kia pun pamit untuk pulang lebih dulu kepada sahabatnya lalu pergi dari resto tersebut.Bian hanya memandang Kia yang pergi dengan tergesa-gesa dan Bian melihat mata wanitanya tampak berair.Bian juga tidak bisa mengejar karena Sania selalu menahannya untuk pergi.

__ADS_1


Sebenarnya,Bian habis bertemu dengan kliennya tadi dan tidak sengaja bertemu dengan Sania yang juga habis bertemu dengan temannya.Bian bukannya tidak mau memperkenalkan Kia sebagai istrinya kepada seluruh dunia,cuma ini bukan waktu yang tepat untuk itu.Karena yang dunia tahu,Seline lah istrinya yang sah,walau Kia juga istrinya yang sah secara hukum dan agama.


__ADS_2