
Tuan David dan Nyonya Sofia sampai di kediamannya setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam.Raut wajah Tuan David tampak sangat emosi.Tak ingin melampiaskan amarahnya pada istrinya,Tuan David pergi ke ruang kerjanya.Sedangkan Nyonya Sofia langsung ke kamarnya.
Beberapa kali Nyonya Sofia menghubungi nomor putra semata wayangnya itu,namun nomornya tidak aktif.Mungkin Bian sengaja melakukannya,pikirnya.Key yang melihat orang tuanya pulang dengan wajah yang tak enak juga berinisiatif untuk menghubungi kakaknya itu,ingin menanyakan apa yang terjadi.Karena Key tahu mereka makan malam bersama dengan keluarga Seline.Tapi dia kesal pada akhirnya karena nomor kakaknya itu tidak aktif.
Sementara di rumah keluarga Anggara,Bu Mala terus mengetuk pintu kamar anaknya dengan keras.Pak Anggara berdiam diri di dalam ruang kerjanya,merenungi nasib perusahaannya.Seline tak menghiraukan ketukan pintu dan teriakan Mamanya.Dia malah berencana akan pergi menemui kekasihnya,Ken.
* * *
Pagi-pagi di apartemen Bian dan Kia.Pasangan suami istri itu tengah bersiap diri untuk melakukan aktivitas mereka.Setelah tadi,sang suami mendapatkan jatahnya,wajah Bian kini tampak lebih baik.Bian mengusap-usap rambut Kia yang masih basah dengan handuk kecil.Kemudian menyalakan hairdryer untuk membantunya mengeringkan rambut istrinya itu.
Beginilah Bian kalau sudah mendapat apa yang dia inginkan,Bian akan bersikap manis setelahnya.Kia yang melihatnya dari pantulan cermin,tersenyum lebar.Setidaknya suaminya sudah bersikap seperti biasa.Bian mengarahkan hairdryer ke wajah Kia,membuatnya mengerjapkan mata.
"Apa sih,jahil banget deh,"Kia memegang tangan Bian.
"Makanya jangan melamun.Pake senyum-senyum segala pula seperti orang gila.Emang lagi mikirin apa sih?Hayo,kamu inget yang kita lakukan tadi,ya?"
"Enggak ya,enak aja."
Pipi Kia jadi bersemu merah.Bian meletakkan hairdryer yang sudah mati itu di atas meja rias karena rambut istri kecilnya itu sudah kering.Sekarang gantian Kia yang mengambil dasi yang tersampir di leher Bian dan memasangkannya hingga rapi.
"Kamu tuh cantik banget sih!"pipi Kia yang bersemu ditoel-toel oleh Bian.
"Nggak usah gombal deh.Masih pagi!"
__ADS_1
"Kok gombal!Suamimu yang sangat kamu cintai ini selalu berbicara jujur,cam kan itu!"
"Haish,memangnya aku pernah bilang cinta sama kamu?"
"Kamu lupa?Baru juga semalam kamu bilangnya."
"What???"Kia tak sengaja menarik dasinya hingga mencekik leher Bian.
"Kekkkkk......"Bian menahan tangan Kia.
"Aduh maaf.....maaf......"Kia melepas kembali simpul dasi yang dia pasang.
"Kamu mau jadi janda?"kesal Bian.
"Ih,apaan sih Mas ngomongnya!"
"Iya,MAAF!"ucap Kia penuh penegasan.
"Ya sudah,pasangin lagi!Awas kalau kamu lakukan lagi!"
"Kamu denger apa yang aku bisikkan semalam?"tanya Kia sambil memasangkan kembali dasi Bian.
"Hem.Kebetulan aku belum tidur terlalu pulas.Jadi aku dengar apa yang kamu katakan.Untung aku belum tidur banget,kenapa sih jawabnya nggak langsung pas aku mengungkapkannya?"
__ADS_1
"Aku kelewat shock pas kamu bilang cinta,jadi nggak bisa berkata apa-apa.Tapi yang kamu ucapkan benar kan,Mas?"
"Setelah hampir lima bulan kita menikah,kamu masih belum bisa percaya?Ish....ish.....tak patut!"
"Kamu tuh lama-lama jadi aneh tahu nggak Mas!Padahal dulu,pertama kali kita bertemu,kamu itu kelihatan jahat banget.Setan aja kalah serem sama kamu,Mas!"
"Apa?"Bian mencubit pipi Kia.
"Bener kok.Tatapan kamu ke aku itu nyeremin banget.Seperti Om-om mesum melihat sugar baby nya,"Kia bergidik.
"Kamu kenapa sih pinter banget buat kesel suami,hah?"rajuk Bian.
"Perasaan nggak juga,deh!"jawab Kia polos.
Setelah dasi terpasang sempurna,Kia menarik Bian turun menuju ruang makan.Hari ini,Kia memasak makanan kesukaan suaminya.Sebenarnya,apapun yang istrinya itu masak Bian sudah pasti menyukainya.
Sarapan telah usai,Bian pun mengantar Kia ke pasar tradisional untuk membeli beberapa bahan-bahan dapur yang sudah mulai habis diikuti oleh Pak Ali dan Pak Beno.Kia mencium tangan Bian dan Bian pun mencium kening Kia seperti yang selalu mereka lakukan ketika berpisah.Kebetulan jadwal kuliah Kia agak siang hari ini.
* * *
Di kantor,Rama yang melihat Bian baru datang,segera menghampirinya.Seperti biasa,Rama menunduk hormat dan mempersilahkan Tuannya untuk berjalan di depannya.Tanpa senyum di wajahnya,Bian membalas setiap sapaan hormat semua karyawan yang berpapasan dengannya.
Rama memencet tombol pada dinding lift khusus para petinggi dan Bian masuk terlebih dahulu saat pintu lift terbuka.Rama kembali memencet tombol angka lantai yang akan mereka tuju.
__ADS_1
Sampai di depan ruangannya,sekertaris Bian melakukan hal yang sama seperti yang Rama lakukan tadi.
"Tuan David sudah menunggu Anda di dalam,Pak!"