Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Tidak Cukupkah Masa Dua Tahun???


__ADS_3

Tiga anak manusia,dua laki-laki dan satu perempuan tengah menatap bangunan dua lantai yang didepannya tertulis Seafood Restauran.


Awalnya,restoran itu memang hanya menyajikan menu seafood.Tapi,sesuai dengan banyaknya trend di bidang kuliner,sang pemilik pun harus terus memutar otak agar tidak tertinggal oleh tempat makan lain yang menyajikan banyak menu.


Ketiganya saling lirik satu sama lain lalu menghembuskan nafasnya berat melihat tulisan closed di pintunya.


"Ya,Tuhan!Tidak cukupkah dua tahun lebih Kau mengujiku?"lirih Bian lesu.


"Sabar,Kak!Baru dua tahun loh belum dua puluh tahun,"guyon Key tak melihat wajah kakaknya.


"Sekali lagi kamu bersuara,Kakak lempar kamu ke laut sana!"Bian menunjuk laut di depan restoran itu dengan dagunya.


Sungguh kejam kakaknya ini,apakah dia kakak kandungnya?Key menelan ludahnya dengan ancaman Bian.Rama melihat sekitar dan menemui seseorang yang ada di sana untuk bertanya.


Setelah mendapat informasi tentang pemilik dari restoran itu,Bian langsung melaporkan kepada Bian.


"Tuan,rumah pemilik restoran ini tak jauh dari sini!Mungkin sekitar tiga kilometer dari restoran ini,"beritahu Rama.


"Wah,bagus dong!Kuy,kita go!"ucap Key.


"Rama,lempar Dia langsung ke tengah laut sana!"seru Bian.


"Hah,maksudnya Tuan?"bingung Rama.


"Nggak.....nggak.....Pak Rama nggak usah dengerin omongan Pak Tua ini,otaknya kayaknya udah agak....,"Key membuat lingkaran kecil dengan telunjuknya di dekat pelipisnya.


"Apa kalian mau tetap mengobrol di sana?"teriak Bian dari dalam mobil.


"Ya,ampun!!!Sejak kapan Dia ada di sana?Ckk....,"omel Key menyusul kakaknya itu.


Setelah semuanya masuk,mobil pun melaju pelan sembari melihat kiri-kanan mencari ciri rumah yang diberi tahu oleh orang yang Rama tanyakan tadi.


Sampai pada satu rumah dengan cat berwarna putih.Di depannya terdapat teras panjang dengan berbagai tanaman yang membuat rumah itu terlihat asri.



"Ini rumahnya?"tanya Bian melihat ke sekelilingnya.


Sampai mata dengan manik gelap itu melihat seorang perempuan keluar dari balik pintu.


Deg...

__ADS_1


Matanya kembali berkaca-kaca,Tuhan memang maha baik.Dia selalu memberikan hadiah untuk siapa saja yang selalu berusaha dan pantang menyerah.Dan Bian bersyukur untuk itu.


Sosok wanita yang selalu dirindukannya siang dan malam,kini telah menjadi wanita yang lebih dewasa dan tambah cantik.Dia selalu sukses membuat seorang Bian terpana dengan apapun yang dikenakannya.


Dress pantai dengan motif floral kecil warna cerah dipadukan dengan sandal pantai begitu membuatnya tampak anggun.Apalagi rambut panjangnya yang bergelombang dibiarkan tergerai indah.


Namun,penglihatan seorang suami yang sangat merindukan sang istri harus berganti dengan sorot mata tajam kala melihat seorang pria yang baru keluar dari pintu yang sama.


"Brengsek,sudah kuduga Dia lah yang menyembunyikan istriku!"seru Bian mengepalkan tangannya.


Tanpa bisa dicegah,Bian keluar dari mobil dan segera berlari menuju pria itu.Kia yang sedang berdiri menghadap Pak Dani langsung terkejut melihat Bian yang tiba-tiba datang dan memukul dosennya itu.


Rama dan Key juga berlari menyusul Bian yang tanpa permisi langsung menghajar orang lain.


"Dasar brengsek!Berani-beraninya kau menculik istriku!"bentak Bian emosi.


"Mas...!Sudah....!"teriak Kia menghentikan suaminya.


"Nggak,Jangan menghentikan aku!"


Bugh......bugh......


"Tuan,kita bicarakan ini baik-baik!Jangan buat keributan!"ucap Rama menahan tubuh Bian yang belum puas menghajar Pak Dani.


Sementara Key,dia memeluk Kia untuk menenangkannya.Kia terus menangis melihat kesalahpahaman suaminya.Juga kasihan dengan dosennya itu yang sudah babak belur dipukuli oleh suaminya.


"STOP......Ada apa ini?Siapa kalian?Kenapa memukuli suamiku?"teriak Salwa yang baru keluar dari rumah.


"Suami?"tanya Bian.


"Pria brengsek ini suami Anda?"tanyanya lagi menunjuk Pak Dani yang masih terduduk di bawah.


"Iya,pria brengsek ini baru saja sah menjadi suami saya,"jelas Salwa.


Akhirnya Salwa menerima ajakan Pak Dani yang mengajaknya menikah.Karena mengingat usianya yang sudah cukup untuk membina rumah tangga.Lagipula,Pak Dani juga bersungguh-sungguh mengajaknya menikah.


Soal cinta,itu bisa mereka tanam seiring berjalannya waktu.Keduanya sudah dewasa untuk tahu setiap hal yang dilakukan pasti ada konsekuensinya.Mereka tidak akan main-main dalam mengambil keputusan untuk hidupnya.


"Yang,kok ngatain suami sendiri sih!"rajuk Pak Dani.


"Kan kamu mantan Casanova,berarti kan dulunya kamu pria brengsek dong?"ucap Salwa mengingatkan Pak Dani pada masa lalunya.

__ADS_1


"Dulu kan aku tinggal di luar negeri,jadi ke ikut deh budaya bebas di sana,"ujar Pak Dani membela diri.


"Heleh,itu kamunya aja yang nggak bisa nahan nafsu,pake nyalahin budaya negara lain!"omel Salwa.


Tanpa keduanya sadari,perdebatan mereka menjadi tontonan.Tak pedulikan perdebatan pasangan yang baru menikah itu,Bian menghampiri istri kecilnya dan memeluknya erat.


Kia pun membalas pelukan suaminya dengan haru.Tubuh ringkih nya membuatnya merasa bersalah.Suaminya ini pasti tidak mengurus dirinya sendiri saat mereka berjauhan.Apalagi waktu itu,suaminya ini mempunyai masalah dengan lambungnya.


"Kenapa nggak pulang?Suka banget kabur dari aku!"ucap Bian menitikkan air matanya.


"Kenapa juga Dia ada di sini?"Bian menunjuk Pak Dani.


"Kenapa nggak kasih tahu aku,kalau kamu selamat dari kecelakaan itu?Apa kamu benar-benar ingin menghilang dariku?Aku hampir gila karena nyariin kamu.Semua orang terus mengatakan kalau kamu sudah tiada,tapi aku yakin kalau perempuan yang tewas dalam kecelakaan itu bukan kamu.


Tapi kamu,bukannya pulang padaku malah bersembunyi di sini.Apa kamu puas melihatku seperti ini?Bahkan Rama sialan itu,menyebutku tengkorak berjalan.Apa aku terlihat seperti itu?


Apa kamu takut melihatku seperti ini?"oceh Bian mengadu seperti anak kecil.


Rama dengan wajah kanebo nya memasang wajah masam mendengar umpatan Tuannya itu.Tuannya ini seperti burung gagak saja,yang tidak melupakan apa yang dikatakannya tempo hari.


"Hei....hei....sebaiknya kita bicarakan semuanya di dalam saja!"ajak Salwa.


Mereka semua pun masuk ke dalam rumah.Bian terus menggandeng tangan Kia sampai masuk dan duduk di sofa.Bu Asih yang tak sadar ada tamu,keluar dari kamar Kia dengan Biyan dalam gendongannya.


Tadi,saat menidurkan Biyan,Bu Asih juga ikut tertidur.Dengan wajah yang masih terlihat mengantuk,Biyan menidurkan kepalanya di bahu Bu Asih.


"Biyan sayang!!!"ucap Salwa hendak berdiri.


"Hey....apa kau bilang?"teriak Bian membuat Biyan terkejut dan menangis.


Kia langsung mengambil Biyan dari Bu Asih dan menimangnya supaya berhenti menangis.


"Tuan,ada masalah apa sih Anda ini sebenarnya?"kesal Salwa.


"Kau yang apa-apaan?Kenapa memanggilku sayang,hah?"tanya Bian tak kalah kesal.


"Siapa yang memanggilmu sayang?Saya memanggil Biyan.B-I-Y-A-N,BIYAN.Anda siapa?"sinis Salwa.


"Biyan?"bingung Bian.


"Ini Dia yang namanya Biyan,Biyantara!"Salwa mengambil Biyan yang sudah berhenti menangis.

__ADS_1


__ADS_2