Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Air Mata Bian


__ADS_3

Bian mengemudikan mobilnya dengan agak sedikit cepat agar segera sampai di apartemennya.Saat ini,Bian sangat membutuhkan istri kecilnya untuk mengurangi rasa tidak nyaman di hatinya. Melihat Mommynya memegang dadanya tadi, Bian sangat takut akan terjadi sesuatu pada wanita yang telah mempertaruhkan nyawanya demi memberikan kehidupan padanya itu.


Ceklek


Bunyi pintu kamar terbuka.Pelan-pelan Bian menggeser pintu dan masuk tanpa membunyikan suara pada langkah kakinya. Jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas,pantas saja istrinya itu sudah nyaman bergelung di bawah selimut.Bian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu berganti pakaian di dalam walk in closet.


Dengan bertelanjang dada,Bian mendekati tempat tidur dan masuk ke dalam selimut dengan pelan,tidak ingin Kia terbangun. Diangkatnya kepala Kia agar tidur beralaskan lengannya.Bian memeluk,menciumi kepala istrinya itu.Kia yang merasa sedikit terganggu dengan apa yang Bian lakukan,perlahan membuka matanya.


"Mas!Kamu pulang?"tanyanya mengucek mata.


"Kamu terganggu,ya?Maaf!"


Bian membawa Kia kembali dalam pelukannya dan mengelus rambut panjangnya.Kia mendongakkan kepalanya, melihat wajah suaminya yang tampak seperti menanggung beban begitu berat.Tangannya terangkat mengelus rahang tegas Bian.


"Ada apa?"Kia menatap tepat pada manik mata tajam suaminya.


Bian menghela nafas,"Cuma sedikit capek aja."


Kia melihat mata sayu itu berembun dengan suara yang sedikit bergetar.Tak ingin memaksa suaminya untuk menceritakan apa yang dia rasakan,Kia duduk bersandar pada kepala ranjang.Kia menepuk pahanya agar Bian meletakkan kepalanya di sana.Bian yang mengerti segera melakukan apa yang istrinya itu perintahkan.

__ADS_1


Perlahan Kia menggerakkan jemari lentiknya membelai rambut lebat suaminya.Bian tanpa sadar menitikkan air matanya.Bian meraih tangan istrinya dan duduk berhadapan dengannya.Dijatuhkannya kepalanya pada bahu Kia dan air mata yang sejak tadi ditahannya pun tumpah.Bahunya bergetar karena tangisnya.


"Katakan kalau semuanya akan baik-baik saja!"


"Em!Semuanya akan baik-baik saja!"ucap Kia setelah terdiam sesaat.


Kia menepuk punggung Bian pelan.Meski Kia tidak tahu apa yang membuat suaminya seperti ini,tapi Kia sebisa mungkin akan membuat suaminya menyadari bahwa Dia akan selalu ada untuknya membagi beban yang dia rasakan.Kia mengelap sudut matanya yang sedikit berair.Baru kali ini Bian terlihat seperti ini di depan matanya.Bian melepas pelukannya,menatap mata istri kecilnya dengan sisa jejak air mata di pipinya.


"Aku mencintaimu,Azkia Putri."


Deg.


Sepersekian detik,Kia menahan nafasnya mendengar pengakuan cinta dari bibir suaminya.Jantungnya bergemuruh seperti habis berlari maraton.


Bian mencium bibir Kia yang masih bengong dengan mulut yang sedikit terbuka.Kia membalas ciuman Bian dengan lembut.Setetes air mata jatuh dari sudut matanya.Bian menyatukan kening mereka dengan nafas yang terengah karena ciuman yang mereka lakukan saat ciuman itu terlepas.


Kia berbaring seraya membawa Bian masuk kedalam pelukannya.Rambut tebal suaminya kembali dielusnya dengan sayang.Bian pun mengeratkan pelukannya,pelukan ternyaman baginya.


"Apa mau aku nyanyikan sebuah lagu?"tanya Kia.

__ADS_1


"Lagu apa?"


"Garuda di dadaku,mungkin!"


Bian mengangkat kedua sudut bibirnya lucu dan semakin meringsek di dada Kia,mencari posisi nyaman.


"Kenapa?"Kia kembali bersuara.


"Apa itu lagu yang pas sebagai pengantar tidur?"


"Begitu.Kalau lagu Goyang Dumang,mau?"


"Sudahlah,lebih baik tidak usah nyanyi!"Bian tertawa ringan mendengar usaha istrinya untuk menghiburnya.


"Suara aku bagus loh,Mas!Rugi kamu nggak mau denger suara aku."


"Iya,lain kali aja ya!Sekarang lebih baik kita tidur,sudah jam berapa itu.Besok kesiangan,kamu nyalahin Mas lagi."


"Ckk...!"Kia berdecak dengan tangan yang terus membelai rambut suaminya.

__ADS_1


Belaian jemari Kia ternyata sangat ampuh.Tak butuh waktu lama,Bian sudah memejamkan matanya dan terdengar dengkuran halus menandakan bahwa dia sudah terlelap.Kia mencium kening Bian.


"Aku juga mencintaimu,Mas!"bisiknya.


__ADS_2