Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Berduka


__ADS_3

Enam jam sudah berlalu sejak penganiayaan yang Key alami ketika dia akan pulang dari butiknya.Key yang tak sadarkan diri akhirnya membuka matanya.


Perlahan Key mengerjapkan matanya menyesuaikan dengan pencahayaan yang masuk ke retinanya.Bibirnya yang kering hendak berucap.Tapi,suaranya seakan tercekat di tenggorokan.


Key menatap langit-langit sebuah ruangan yang berwarna putih.Matanya berkedip mencoba mengingat apa yang terjadi padanya dan dimana dia berada sekarang.


Mata Key seketika membola mengingat kejadian yang baru ia alami.Dengan histeris,Key berteriak meminta pertolongan sampai membangunkan seseorang yang tengah tertidur dengan menggenggam tangannya.


"Lepaskan gue,ba*ingan!"teriak Key seraya meronta-ronta.


"Sayang ... ini Mommy!Kamu yang tenang!Kamu sudah aman!"Nyonya Sofia memeluk putrinya yang tengah histeris.


Air mata Nyonya Sofia jatuh perlahan menyaksikan putrinya yang biasanya ceria jadi seperti itu.Hati ibu mana yang tak sakit melihat keadaan putrinya dengan luka-luka yang ada ditubuhnya.


Di bagian antara kepala dan keningnya yang terbentur mobil harus diperban,begitu pula pangkal hidungnya.Beruntung lukanya tidak terlalu parah.Belum lagi luka di bagian tubuhnya yang lain,karena para preman itu sempat menyeret Key dari kakinya.


Sungguh biadab, orang-orang yang melakukan hal sekeji itu.Tuan David pun sempat menitikkan air matanya saat baru sampai di rumah sakit dan melihat betapa mengenaskannya kondisi putrinya itu.


"M-Mom ... hiks ... hiks ... Key takut,mereka ... mereka ...,"Key bahkan tak mampu untuk menyelesaikan kalimatnya.


"Hem.Key tenang dulu ya!Kami semua ada di sini untuk melindungi Key!"ucap Nyonya Sofia menenangkan Key.


Key mengangguk dan mengeratkan pelukannya pada sang ibu.Tangisnya tak lagi sekeras tadi.Namun,suara sesegukan masih terdengar dari bibirnya.


Tuan David juga Bian yang ikut menunggu merasa sangat marah melihat Key seperti itu.Awalnya Kia juga ingin ikut menunggu Key di rumah sakit,tapi Bian dengan tegas melarang.


Akhirnya,dengan sangat terpaksa dia tetap menunggu di mansion bersama dengan jagoan mereka.Keamanan pun semakin diperketat,takut hal yang tidak diinginkan mungkin saja mengincar mereka yang lengah karena sibuk mengurus Key.


"Ram,kamu bisa menceritakan bagaimana Key bisa jadi seperti ini!"kata Bian dengan amarah yang tercetak jelas di wajahnya.


Semalam,saat Rama memberitahu kalau Key berada di rumah sakit,semuanya menjadi panik.Apalagi ketika melihat keadaan Key,Bian juga kedua orang tuanya begitu terkejut sampai belum sempat menanyakan apa yang terjadi pada Rama.


Rama pun menceritakan apa yang terjadi pada Key saat dia datang dan menghajar para preman itu.


Flashback on

__ADS_1


Malam semakin larut saat Rama akan pulang ke apartemennya setelah menyelesaikan pekerjaannya.Kebetulan sekali arah apartemennya searah dengan mansion Tuan David.Di perjalanan,dari kejauhan ia melihat beberapa pria dengan badan yang besar seperti sedang membegal seseorang.


Mobil Rama perlahan mendekat.Dan betapa terkejutnya ia saat menyadari mobil yang terparkir sembarangan itu adalah mobil yang biasa digunakan oleh Key.


Mata Rama pun semakin terbelalak saat salah satu preman itu membenturkan kepala Key pada bagian atas mobilnya sampai Key ambruk.Segera saja,Rama keluar dari mobilnya dan berlari menuju pria yang akan menyeret Key seperti seekor hewan.


Ditendangnya punggung pria itu sampai dia tersungkur ke depan.Rama segera membawa Key dalam rengkuhannya.Matanya seolah menggelap melihat darah yang keluar dari kening atas dan juga hidung Key.


Dengan rahang yang mengeras,Rama menendang lagi perut preman itu yang berusaha akan bangkit.Melihat temannya yang tersungkur di jalanan,mereka pun menyerangnya secara bersamaan.


Rama yang sudah terlatih beberapa bela diri pun menghajar para preman itu tanpa ampun.Seperti orang yang sudah kalap dengan emosi yang meluap-luap,Rama menghajar mereka sampai babak belur.Meski, beberapa bagian tubuhnya pun ada yang terluka,Rama sampai tidak merasakan sakitnya.


Karena merasa sudah kalah dan terluka,para preman itu pun melarikan diri.Rama ingin mengejarnya,tapi mengingat Key yang sangat membutuhkan pertolongan,Rama segera menghampiri Key dan langsung membawanya ke rumah sakit.


Flashback end.


Bian juga tuan David menggeram mengepalkan kedua tangannya mendengar penuturan dari Rama.Rahang mereka mengeras saat Rama mengatakan kalau Key diseret layaknya seekor hewan.


Bajingan sekali mereka.Putri juga adik yang begitu mereka jaga dengan sepenuh hati, disakiti sampai sebegitunya.Mereka tidak akan lolos begitu saja.


"Apa kamu pikir,Daddy tidak menyayangi putriku satu-satunya,hah?Daddy sudah menempatkan dua bodyguard untuk menjaga Key,"balas tuan David tak kalah emosi.


"Mana buktinya,Dad?Key sampai ... dia sampai seperti ini,kemana bodyguard yang Daddy suruh itu,hah?"


Bian seakan tak sanggup untuk mengatakan kondisi adiknya.Air mata yang sejak semalam ditahannya,kini luruh sudah.Walau dia dulu lebih sering berkutat dengan buku dari pada bermain dengan adiknya,tapi kasih sayangnya kepada Key sangatlah besar.


"Ma-maaf,Dad!Key menyuruh pak Darman dan pak Firman untuk berjaga di butiknya Key karena orang yang biasa berjaga sedang tidak masuk.Key yang memaksa mereka agar membiarkan Key pulang sendiri.Key yang salah,jangan marah sama mereka!"ujar Key yang sudah lebih tenang dalam pelukan ibunya.


"... Key ... kenapa nggak bilang ke aku?Kalau saja kamu nelpon,mungkin ...."


Bian menghampiri adiknya dan memeluknya erat menggantikan pelukan Nyonya Sofia.Key pun membalas pelukan kakaknya tak kalah erat.Ia juga ingin menghubungi Bian semalam,tapi hal itu tak sempat dilakukannnya saat pintu mobilnya berhasil dibuka oleh para preman itu.


"Ma-maaf,"ucapnya disertai tangisan.


Tuan David pun menghampiri istrinya yang juga menangis dan memeluknya.Rama pun tak kuasa menahan air matanya melihat keluarga tuannya yang terkena musibah.Dulu Kia,sekarang Key.Tuannya benar-benar tidak sanggup melihat mereka dalam keadaan seperti itu.Rama mendongak menahan air matanya agar tak menetes.

__ADS_1


"Kamu istirahat!"Bian melepaskan pelukannya dan mengecup kening adiknya.


Tidak ingin mengganggu adiknya beristirahat,Bian menyuruh Rama untuk berbicara di luar.Tuan David juga meminta istrinya untuk beristirahat dan menyusul Bian juga Rama keluar.


Di taman rumah sakit yang masih sepi karena hari masih terlalu pagi,Bian,Rama dan tuan David duduk untuk membicarakan langkah yang akan mereka ambil untuk mengetahui dan membalas apa yang sudah Key alami.


"Apa kamu mengenali para preman itu?"tanya Bian dengan tatapan mata tajamnya.


"Tidak,Tuan."


"Bagaimana dengan plat mobil yang mereka bawa?"tanya tuan David.


"Saya tidak sempat melihatnya,Tuan.Karena saat itu,Nona Key sangat membutuhkan pertolongan."


Ketiganya menghela nafas merasa menemui jalan buntu.


"Periksa setiap CCTV jalan yang Key lewati,siapa tahu kita akan menemukan mereka!Laporkan padaku sesegera mungkin!"ucap Bian setelah beberapa saat terjadi keheningan.


"Baik,Tuan."


Rama segera pergi dan melaksanakan tugas yang Bian berikan.Kini tinggal ayah dan anak yang masih duduk termenung di bangku taman rumah sakit.


* * *


"Dasar,be*o!"umpat Robby pada anak buahnya.


Sudah babak belur dihajar oleh Rama,kini bosnya pun menghajar mereka tanpa ampun karena tidak berhasil menculik seorang wanita yang diperintahkan nya.


"Menculik seorang wanita saja kalian tidak becus!"bentak Robby menendang perut bawahannya.


"Sudahlah,Rob!Lo nggak lihat mereka sudah hampir ma*i."


Meski tak peduli,Sania tetap mencegah Robby untuk lebih menyiksa orang-orang suruhannya sampai tak berdaya seperti itu. Dengan terpaksa, Robby menghentikan aksinya dan berbalik mendekat ke arah Sania yang duduk santai di sofa menyaksikan penganiayaan yang Robby lakukan.


Robby membersihkan tangannya yang terkena noda darah dan merapatkan tubuhnya pada Sania untuk mencumbunya tanpa memperdulikan orang-orang suruhannya yang terkapar di lantai.

__ADS_1


__ADS_2