
Kia perlahan membuka matanya,sesak sekali rasanya.Kia mendongakkan wajahnya, ditatapnya seraut wajah tampan sangat mempesona."Hey,sejak kapan 'pak tua ini' ada di sini?"
"Apa kau terpesona melihat wajah tampan ini?"Bian semakin mengeratkan pelukannya tanpa membuka matanya.
"Aku cuma berpikir,sejak kapan 'pak tua' ini tertidur di sini?Sudah kek setan aja tiba-tiba muncul!"
Bian langsung membuka matanya mendengar sebutan 'pak tua' itu lagi.Bian mendengus,menatap tajam Kia.Yang ditatap cengengesan tanpa dosa.Bian melihat ponselnya.
"Baru jam tiga,tidur lagi!"Bian kembali memeluk dan mendusel wajahnya di ceruk leher Kia.
Kia mendorong wajah Bian,"Mana bisa tidur kalau Om mendusel-dusel kayak gini!Geli,tahu!"
"Kamu panggil suami kamu apa?"
"Apa?"
"Kamu tadi manggil apa?Om????"
"Masa sih?Salah dengar,mungkin!"
"Kia....."
Kia cekikikan melihat wajah kesal Bian.Bian mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Kia berkali-kali.
"Coba ulangi,kamu manggil apa!"
"Ish,apaan sih!Sana,ah!"Kia terus mendorong wajah Bian.
"Nggak!Kamu harus dihukum karena sudah berani memanggilku Om!"Bian terus menciumi wajah Kia.
"Ampun.....ampun.....enggak lagi-lagi,janji!"
__ADS_1
"Coba panggil yang benar!"
"Panggil apa?"
"Terserah!"
"Ayah,Kakek,Paman atau apa?"
"Kia......."
"Ha....ha....ha....apa sih,katanya tadi terserah!"Kia membalik badannya pura-pura merajuk.
"Panggil sayang,coba!"Bian membalik tubuh Kia.
"Nggak mau!"Kia akan membalik badannya lagi tapi ditahan oleh Bian dan kembali Bian mencium wajahnya sampai Kia akhirnya menyerah.
"Iya.....iya......stop,Sayang!"
"Kamu tetap harus mendapatkan hukumanmu!"bisik Bian mengecup daun telinga Kia.
Kia jadi merinding sendiri melihat raut wajah Bian yang sudah mulai berubah.Tatapan keduanya beradu dan......dan.......dan terjadi lagi.......
* * *
Kia sudah rapi,cantik dan pastinya sudah wangi.Tapi lihat suaminya,cie....cie.....suami!!! Bian masih asik bergelung di bawah selimut. Kia mendekat dan memencet hidung Bian. Bian megap-megap tak bisa bernafas dan langsung bangun seperti orang habis tenggelam.Kia tertawa puas melihatnya."Rasain!"batinnya.Kia kesal karena Bian selalu bisa membuatnya tak berdaya.
"Kamu itu apa-apaan sih,Kia!"sungutnya.
Kia memperlihatkan jam kecil yang melingkar di pergelangan tangannya,"Sudah jam berapa ini?Cepatlah bersiap-siap kerja!Dari mana aku bisa membeli bedak dan teman-temannya, kalau malas seperti ini!"
Setelah Menikahi Kia,Bian memang menyediakan semua keperluan Kia di kamar ini.Meja rias,perhiasan dan segala kebutuhan yang diperlukan oleh seorang perempuan ada di kamar ini sekarang.Bahkan Bian meminta seorang ahli kecantikan untuk memeriksa, skincare dan makeup apa yang cocok untuk wajah yang Kia miliki.Bian memang suami yang pengertian.Bisa jatuh cinta ini Kia lama-lama.
__ADS_1
Tapi satu yang Bian agak kesal.Kia mengisi bagian walk in closet-nya dengan baju-baju ala-ala ciwi-ciwi Korea.Kia masih muda dan cantik,Bian tidak suka kalau apa yang menjadi miliknya ditatap oleh mata pria-pria di luaran sana.Enak saja,dia yang merawatnya,tapi orang lain juga menikmati hasilnya.Bian takut Kia tergoda bujuk rayu pria tidak bermodal.Bian tidak akan membiarkan hal itu sampai terjadi.
Kia mengibaskan tangannya di depan mata Bian,"Kok malah melamun?Sana,bersiap!"
"Iya....iya.....!cerewet banget sih kamu itu sekarang."Bian beranjak dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi.
Kia geleng-geleng kepala dikatain cerewet.Kia mendekati pintu kamar mandi dan mengetuknya,"Mau dibuatin sarapan apa?"jeritnya.
Bian mengernyitkan dahinya,"Eh,tumben,"pikirnya.
"Nasi goreng seperti kemarin saja!"teriak Bian juga.
Kia keluar dari kamar dan bersiap untuk membuat sarapan.Bian yang masih di dalam kamar mandi merasa heran cenderung ke curiga dengan sikap yang ditunjukkan Kia.Tak ingin berpikir macam-macam,Bian segera menuntaskan ritual paginya di kamar mandi.
Bian masuk ke walk in closet dan melihat baju kerjanya sudah disiapkan oleh Kia beserta **********.Bian kok jadi tambah curiga."Apa Kia sudah mendapatkan hidayah karena ucapannya kemarin?"tanya Bian dalam hati sambil memakai pakaiannya.
"Tidak buruk!"ucapnya melihat tampilannya di cermin.
Kia datang membawa jus jeruk dan memberikannya kepada Bian.Bian meminumnya sampai habis setengah dan menaruhnya lagi ke nampan yang Kia pegang.Kia menaruhnya di meja rias dan mengambil dasi yang dipegang Bian.
Kia memasangkan dasi itu dengan rapi.Kia menarik dasinya sampai mencekik leher Bian yang asik melamun.Bian jadi kaget dengan ulah istri kecilnya itu.
"Kia........!"teriaknya membenarkan dasi yang Kia pasang.
"Maaf.....maaf!Kaget aku melihat bayanganku sendiri di cermin,"kata Kia.
Bian melihat cermin yang ditunjuk Kia dengan ekspresi bingung,"Kenapa?"
"Lihat!Aku jadi tambah glow-ing,kan?"ucap Kia mengambil nampan dan gelas yang ditaruhnya tadi.
Bian memejamkan matanya menahan kekesalannya pada keusilan Kia.Baru Bian akan membuka mulutnya untuk memarahi Kia,ternyata orangnya sudah tidak ada lagi di sana.
__ADS_1
"Kia..........."