Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Istri Simpanan Pak Tua


__ADS_3

[Kia,beri kesempatan untukku menjelaskan semuanya]


[Buka pintunya,please!!!!!]


[Ok,kalau tidak mau membuka pintu.Biar aku dobrak saja]


"Dasar Pak Tua gila!"umpat Kia.


[Jangan mengumpat,langsung katakan saja didepan wajahku!]


Kia langsung duduk dan mengedarkan pandangannya.Apakah di kamar ini ada CCTV?pikir Kia.Kamar ini juga di desain kedap suara,tidak mungkinkan suaminya itu mendengar kata-katanya.Kia kembali melihat ponselnya,ternyata suaminya hanya menggertak saja.


Lelah sekali rasanya hari ini.Didatangi ibu mertua bukannya disambut dengan cipika-cipiki malah disambit telapak tangan plus dibawakan seorang Ratu di dalam rumah tangganya.Beginilah nasib seorang selir.Pantas saja suaminya itu selalu menutupi wajahnya saat pergi ke luar dengannya.Kia meremas bantal yang ada dipangkuannya.Bisa-bisanya dia ditipu sampai segitunya.


Kia menjatuhkan tubuhnya,apa dia kabur saja. Tapi kenapa?Dia tidak salah dalam hal ini,setidaknya itu menurutnya.Kia dinikahi Bian secara sah menurut hukum dan agama. Apa kata 'pelakor' memang pantas disematkan pada dirinya?


Pikiran Kia dipenuhi dengan berbagai pertanyaan yang membuat kepalanya menjadi pusing.Kenapa seperti ini,haruskah begitu,bagaimana kalau begini,uhhh kepala Kia seperti mau pecah.


Dorrr......dorrrr.....dorrrrr......


Kia terkejut mendengar gedoran pada pintu. Pikirannya jadi buyar seketika.


"Kia,cepat buka pintunya!!!!Jangan terus menguji kesabaranku!!!!!"teriak Bian.


"Eh,Dia yang bersalah,kenapa juga kesabarannya yang diuji?"Kia menggeleng tak habis pikir.


"Kia.....!!!!!"


Kia menghirup udara sebanyak-banyaknya.Dia tidak boleh gegabah dalam mengatasi masalah ini.Kecewa,itu sudah pasti.Seandainya saja Bian hanya memintanya untuk menjadi kekasih,mungkin dengan mudahnya Kia memutuskan untuk pergi.Kia berjalan menuju pintu dan membukanya.


Bian senang bukan main saat Kia membuka pintu.Kia kembali berjalan ke tempat tidur.Belum jauh Kia melangkah,Bian memeluknya dengan erat dari belakang.


"Maaf....."


Kia memejamkan matanya dan menghela nafasnya dalam-dalam.Air matanya kembali menetes jatuh ke tangan Bian yang membelit perutnya.Perih di sudut bibirnya sudah hilang, tapi perih dihatinya entah kapan bisa hilang. Menjadi yang kedua atau lebih tepatnya simpanan,tidak pernah ada dalam pikiran Kia.Tapi sekarang,hal itu terjadi di kehidupannya.Entah Kia harus bersedih atau tertawa.


"Aku benar-benar mencintai kamu,"lirih Bian ditelinga Kia.


"Seperti ini cara kamu mencintai aku?Dengan menipuku?"


"Maaf....maaf,maaf,maaf!"


"Nggak,aku nggak mau!"Kia melepas tangan Bian.


Kia duduk di tempat tidur,bersandar pada kepala ranjang.Bian mendekat dan duduk di sampingnya.Sesaat keduanya terdiam mengingat kembali awal pertemuan mereka. Saat itu,Bian sudah mulai ada rasa tertarik pada gadis desa anak dari seorang ayah yang berhutang padanya dipertemuan pertama mereka.

__ADS_1


"Kamu ingat?Saat pertama kali kita bertemu,kamu sudah menarik ku dengan wajah takutmu itu.Bibir lembab itu selalu menggodaku untuk mendekat!"


"Emang kamu nya aja yang mesum,"judes Kia.


Bian menyunggingkan senyumnya,"Mungkin."


"Padahal sebelumnya,aku tidak seperti itu.Banyak wanita cantik dengan pakaian kurang bahan mencoba merayuku,tapi aku biasa-biasa saja.Dan ketika aku melihatmu dengan bibir yang bergetar ketakutan pada waktu itu,otakku menjadi tak karuan,"lanjut Bian.


"Kau hanya menginginkan bibirku?"tanya Kia sinis.


"Tentu saja tidak.Aku menginginkan seluruh tubuhmu."


Kia melempar bantal tepat di wajah Bian dengan kesal.Bian menerimanya dan tertawa. Istri kecilnya benar-benar mood booster baginya.Meski hatinya kecewa dan marah,Kia tidak langsung melampiaskannya dengan emosi yang meledak-ledak.Dia tetap tenang dan mau mendengar.


"Seline,"ucap Bian.


"Seline?"


Bian mengangguk,"Namanya Seline.Kami menikah kurang lebih tiga tahun.Pernikahanku dan Seline terjadi karena Daddy ingin membalas budi pada Papanya Seline yang sudah menolongnya saat perusahaan hampir mengalami kebangkrutan."


Kia diam mendengar apa yang suaminya ceritakan tanpa menyela sedikitpun.Bian menghela nafasnya dan kembali bercerita.


"Awal menikah,aku sudah berusaha untuk membuat pernikahan kami layaknya seperti pernikahan pada umumnya.Kami melakukan perjalanan berdua dengan harapan mungkin saja cinta akan tumbuh diantara kami.


Tapi,setelah mencoba dan mencoba,rasa itu tidak juga hadir di hati kami masing-masing," sejenak Bian menghentikan ceritanya.


"One hundred percent,sure!"jawab Bian mantap.


"Bagaimana dengan Seline?"Kia menatap tepat manik mata suaminya.


"Sebelum menikah,Dia sudah mempunyai kekasih.Dan setelah menikah pun mereka masih menjalin hubungan,bahkan sampai sekarang,"jelas Bian santai.


"Oh,ya?"Kia membulatkan matanya.


Bian meraup wajah Kia,"Biasa aja dong!"


"Ish....tapi tetep aja,seharusnya ini tuh nggak boleh terjadi!"Kia memanyunkan bibirnya.


"Kenapa?"


"Itu artinya kamu selingkuh.Dan sedihnya aku yang jadi selingkuhan kamu.Pantes aja kalau kita jalan bareng,kamu seperti orang yang nggak mau kalau orang lain tahu.Yang pake masker lah,kacamata,udah kayak selebriti.Ternyata,aku cuma istri simpanan seorang Pak Tua,"Kia tersenyum miris.


"Maaf,aku nggak ada maksud untuk buat kamu menjadi seperti itu."


"Tapi kenyataannya kamu melakukannya."

__ADS_1


"Maaf!Aku janji sebentar lagi itu tidak akan terjadi.Aku akan mengumumkan ke seluruh dunia kalau kamu istri dari Pak Tua ini,"Bian memegang tangan Kia.


"Kamu.....benar-benar akan menceraikannya?"


Bian mengangguk pasti.


"Kenapa?"


"Ckk,apanya yang kenapa?"sebal Bian.


"Maksudku,kamu yakin?Bagaimana dengan orang tua kalian?Apa mereka setuju?Tapi ibumu sudah pasti tidak setuju,begitu pula dengan istrimu.Ini adalah pernikahan antar pengusaha,pasti akan berpengaruh juga pada perusahaan kalian.Terus-,"Bian menghentikan ucapan Kia yang sudah seperti kereta api dengan ciumannya.


"Mmpht.....,"Kia mendorong Bian sampai ciuman itu terlepas.


"Aku masih marah ya!!!"kesal Kia.


"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan apapun. Biar itu menjadi urusanku,hum...?"


"Tapi bagaimana bisa,tidak ada satupun artikel yang memuat tentang pernikahan kalian?"


"Sudah diatur oleh Rama.Lagian ini tuh salah kamu sendiri,masa' tidak tahu apapun tentang seorang Abian Abraham?Aneh!"


"Ckk,kamu pikir orang miskin seperti kami punya waktu untuk mencari tahu siapa saja orang kaya di negara ini?Seperti nggak ada kerjaan aja.Lagipula,aku baru mempunyai ponsel saat menjadi pekerja pabrik.Itupun ponsel bekas temanku,"ucap Kia ngegas.


"Iya....iya.....nggak perlu ngegas gitu juga kali!"


"Tapi istri kamu sepertinya tidak setuju dengan perpisahan kalian,bahkan ibumu menyalahkan aku sebagai penyebabnya."


"Dia tidak punya alasan untuk tidak setuju.Selama ini kami menjalani hidup kami masing-masing tanpa peduli satu sama lain."


"Hufth....tapi tetap saja orang lain akan membicarakan hal buruk tentangku.Seharusnya kalau mau berpisah, saat kita belum bertemu!"protes Kia.


"Ya,siapa juga yang akan tahu apa yang akan terjadi di masa depan.Kamu nggak usah cemas,aku akan membungkam mulut mereka,jika hal itu terjadi."


"Kamu yakin?"


"Hem.Jadi,sudah nggak marah lagi,kan?"


"Masih!Kamu keluar sana dan untuk sementara kita tidak bisa tidur di satu kamar yang sama sebelum masalah kalian benar-benar selesai.Jelaskan juga pada orang-orang yang memandang rendah padaku kalau akulah korban di sini.Aku tidak mau dicap buruk untuk hal yang tidak aku lakukan,"jelas Kia


"Tapi-,"Bian hendak protes.


"Beri aku waktu untuk memikirkan kembali hubungan kita!"lirih Kia.


Bian mendelik tak suka dengan permintaan istrinya.

__ADS_1


"Aku kasih kamu waktu untuk menenangkan diri bukan untuk berpikir soal hubungan kita,paham?"


Bian menangkup wajah istri kecilnya,mengecup pelan bibir yang menjadi candu itu lalu pergi keluar kamarnya.Dia tidak akan membiarkan Kia pergi darinya,walau hanya dalam pikiran sekalipun.


__ADS_2