Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Gotcha


__ADS_3

Di rumah sakit terdekat,tempat Robby tadinya menginap,seorang suster berlari dengan tergopoh-gopoh dari ruang rawat.Dia memberitahu bahwa Robby sudah tidak ada di tempat tidur pasien.


"Apa?"teriak salah satu polisi.


"Pasien tidak ada ditempat,Pak!"ucap suster itu takut-takut.


Melihat wajah suster yang memberitahu sangat pucat juga berkeringat,polisi yang menjaga jadi mengernyit dan tersenyum miring.


"Kalau sampai ... pasien atas nama Robby,kabur atas campur tangan dari Anda,bersiaplah untuk ikut dalam pengapnya ruang sempit di dalam sel,paham?"bisik pak polisi menakuti.


Perawat itu hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan.Meski raut takut tak bisa disembunyikannya,dia berusaha untuk tetap tenang.


"Awasi Dia!"seru polisi dengan pangkat yang lebih tinggi.


* * *


Di sebuah cafe,Robby yang memakai masker dengan kacamata hitamnya tengah menunggu Sania.Tidak ada yang bisa dipercayanya saat ini.Anak buahnya pun sudah diamankan polisi berikut aset miliknya.


Tak lama,Sania datang dengan dandanan yang sama.Memakai masker juga kacamata hitamnya.Sania tidak mau ada yang melihatnya duduk bersama seorang yang mencurigakan seperti Robby.


"Lo harus bantu gue keluar dari kota ini,bila perlu ke luar negeri,"kata Robby seraya melirik ke sembarang arah.


"Lo tahu siapa dalang dibalik tertangkapnya lo?"tanya Sania.


Robby menggeleng lalu mengernyitkan keningnya.Benar juga,dia belum tahu siapa yang membuatnya seperti ini.Hanya orang yang mempunyai kekuasaan yang bisa membuatnya sejatuh ini.


"Lo tahu?"tanya Robby penasaran.


"Bian.Abian Abraham,"ujar Sania.


Sudah ia duga,ternyata cepat juga pergerakan yang Bian lakukan untuk membalas luka adiknya.Robby tersenyum,kalau sudah begini,dia harus membalasnya dengan lebih kejam lagi.


Dan target selanjutnya adalah istri dari Bian,seperti rencana awal.Bahwa mereka akan menghancurkan seorang Abian Abraham melalui orang-orang yang paling disayanginya.


Adiknya hanyalah peringatan untuk Bian.Target utamanya adalah Kia,istri kecil Bian yang sangat dia cintai.Mereka harus segera melaksanakan rencana yang telah mereka susun.


"Oh!"Robby manggut-manggut.


"Jangan 'oh' doang!Kita harus menuntaskan rencana kita,"ujar Sania.

__ADS_1


"Let's do it!"


* * *


Sudah dua hari,Robby dikabarkan kabur.Semua keluarga Bian diharapkan lebih berhati-hati lagi.Pengamanan pun telah diperketat.Bian tidak mau kejadian Key terulang lagi.


Hari masih pagi,Kia berencana untuk pergi ke pasar tradisional.Dia juga sudah meminta izin dari suaminya.Anggota keluarga Abraham boleh pergi dengan syarat harus dikawal oleh keamanan yang sudah Bian juga tuan David siapkan.


Dengan membawa kertas yang berisi tulisan beberapa barang yang akan dibelinya,Kia yang memakai tas kecil yang berisi dompet serta ponselnya masuk ke dalam mobil hitam yang dikendarai oleh pak Ali.


Robby dan beberapa preman yang disewanya bersiap untuk melaksanakan tugasnya.Selama dua hari ini,mereka memang selalu mengintai kediaman tuan David.


Dan akhirnya, kesempatan untuk membalas Bian lewat istrinya datang juga.Setelah mobil hitam itu keluar dari gerbang,Robby dan para anteknya mengikuti tak jauh dari mobil tersebut.


Sampai pada persimpangan jalan menuju pasar tradisional yang akan mereka tuju,mobil Robby menghadang.Para preman itu keluar dari mobil dan memaksa membuka pintu mobil hitam keluarga Abraham.


Seperti yang dilakukan pada Key,mereka juga merusak kaca mobil dengan balok kayu yang sudah mereka persiapkan.Sementara seseorang membawa Kia dengan menutup kepalanya, temannya yang lain menghajar pak Ali yang mencoba menghalangi preman yang membawa Kia.


"Bagus!"ucap Robby saat yang dia perintahkan untuk menculik itu berhasil melakukan tugasnya.


Pak Ali yang sudah terkapar dengan beberapa luka ditubuhnya tak bisa menghalangi dan segera melaporkannya pada Bian.Pak Ali juga memberikan nomor plat mobil yang dia yakini bahwa didalam mobil itu pasti ada Robby.


"Good!Cepat bawa perempuan tak tahu diri itu kehadapan gue!Kita akan berpesta malam ini.Lo belum pernah kan,main dengan istri orang berpengaruh?Ha ... ha ...."


Tut ... Tut ...


Sania memutuskan sambungan teleponnya dengan Robby.Malam ini,Bian akan merasakan sakit hatinya selama ini.Sania yakin kalau Bian pasti akan sangat hancur menyaksikan kesakitan yang istrinya akan segera rasakan.


"Salah siapa nolak gue!Sekarang,Lo yang akan gue buat berlutut di kaki gue.Memohon agar istri tercinta Lo,gue bebaskan.Ha ... ha ...,"monolog Sania di kantornya.


Dia akan segera pergi dan menyiapkan tempat yang telah mereka sepakati untuk melakukan aksi kejinya pada Kia.Sania benar-benar akan membalas setiap sakit yang dia rasakan setiap kali Bian menolaknya.


Kehancuran Bian adalah prioritas utama baginya saat ini.Hatinya telah dikuasai api balas dendam.Sania tidak berpikir bahwa setiap perbuatan pasti akan ada konsekuensinya.


Sedangkan di perusahaan ABR COMPANY,Bian yang baru saja selesai melakukan pertemuan bergegas menyusun rencana setelah pak Ali menghubunginya.


Kali ini,Bian akan pastikan setiap orang yang telah mengusik kebahagiaannya akan menerima hukuman darinya.Dengan tangannya sendiri,Bian akan memberi pelajaran bagi mereka yang tak tahu dengan siapa mereka mencari masalah.


Plat nomor yang pak Ali berikan segera dia serahkan pada Rama agar dicari lokasi keberadaan mobil tersebut.Bian pun sudah meminta pak Beno menjemput pak Ali dan membawanya ke kantor khusus yang Bian dirikan untuk para keamanan yang dia bentuk.

__ADS_1


Di sana,Bian meminta beberapa orangnya untuk ikut bersamanya menemui para preman yang menghadang mobil yang dikendarai oleh pak Ali tadi.


* * *


"Lepas ...!!!"teriak seorang wanita yang wajahnya tertutup kain hitam.


Wanita itu terus saja berteriak dan memberontak minta dibebaskan.Robby bahkan sudah menamparnya berulang kali.Saat Sania datang,Robby menghampirinya dan mengecup bibirnya.


"Bagaimana kalau sebelum menikmati permainan dengan wanita itu,kita nikmati dulu permainan kita?"bisik Robby ditelinga Sania.


Sania yang mudah terpengaruh dengan sentuhan-sentuhan tangan Robby, tersenyum dan menyambut ajakan itu.Robby mengisyaratkan anak buahnya agar meninggalkan mereka berdua dengan wanita yang disekap nya itu di dalam kamar.


Suara ******* keduanya jelas terdengar di telinga.Mereka pun melakukannya di ranjang yang mereka siapkan untuk mengeksekusi dendamnya nanti.


"Dasar jal**g,kalian berdua!"teriaknya yang masih mendengar ******* serta erangan keduanya.


Usai melakukan hubungan itu,Sania dan Robby mengatur nafasnya.Keduanya tertawa bak orang kesetanan mendengar setiap cacian yang terlontar dari mulut sanderanya.


Sania dan Robby memakai kembali pakaiannya dan menghampiri sanderanya yang terus memberontak.Sania menarik rambut sanderanya sampai dia mendongak dengan kepalanya yang masih tertutup kain.


"Tenang aja,sebentar lagi,Lo yang akan berada di ranjang sana,"ucapnya.


"Lo sudah kirim pesan ke pria idaman Lo itu?"tanya Robby.


"Nggak perlu,kita langsung kirim rekamannya aja.Gue yakin Dia akan gila melihat betapa istrinya menikmati setiap sentuhan yang Lo berikan,ha ... ha ...,"tawa Sania antusias.


"Lo yakin?"


"Hem.Buka penutup kepalanya!"


Saat penutup kepala wanita yang diculiknya dilepaskan,tawa Sania perlahan luntur seketika.Sania menatap tajam pada Robby dan mengumpat di depan wajahnya.


"Dasar be*o!"maki Sania.


"Hey ...!"bentak Robby.


Saat keduanya saling memaki, seorang pria dengan senyum devil nya masuk dan mendekat.


"Gotcha! "bisiknya terdengar di telinga Sania dan Robby.

__ADS_1


__ADS_2