Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Jalan-Jalan atau Kencan


__ADS_3

"Kamu sudah sarapan,Mas?"tanya Kia saat pintu apartemen terbuka.


Bian menggeleng dan menarik pinggang Kia agar merapat padanya."Mau makan kamu dulu!"


"Aaaa.......aku laper,Mas!"jerit Kia saat Bian menggendongnya.


Tanpa memperdulikan teriakan Kia,Bian terus melangkahkan kakinya menuju kamar mereka.Bian langsung menghempas tubuh ramping Kia ke atas kasur dan mengungkungnya.Ditatapnya lagi wajah yang sangat dirindukannya sejak kemarin.Bian menjatuhkan ciumannya di kening Kia lama.Lalu turun ke hidungnya kemudian pada bibir ranum yang terus menggodanya sejak pertemuan pertama mereka.


Kia membalas ciuman dari Bian,karena Ia pun juga merindukan 'pak tua' nya ini.Sekarang Kia sudah tidak canggung lagi membalas ciuman yang Bian berikan.Dibalasnya pula sesapan dan belitan lidah Bian.Tak ingin kalah dari bibirnya,tangan Bian pun terus meraba memberikan sensasi geli yang membuat Kia menggeliatkan tubuhnya.Tanpa banyak membuang waktu,Bian langsung masuk pada santapan utama.Mereka pun saling mencurahkan kerinduan yang mereka rasakan lewat penyatuan yang mereka lakukan.


* * *


"Halo,Mom!"


"Halo,sayang!Kamu masih di luar negeri?"


"Iya,Mom!Kenapa?"


"Nggak,Mommy cuma kangen aja sama kamu.Mommy denger,kemarin Bian nyusul kamu ke sana,ya?"


"Oh..i-ya,Mom!Tapi sepertinya Bian langsung pulang deh,Mom."


"Oh,begitu!Anak itu memang bener-bener deh.Ya sudah,kamu baik-baik ya di sana.Cepet pulang!"


"Iya,Mom!Mommy tenang aja,setelah pekerjaan Seline di sini selesai,Seline langsung mengunjungi Mommy!"


Seline melempar ponselnya ke atas ranjangnya.Ucapan Bian kemarin tiba-tiba muncul kembali dalam ingatannya.Seline ingin benar-benar memikirkannya kembali.Jika Dia berpisah dengan Bian,apakah hidupnya masih bisa seperti sekarang?Masih bisa bebas walaupun terikat dengan pernikahan.Apakah kekasihnya bisa memenuhi kebutuhan hidupnya yang semua serba wah?Seline memang desainer terkenal di kalangan kaum berduit,tapi itu juga karena nama Abraham yang tertera di nama belakangnya.

__ADS_1


Seline akan membicarakan hal ini kepada orang tuanya nanti ketika pekerjaannya sudah selesai dan Dia sudah kembali.Seline tak ingin buru-buru mengambil keputusan yang akan membuatnya menyesal nantinya.


* * *


"Makan yang banyak,siapa tahu kita akan mengulanginya lagi,nanti!"ucap Bian mengambilkan lauk ke piring Kia.


"Enak aja.Habis ini aku maunya kita pergi jalan-jalan,titik!"


"Jalan-jalan?Kencan?"


"Terserah apa namanya,yang pasti aku mau jalan-jalan hanya berdua denganmu!"


"Oke!Mau ke mana?"


Kia mengangkat bahunya,"Terserah!"


"Mas.........!"jerit Kia dari kamarnya.


Bian yang mendengar jeritan istrinya langsung berlari menuju kamar mereka.Didobraknya pintu kamar yang tidak Kia kunci.Bian tersungkur di lantai dan kepalanya sedikit membentur tepi tempat tidur.


Kia yang mendengar pintu terbuka dengan keras segera keluar dari walk in closet dan betapa terkejutnya ia saat melihat Bian yang tertelungkup di kaki ranjang.Kia menghampiri Bian dan memeriksa keadaannya.Terdapat sedikit goresan di atas alis sebelah kiri Bian.


"Astaga......!Kamu ngapain sih,Mas?"


"Kamu yang ngapain teriak-teriak gitu?Aku panik jadinya kan,"sewot Bian melihat Kia yang sudah rapi.


"Aku tadi manggil kamu biar kamu nya juga siap-siap."

__ADS_1


"Ya manggil nggak harus teriak-teriak juga kan!"


"Iya,maaf!Sini aku obati dulu kening kamu!"


Kia mengambil kotak obat di laci nakas dan segera memberikan plester lucu bergambar Doraemon pada kening Bian.


"Harus banget gambarnya kek gini?"


"Kenapa?Lucu kok!"cengir Kia.


"Sudah sana,kamu ganti baju.Aku sudah menyiapkan baju kamu di dalam."


Bian menarik tangan Kia,"Bantu aku ganti baju!"


"Apa sih,Mas!Sana cepet ganti baju!Nanti keburu sore."dorong Kia.


Bian memasuki walk in closet dan melihat baju yang sudah Kia siapkan.Kia memilih outfit casual yang senada dengan yang Dia pakai.Bian melihat tampilannya di cermin. Kalau begini,Bian merasa seperti anak ABG saja.Bian keluar dan berdiri di hadapan Kia.


"Bagaimana?"


Kia mengitari tubuh Bian,menelisik.'Pak Tua' nya terlihat semakin tampan dengan outfit ala-ala Korea begini.Bahkan suaminya lebih tampan dan macho.Uhhh,Kia jadi gemes.


"Perfecto!"


Bian tersenyum dan mengacak rambut istrinya yang sudah ter-kuncir rapi.


"Ish...berantakan,tahu.Ini!"Kia memberikan topi hitam yang sama seperti yang akan ia pakai.

__ADS_1


Bian memakai topi itu kemudian memakai maskernya.Kia yang sudah siap,melingkarkan tangannya di tangan Bian.Tapi Bian malah melepaskannya untuk memeluk bahunya. Mereka pun pergi untuk kencan pertama mereka.


__ADS_2