
Di kediaman keluarga Tuan Anggara,orang tua Seline sedang mengadakan jamuan makan malam bersama dengan keluarga Abraham.Kebetulan Seline baru saja pulang dari pekerjaannya sebagai seorang desainer di negara S.Bian juga turut hadir karena tak ingin lagi membuang waktu untuk membicarakan niatnya untuk berpisah dengan Seline.
Dua keluarga sedang makan tanpa ada suara yang saling menyahut.Hanya suara dentingan sendok-garpu dan piring yang saling beradu yang terdengar di ruang makan itu.Semuanya makan dengan khusyuk,karena itulah yang mereka pelajari dan lakukan sejak mereka kecil.
Setelah makan malam usai,Bian meminta waktu kepada kedua mertuanya untuk berbicara hal yang penting.Tapi Seline yang belum siap menghentikan Bian dan mengajaknya ke kamarnya.
"Apa harus kita bahas sekarang?Aku belum memberitahu mereka tentang masalah kita.Bisakah aku dulu yang memberitahu mereka tentang rencanamu ini?"
"Kenapa?Bukankah lebih cepat lebih baik?Aku tahu kamu juga tidak bahagia dengan pernikahan ini.Jadi,untuk apa menundanya?Aku ataupun kamu yang memberitahu,itu sama saja,kan?"
"Tapi,aku takut nanti papa marah dan nggak terima.Bagaimana kalau mereka tidak percaya dengan alasan yang akan kamu berikan?"
"Kamu tenang saja,biar aku yang menanggung semua kemarahan yang akan Papamu berikan."
"Tapi-"
Tanpa menunggu Seline menyelesaikan ucapannya,Bian membuka pintu kamar dan pergi menuju ruang keluarga dimana kedua besan sedang mengobrol.
"Hey,Bian!Sini!"panggil Bu Mala,Mama dari Seline.
"Iya nih,nanti dulu dong kangen-kangenan nya!"goda Pak Anggara.
__ADS_1
Bian menghela nafasnya pelan.Ini keputusan pertama yang Dia ambil tanpa campur tangan dari Tuan David,Daddy-nya.Bian tahu keputusan ini mungkin akan membuat hubungan antara dua keluarga agak menegang.Tapi Dia juga berhak untuk memperoleh kebahagiaannya sendiri.Dan kebahagiaannya adalah hidup bersama dengan Kia,istri kecilnya.
"Maaf Pa sebelumnya,"Bian mengambil nafas sejenak.
"Mungkin keputusan ini akan menghancurkan hati Mama dan Papa.Tapi ini adalah jalan terbaik untuk kebahagiaan semuanya."
"Maksud kamu apa sih,Nak Bian?"tanya Bu Mala was-was.
"Maaf sekali lagi,aku dan Seline akan segera berpisah!"
Semua yang ada di sana sangat terkejut mendengar penuturan Bian.Apalagi Mommynya.Seline yang duduk di samping Mamanya hanya bisa mengepalkan tangannya,karena Bian selalu melakukan apa yang diinginkannya tanpa peduli dengan pendapatnya.Padahal Ia sudah meminta untuk memberikannya waktu untuk berpikir.Tapi Bian seolah tak sabar untuk segera berpisah darinya.Seline jadi curiga,apa mungkin Bian sudah memiliki seseorang selain dirinya?
Bian mendekati Mommynya dan merangkul bahunya.Mommynya pasti sedih mendengar keputusannya ini.Tapi,rasa takut kehilangan Kia selalu menghinggapi pikirannya.Bian benar-benar sudah jatuh ke dalam ketulusan cinta yang Kia berikan.Dia sampai ketakutan kalau Kia tahu semuanya dan akan meninggalkannya.
"Kamu cuma bercanda kan,Nak?"ulang Mommynya kembali.
Bian menggeleng,"Ini keputusan yang tepat untuk pernikahan kami,Mom!"
"Tapi selama ini kalian kelihatan baik-baik saja.Apa alasan kalian mengambil keputusan besar ini?"Bu Mala tak mengerti.
"Mama pasti tahu kalau pernikahan kami tidak seperti apa yang terlihat di depan orang banyak.Kami menikah atas keinginan dari kalian.Kami berdua sudah sama-sama berusaha untuk menjalani pernikahan ini.Tapi, selama kurang lebih tiga tahun pernikahan ini, cinta sama sekali tidak hadir di antara kami."
__ADS_1
"Apa kau menyetujui keputusan ini?"tanya Pak Anggara pada putrinya.
Seline tak tahu harus menjawab apa untuk pertanyaan yang Papanya berikan.Wajah Pak Anggara sudah memerah karena menahan amarahnya.Begitu juga dengan Daddy David. Dia diam tapi di dalam hatinya,Dia sangat ingin memukul putra semata wayangnya itu.Berani sekali mengambil keputusan besar tanpa persetujuan darinya.
"Kau yakin hanya itu alasannya atau kau hanya mengada-ada saja?"tanya Pak Anggara dengan tatapan dinginnya.
"Papa sangat tahu bagaimana situasi pernikahan ini terjadi.Kalian yang memaksa kami menikah dan kami sudah menurutinya. Kalau pernikahan ini tidak berhasil,itu bukanlah salahku ataupun putrimu,"balas Bian tak kalah dinginnya.
"Abian!!!"bentak Daddy David.
Bian menatap mata Daddy-nya tanpa rasa takut sedikitpun.Ini kali pertama Bian menatap Daddy-nya tanpa ragu.Selama ini,apa yang Daddy-nya inginkan akan selalu Dia lakukan.
"Maaf sekali lagi kalau perpisahan ini mengejutkan kalian.Tapi saya harap kalian menyetujuinya seperti saya menyetujui saat kalian memaksa saya untuk menikah!Saya permisi!"
Setelah mengutarakan keputusannya untuk berpisah,Bian segera pergi dari sana.Sementara Daddy dan Mommy benar-benar merasa canggung dan memutuskan untuk pergi.
"Kita akan bicarakan ini lagi nanti saat semuanya sudah mereda.Mereka pasti memutuskan ini dalam keadaan marah.Kita beri waktu untuk mereka sama-sama berpikir," ucap Mommy menenangkan keadaan.
Mommy mendekati Seline dan memeluknya,"Kamu tenang saja,ya!Mommy tidak akan membiarkan Bian mengambil keputusan yang salah."
Setelah Daddy David dan Mommy Sofia meninggalkan kediaman keluarga Tuan Anggara,Seline berlari menuju kamarnya dan mengunci pintunya.Ia tidak ingin mendengar ocehan yang akan Mamanya berikan.Apalagi melihat kemarahan yang dipancarkan dari wajah Papanya.
__ADS_1