Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Have a Sweet Dream,My Lovely Hubby


__ADS_3

Kia menghampiri suaminya yang berdiri dengan siku yang bertumpu pada pagar balkon di samping ruang nonton.Asap rokok berhembus dari sela kedua bibirnya.


Pandangannya jauh entah ke mana.Kerlap-kerlip lampu gedung-gedung tinggi disekitarnya tak mampu mengalihkan pikirannya suntuknya.Kia meletakkan dua gelas jus jeruk dan camilan yang baru selesai dibuatnya di atas meja kecil yang ada di sana.


"Sudah sampai mana?"Kia berdiri di samping Bian.


"Hah?"tanya Bian linglung.


"Sudah sampai mana?"ulang Kia.


Bian mengernyit tak mengerti,"Apanya?"


"Pikiran kamu,sudah sampai mana?"


"Pikiranku tidak akan bisa jauh dari bocah di sampingku ini,"Bian mengacak rambut istrinya.


"Sudah tahu masih bocah,malah dipaksa nikah,"sungut Kia.


"Kamu tuh lucu banget sih!"gemas Bian menjepit hidung Kia.


"Heemm.....sakit tahu!"


Bian duduk di kursi dan mengambil jus jeruk lalu menyeruputnya sedikit.Dimatikannya sisa rokok yang sudah hampir habis itu ke dalam asbak.Ditariknya tangan Kia sampai jatuh di pangkuannya.Bian melingkarkan tangannya di pinggang Kia dan menghirup aroma vanilla yang tercium dari tubuh sang istri.Sungguh menenangkan perasaannya.


Kia mengusap rambut Bian dan membiarkan suaminya itu menjatuhkan kepalanya di bahunya.Beberapa hari ini,'Pak Tua'nya ini kelihatan seperti banyak yang dipikirkannya. Wajahnya terlihat sayu dan lelah.Entah lelah karena pekerjaannya di kantor atau ada hal lain yang membuatnya kelelahan untuk menghadapinya.

__ADS_1


"Capek banget,ya?"


"Ya begitulah!Tapi Nyonya Bian tidak perlu khawatir,suamimu ini masih lebih dari sekedar mampu untuk menghadapi semuanya,"Bian mendongak menatap wajah cantik yang selalu dirindukannya bila berjauhan.


"Uuhhh.....manis sekali,sih!Pengen nabok,deh!"Kia mengacak rambut suaminya lalu mencubit pipinya.


"Naboknya pakai bibir,ya!"


"Maunya."


Kia mengambil cookies dan membelahnya separuh.Digigitnya di satu sisi lalu disodorkannya bagian sisi lainnya yang masih digigitnya ke mulut Bian.Dengan senyum yang mengembang dan hati yang berbunga-bunga,Bian menggigit cookies bagiannya lalu mencium bibir candu itu.


"Rasa cokelat,"ucap Bian saat melepas ciumannya.


"Always."


Bian kembali mencium bibir Kia dengan menyesapnya.Kia mengalungkan tangannya di leher suaminya.Ciuman pun berlangsung sedikit agak lama karena sekarang,Kia sudah bisa membalasnya tanpa malu dan canggung.Keduanya baru melepaskan ciuman itu saat mereka sudah merasa kehabisan stok oksigen.


Bian dan Kia sama-sama tersenyum dan saling menatap.Kia mengusap bibir suaminya dan tanpa diduga,Bian malah menggigit jarinya dan membuatnya terkejut.Tawa itu akhirnya keluar juga dari bibir Bian.Merasa tak terima,Kia mencium bibir yang tadi di usapnya lalu menggigitnya.


"Awww.....nakal banget,sih!Tapi aku suka."


Bian kembali tertawa dan berniat membalas apa yang Kia lakukan.Tapi Kia langsung mendorong wajah Bian dengan kedua telapak tangannya.


"Minum dulu jusnya!Setelah itu,kita istirahat!"

__ADS_1


"Baik,Nyonya."


Bian menghabiskan jus jeruk yang Kia sodorkan."Ayo!"


"Kamu duluan aja!Aku mau beresin ini dulu!"


Kia membawa kembali nampan yang dibawanya tadi ke dapur.Bian pun menutup pintu balkon dan menyusul Kia ke dapur. Setelah selesai mencuci gelas dan menyimpan cookies yang tersisa,Bian menggendong istri bocahnya itu seperti pengantin baru menuju kamar mereka.


Keduanya sama-sama masuk ke kamar mandi untuk menyikat gigi dan melakukan aktifitas lainnya sebelum pergi tidur.


"Berbaringlah tengkurap,Mas!"


"Kenapa?"


"Kamu capek,kan?Biar aku pijat-pijat agar lebih segar besok.Tapi nggak janji,sih."


"Tawaran yang menarik!"


Bian merebahkan tubuhnya tengkurap seperti instruksi dari istrinya.Kia memijat punggung Bian dengan lotion yang biasa ia gunakan sehari-hari.Jemari lentiknya mulai menari-nari,memberikan kenyamanan pada tubuh lelah suaminya.Tak lama kemudian,entah memang pijatan Kia benar-benar enak atau tubuhnya yang memang sudah lelah,Bian tertidur dengan mulut yang sedikit terbuka.Dengkuran halus pun terdengar di telinga Kia.


Kia menghentikan gerakan jemarinya dan melihat wajah Bian.Kia tertawa kecil melihat mulut suaminya yang sedikit terbuka.Tak ingin melewatkan momen,Kia mengambil ponselnya di atas nakas dan memotret Bian yang tertidur dengan mulut terbuka.


Kia mengelus rambut Bian dengan lembut,semakin membuat Bian tertidur nyenyak.Ditariknya selimut dan Kia pun ikut merebahkan tubuhnya di samping Bian.Kia mengecup keningnya pelan.


"Have a sweet dream,My lovely Hubby."

__ADS_1


__ADS_2