Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Ajakan Makan Siang


__ADS_3

Bian dan Seline duduk saling berhadapan di sebuah cafe dekat apartemen Seline.Seline terus mengaduk-aduk kopi yang dipesannya karena merasa salah tingkah ditatap terus oleh Bian.


"Kamu kok nggak bilang-bilang kalau mau ke sini?"tanya Seline mengurangi kecanggungannya.


"Kenapa?Nggak suka?"Bian balik bertanya.


Seline mengusap tengkuknya dan menghela nafas."Bukan begitu,cuma kaget aja.Tahu-tahu kamu sudah di depan pintu apartemen aku.Untung aku ada di apartemen,gimana kalau aku masih di tempat kerja aku?"


Hening sejenak,Bian menyesap kopinya yang tak seenak buatan istrinya.Lalu kembali menatap datar Seline.


"Ayo kita berpisah!"ucap Bian langsung.


"uhukkkk......uhukkkk....."Seline tersedak kopi yang baru saja diminumnya.


"What?"


"Kamu mendengarnya!"ucap Bian tak ingin basa-basi.


"Iya,tapi....kenapa?Bukankah selama ini kita baik-baik aja?"


"Kamu tahu sendiri pernikahan seperti apa yang kita jalani selama ini.Kita sudah cukup mencobanya dan ternyata kita tidak berhasil.Tidak pernah ada rasa yang lebih diantara kita selain hubungan saling menguntungkan.Dan itu sudah cukup,lebih baik kita akhiri hubungan palsu ini."


"Tapi-,"Seline tak tahu harus bicara apa lagi.


"Setelah urusan kamu selesai dan kamu kembali ke tanah air,aku akan segera mengurus perpisahan kita!"

__ADS_1


Bian meninggalkan uang di atas meja dan pergi meninggalkan Seline yang masih terdiam menatap kepergiannya.Bian tak ingin lebih lama berada di negara ini karena apa yang ingin disampaikannya secara langsung kepada Seline sudah dilakukannya.


Rencananya memang Bian akan menemui Seline untuk membicarakan perpisahannya. Setelah itu,Bian akan langsung kembali ke tanah air karena Bian sudah mulai tak bisa jauh dari Kia.Tapi manusia memang hanya bisa berencana,namun Tuhan jualah yang menentukan.Tiba-tiba cuaca tidak mendukung apa yang Bian inginkan.Bian menghela nafas dan memutuskan untuk menginap di hotel.Sore nanti,kalau cuaca sudah mulai cerah,Bian akan kembali.Tapi kalau cuaca masih ingin mengetes kesabaran Bian,maka terpaksa Bian akan pulang besoknya.


Seline ke tempat kerjanya dengan wajah yang ditekuk,tak bersemangat.Dia masih shock dengan apa yang dibicarakan oleh Bian tadi. Tak ada angin tak ada hujan,Bian tiba-tiba datang dan mengajaknya berpisah.Kemudian, tanpa menunggu jawaban dari bibirnya,Bian pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal. Menoleh pun tidak Bian lakukan.


"Kusut banget tuh muka!Kenapa?Bukannya semalem habis happy-happy bareng doi,"ucap teman Seline yang sangat tahu apa yang dilakukan oleh temannya itu.


"Bian minta pisah!"beritahu Seline lesu.


"Loh,bagus dong!Itukan yang selama ini Lu mau?"


"Iya sih,tapi ini tuh terlalu mendadak.Gue jadi....jadi nggak bisa mikir karena terlalu shock."


"Alah,gaya Lu!Selama ini,emangnya Lu bisa mikir?"


Seline jadi berpikir kembali.Selama ini,memang inilah yang dia inginkan.Terus sekarang,disaat Bian yang meminta perpisahan,kenapa dia jadi seperti tak terima.Seline menggelengkan kepalanya dan membuang nafas.Aka dipikirkannya lagi nanti.Saat ini fokusnya tidak boleh terbagi dengan hal yang lain.


* * *


"Kia!"


"Iya Pak Dani!"


"Tolong kamu bawa tugas teman-teman kamu ke meja saya!"

__ADS_1


"Baik,Pak!"Kia mengikuti langkah Pak Dani membawa tugas dari teman-temannya.


Pak Dani adalah salah satu dosen muda yang mengajar di kelas yang Kia ambil.Selain dosen,Dia juga merupakan seorang chef di sebuah cafe yang kebetulan Dia jugalah yang menjadi ownernya.Pak Dani menarik bibirnya, tersenyum karena berhasil mendapatkan alasan agar lebih dekat dengan Kia.


Sampai di meja Pak Dani,Kia meletakkan tugas mereka ke atas meja dan segera pamit untuk pergi.Dani yang masih ingin lebih lama dengan Kia mencoba menahannya dengan menyuruh Kia untuk membantunya merapikan berkas-berkas yang berserakan di atas mejanya.


"Pak,sudah selesai!Apa saya boleh pergi?"


"Oh,sudah selesai!"Dani pura-pura meneliti pekerjaan Kia.


"Terima kasih ya,Kia!Dan sebagai ucapan terima kasih,saya akan mentraktir kamu makan siang,bagaimana?"


"Aduh,nggak usah repot-repot,Pak!Saya ikhlas kok,bantu Bapak!Temen saya juga sudah menunggu dari tadi,"ucap Kia menolak dengan halus.


"Hem...ya sudah kalau begitu!Tapi lain kali,saya tidak menerima penolakan,oke?"ujarnya seraya tersenyum manis.


Tanpa menjawab,Kia pamit dan langsung pergi dari hadapan dosennya itu.Di luar gerbang kampus,Fira dan Tio yang menunggu Kia mengerucutkan bibirnya melihat Kia yang berlari menghampiri mereka.


"Lama banget sih,Beb?"


"Iya,nih!Untung kita nggak garing kek kerupuk karena kelamaan dijemur."


"Sorry....sorry....tadi habis bantuin Pak Dani dulu,"beritahu Kia dengan nafas yang masih ngos-ngosan.


"Lagian Pak Dani tuh kenapa sih,suka banget keknya minta bantuan ke elu.Pas di kelas juga kek yang suka lirik-lirik gitu ke elu.Naksir apa yak Dia sama Lu?"bingung Fira.

__ADS_1


"Kamu nanyeaa,Kamu bertanyeaa-tanyeaaa?"


"Haish....masuk mobil buru!"dorong Tio dan Fira.


__ADS_2