
Malam datang menggantikan siang.Kediaman keluarga tuan David Abraham,kini diramaikan oleh suara tawa bocah kecil yang belum genap dua tahun itu.
Dari sejak selesai makan malam,tawa bocah kecil itu selalu terdengar.Tuan David dan Nyonya Sofia tak henti tersenyum melihat keceriaan putra dan cucunya yang tengah bermain di depannya.
"Bian,sudah!Tuh,cucu Mommy sudah mengantuk.Kalian istirahatlah!"ucap Nyonya Sofia.
"Mommy juga harus istirahat,ayo!"ajak tuan David menggamit tangan istrinya.
"Cium Oma sama Opa nya dulu!"Tuan David mengangkat tubuh Biyan.
Dengan patuh,Biyan mencium kedua pipi Opa dan Oma nya.Tuan dan Nyonya David pun melakukan hal yang sama pada Biyan sampai Biyan terkikik karena kegelian.
Rasanya ingin terus bermain bersama cucu mereka.Setelah kedua orangtuanya masuk ke kamarnya,Bian juga membawa anaknya ke dalam kamar menyusul istrinya yang sudah lebih dulu masuk.
Setelah makan malam tadi,Kia langsung pamit ke kamar karena merasa kurang enak badan.Tubuhnya kelelahan karena belum sempat beristirahat sejak sampai di kota tadi siang.Dan yang lain memaklumi itu.
Sedangkan Key,dia langsung ke kamarnya karena harus menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda selama dia berada di rumah Kia kemarin.
"Mas ...."
"Eh,kok malah bangun? Keganggu yah?"
"Nggak kok.Aku nggak lagi tidur,cuma tiduran aja,"jelas Kia.
"Oh."
"Sudah mau bobok ya?Sini sama Mama!"Kia mengambil Biyan dari gendongan papanya.
Kia menimang-nimang jagoannya sampai tertidur.Setelah itu,Kia meletakkan putranya di tengah-tengah tempat tidur.Melihat anaknya sudah tertidur dengan nyenyak nya,Bian yang sedari tadi melihat dari sofa,menghampiri mereka.
"Nyenyak banget tidurnya!"bisik Bian mengelus rambut anaknya.
"Begitulah anakku kalau kecapekan main,"ucap Kia dengan suara pelan.
"Anakku?"tanya Bian sebal.
"Biyan memang anakku ... kan? Peace!"ucap Kia mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.
"Enak aja damai,kamu harus dihukum!"kata Bian tersenyum miring.
"Hoam ... besok aja hukumannya,aku ngantuk!"Kia merebahkan tubuhnya dan memeluk putranya.
"Nggak bi-"
"Ssstttt ... jangan ribut,nanti putraku bangun!"Kia mengulum senyumnya.
"Kia ...!"geram Bian melotot tajam.
* * *
__ADS_1
Di kamar Key,dia masih sibuk mengerjakan pekerjaannya.Sesekali,kejadian tadi sore terlintas dipikirannya.Kia segera menggeleng kuat untuk mengusir bayangan asisten pribadi kakaknya itu.
Ternyata,kalau dilihat dari dekat,dia tampan juga.Apalagi aroma tubuhnya, membuat indera penciuman Key merasa nyaman menghirupnya.Pipi Key seketika merona,malu sekali rasanya mengingat kembali saat hidungnya saling bersentuhan.
"Nggak ... nggak ...!Aduh,please,pergi dari pikiran gue!"Key mengibaskan tangannya di atas kepalanya sendiri.
"Ayo,dong,fokus ... fokus ...!"
"Ayo Key,semangat!Lo pasti bisa ...!"teriak Key.
"Huh ...,"Key membuang nafasnya.
Berulang kali Key mencoba untuk fokus dengan pekerjaannya.Tapi,bayangan Rama selalu mengganggu konsentrasinya.
"Aaaa ... Rama sialan,pergi Lo pergi ...!Jangan ganggu gue ...!"teriak Key frustasi.
Bukannya menghilang,bayangan wajah tampan Rama malah terus melekat di dalam pikirannya.Key jadi seperti orang kesurupan, teriak-teriak tak jelas sampai berguling-guling di kasur dengan kaki yang menendang-nendang ke udara.
* * *
Dalam pencahayaan yang hanya diterangi cahaya lampu tidur,Kia perlahan membuka matanya.Tidurnya jadi terganggu karena ulah suaminya yang terus mengendus ceruk lehernya dari belakang.
"Jam berapa?"tanyanya dengan suara khas bangun tidur.
Bian mengambil ponselnya dan melihat angka penunjuk waktu di layar ponselnya itu.
"Hah ..."
"Ssstttt ... jangan berisik!"Bian membungkam mulut Kia.
"Ini masih malam,Mas!Tidur lagi sana!"Kia mendorong tubuh Bian.
"Aku nggak bisa tidur,Yang!Kepalaku nyut-nyutan,"bisik Bian menggoda istrinya.
"Kamu sakit?"tanya Kia yang belum paham maksud Bian.
Kia mengecek suhu tubuh Bian dengan meletakkan telapak tangannya di kening suaminya,entah cara itu benar-benar efektif atau tidak.Kening Kia mengerut bingung,suhu tubuhnya sama seperti biasanya.
Tanpa aba-aba,Bian mengangkat tubuh istrinya yang ramping.Sontak Kia melingkarkan kakinya di pinggang Bian karena takut jatuh.
Belum sempat Kia melayangkan protesnya,Bian lebih dulu membungkam mulut Kia dengan bibirnya.Bian meletakkan Kia diatas Sofa.
"Kepalaku yang lain yang nyut-nyutan,Sayang!"bisik Bian mengecup telinga Kia.
Otak Kia langsung terkoneksi dengan cepat.Mengerti apa yang suaminya inginkan,Kia pasrah saja menikmati apa yang Bian lakukan padanya.
* * *
Pagi hari menyambut semangat baru keluarga Tuan David.Di meja makan sudah hadir seluruh anggota keluarga minus Key yang masih belum turun dari kamarnya.
__ADS_1
Semua makanan yang tersaji,Kia lah yang memasak.Tentunya dibantu para asisten rumah tangga yang ada di sana.Kia ingin menunjukkan kebolehannya dalam bidang kuliner,agar pelajaran yang di dapatnya tidak sia-sia.Ya,walaupun hanya beberapa semester Kia mengikuti pelajaran.Tapi pelajaran dasarnya sudah Kia kuasai dengan baik.
Kali ini,Biyan sudah duduk anteng dipangkuan Opa nya.Putranya itu tidak boleh protes,karena kemarin dia sudah menguasai cucunya tanpa diganggu orang lain.Pagi-pagi sekali tuan David sudah mengajak cucunya itu jalan pagi di sekitaran taman komplek.
Dengan bangganya dia memamerkan cucunya yang tampan pada teman-temannya yang rumahnya masih satu komplek dengan mansion nya.
"Ini semua,kamu yang masak?"tanya Nyonya Sofia menatap penuh minat pada makanan yang tersaji di meja.
"Dibantu sama ibu-ibu yang dibelakang,Mom!"ujar Kia tersenyum.
"Mommy harus tahu,kalau masakan istri kecilku ini,tiada duanya!"puji Bian.
"Oh,kamu sadar kalau istri kamu ini masih kecil?"imbuh tuan David.
"Iya,Dad.Kak Bian emang suka daun yang paling pucuknya,"timpal Key yang baru bergabung.
Bian kesal mendapat cibiran dari Daddy dan adiknya.Saat akan mengomeli Key,Mata Bian terbelalak melihat adiknya itu.
"Astaga,Key!Muka kamu kenapa?"khawatir nyonya Sofia.
Wajah Key terlihat seperti orang yang kurang darah,putih pucat.Lingkaran matanya pun menghitam.
"Key nggak apa-apa,Mom.Cuma kurang tidur aja,"ujar Key.
"Pasti begadang nonton drama Korea,iya kan?"cibir Bian juga menatap istrinya yang juga suka dengan Drakor.
"Sok tahu,"balas Key sewot.
"Terus kenapa kurang tidur?Hem ... pasti mikirin yang kemarin,iya?"curiga Bian.
Lagi-lagi Key teringat kejadian kemarin.Key geleng-geleng kepala,menepis pikirannya, membuat semua orang menatapnya heran.
"Aku nggak mikirin Dia kok!"jawab Key gelagapan.
"Dia siapa?"tanya Bian bingung.
"Lah,kita lagi bahas apa sih?"tanya Key ikut bingung.
"Kamu kan yang melempar batu sembunyi tangan kemarin?"Bian menyipitkan matanya.
"Huh ... iya,kenapa?"tanya Key merasa lega.
"Kak Bian,Mom.Kemarin main nyo-"
Bian menyumpal mulut Key dengan jeruk yang baru dikupasnya.
"Kalian ini mau makan apa mau duel sih,huh?"Daddy David bersuara sembari tangannya menyuapi cucu kesayangannya.
"Biarin aja,Dad.Seru!"ucap Nyonya Sofia senang.
__ADS_1