Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Enjoy Your Life


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu.Hari ini,Kia yang masa izinnya sudah habis pun mau tak mau harus berangkat kuliah.Hatinya terus berdebar sejak dari apartemen tadi.Entah apa yang akan terjadi nanti.Kia rasanya belum siap menghadapi tatapan-tatapan sinis dari orang-orang yang sudah pasti tahu tentang kejadian yang terjadi beberapa hari yang lalu.


Kia terus menghela nafas dan berdoa dalam hati,semoga masalah yang kemarin sudah tidak menjadi fokus orang-orang.


"Non Kia percaya saja sama Bos,Dia tidak akan membiarkan hal buruk menimpa Non Kia!"kata Pak Ali yang melihat kegelisahan Kia dari center mirror.


Kia mengangguk dan bersiap untuk membuka pintu mobil.Sebelum keluar,Kia terus saja memanjatkan doa agar diberi kekuatan kalau saja terjadi sesuatu yang tidak dia inginkan.Dia harus ingat selalu pesan dokter Rania kalau ibu hamil tidak boleh stress karena akan berpengaruh pada janin yang dikandungnya.


Semua tampak biasa saja ketika Kia berjalan menuju kelasnya.Duo sahabatnya yang sudah beberapa hari tidak bertemu,menunggunya di tangga arah ke kelas.


"Kia!!!!!"pekik Fira memeluk Kia.


Fira melotot saat Tio akan memeluk mereka berdua.Mungkin Tio lupa kalau akan ada seseorang yang akan membuatnya masuk rumah sakit kalau sampai dia memeluk Kia.Tio mengangkat tangannya,tidak jadi nimbrung berpelukan seperti Teletubbies.


"Lama banget sih liburnya?"protes Fira.


"Kenapa?Kangen?"


"Pastilah,"Fira menyentil dahi Kia.


"Hey....hey......kalian masih ingat aku nggak?Kok akunya dicuekin sih!"ujar Tio mengerucutkan bibirnya.


"Nggak.Emang kamu siapa sih?"akting Kia.


"Iya,nggak jelas banget,"timpal Fira.


Ketiganya tertawa,inilah yang Kia rindukan selama di apartemen.Dua sahabatnya selalu bisa membuatnya tersenyum.Kia bersyukur orang-orang tidak ada yang menghakiminya meski hanya dengan tatapan kebencian.Di medsos pun tidak ada video atau apapun yang membahas tentangnya.


Suaminya benar-benar menepati janjinya untuk bisa mengatasi situasi.Entah apa yang suaminya lakukan,Kia tidak ingin tahu.Yang terpenting mentalnya selamat dan calon bayinya baik-baik saja.

__ADS_1


* * *


"Kak,ini baju yang Lo minta!"judes Key.


Tadi,pagi-pagi sekali kakaknya ini sudah merecokinya dengan terus menghubunginya untuk membangunkannya dari tidurnya yang nyaman.Bian menyuruh Key untuk mengambil baju kerja Bian yang ada di mansion nya karena pakaian yang biasa ada di dalam mobil sedang di laundry.


"Kenapa sih pake acara nginep di sini?Kek nggak ada rumah sendiri aja!"sungut Key meletakkan paper bag yang berisi beberapa pakaian Bian.


"Kamu tuh disuruh Kakaknya sendiri nggak ikhlas banget.Ngedumeeeel terussss!!!!!"sebal Bian.


"Ya habisnya,kalo Kakak nggak mau seatap lagi sama Seline,Kakak nggak perlu khawatir.Orang Dianya juga nginep di mansion Daddy,"jelas Key.


"Biarin aja,mansion itu sudah Kakak atas namakan Seline sebagai salah satu kompensasi dari perceraian kami.Nanti,setelah pengadilan sudah benar-benar memutuskan bahwa kami telah resmi bercerai,akan ada yang akan membereskan barang-barang Kakak yang masih tersimpan di sana."


"Gimana keadaan Kia?Apa Dia masih mau sama Kakak?Secara kan,sekarang Kakak gembel,nggak punya rumah!"canda Key.


Kia memang pernah membahas apa yang diimpikannya tentang rumah impiannya.Dan Bian langsung membuatkan apa yang istrinya itu inginkan.


"Kamu pikir Kakak kamu ini nggak punya tabungan,huh?Kalau kamu tahu berapa nominal yang tersimpan di sana,kamu akan pingsan dan baru sadar tujuh hari kemudian!"


"Iya.....iya.....sombong amat!"


"Selamat pagi,Nona."


Rama menyela kedua kakak beradik itu dengan makanan yang berada di tangannya.Rama menyiapkan makanannya di meja dan mengajak keduanya untuk sarapan bersama.Emang mereka berdua tamu tidak tahu diri,sudah menumpang malah membiarkan yang punya tempat tinggal melayani mereka.


* * *


"Oh,jadi begitu ceritanya!"Fira dan Tio manggut-manggut mendengar apa yang Kia ceritakan.

__ADS_1


Jam pelajaran telah usai beberapa menit yang lalu,tapi ketiga sahabat itu masih betah duduk di kursi kelasnya.Fira dan Tio tidak mendesaknya untuk membagi cerita yang terjadi,tapi Kia sendirilah yang mau menceritakannya.Kia percaya kalau dua sahabatnya itu tidak akan membicarakan hal buruk tentangnya dibelakang.


"Lalu bagaimana sekarang?"tanya Tio.


"Ya....mau bagaimana lagi.Kalau aku memutuskan untuk melanjutkan pernikahan kami,menurut kalian,apa aku terlihat sangat egois dan jahat?"lirih Kia.


"Lo cinta sama Dia."


Kata yang terucap dari mulut Tio bukanlah sebuah pertanyaan tapi pernyataan yang membuat Kia terdiam.Di mata Kia terlihat jelas perasaan itu.Tio menatap Fira dan kembali menatap Kia.


"Apapun yang akan lo lakukan,pastikan itu tidak memberatkan hati lo.Kebahagiaan itu lahirnya dari hati,kalau lo berat melanjutkannya,maka akan percuma.Biarlah orang lain bicara semau mereka,kita tidak bisa menyumpal mulut orang satu-satu kan?"lanjut Tio.


"Benar,mereka tidak tahu kebenarannya.Mereka hanya mencari bahan untuk mencela kehidupan orang lain tanpa berkaca pada kehidupan mereka sendiri yang entah sudah benar atau malah lebih buruk dari orang yang mereka bicarakan.Just enjoy your life,"timpal Fira.


"Gue yakin suami Lo sangat mencintai Lo.Makanya Dia menyembunyikan pernikahan kalian,karena Dia nggak mau Lo pergi darinya. Pernikahannya dengan Seline memang sangat meriah saat itu,tapi semua orang pasti menyadari kalau mereka melakukannya dengan terpaksa.


Lo nggak pernah lihat sih,tuh muka mereka berdua udah kek orang yang punya beban hidup paling berat sedunia tahu nggak?Senyum palsu pun mereka ogah tampilkan,"cerita Tio.


"Bener,tapi gue heran deh!Kok bisa ya,entu berita bisa lenyap tak bersisa???"heran Fira.


Kia menggaruk kepalanya yang tiba-tiba saja gatal.Bagaimana tidak lenyap,orang yang jadi pelakunya adalah yang ada di berita itu sendiri.


"Mana aku tahu!!!"Kia mengangkat kedua bahunya.


"Ya,sudahlah.Kita pulang yuks!Ngeri juga dikelas yang sepi kek gini lama-lama!"Tio mengusap tengkuknya.


Emang aura menyeramkan tiba-tiba merasuk di sekeliling mereka.Seperti ada kekecewaan yang menyelimuti.Mereka jadi merinding sendiri.


"Kuy lah!"kompak Kia dan Fira.

__ADS_1


__ADS_2