Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Dan Terjadi Lagi ...


__ADS_3

Acara foto-foto selesai,kini semua keluarga duduk santai menikmati hidangan sembari mengobrol.Kia tidak menyangka kalau Bian juga mengundang temannya,Tio dan Fira.Juga tak ketinggalan,pasangan pengantin baru,pak Dani dan Salwa.


"Kamu tega banget sih,nggak ngasih kabar ke kita!"ucap Fira menitikkan air matanya.


Kia memeluk sahabatnya itu dengan erat.Dia juga merindukan kedua temannya itu.Melihat Kia dan Fira yang saling berpelukan,Tio juga merentangkan tangannya hendak ikut bergabung.


Namun,belum sempat sampai pada keduanya,Bian sudah menginterupsi Tio dengan tatapan tajamnya.Tio menelan saliva nya melihat betapa seramnya wajah dingin orang yang memberinya kesempatan untuk bisa mengenyam pendidikan di bidang kuliner.


"Maju selangkah,kau terima akibatnya!"ancam Bian.


Tio menggeleng cepat mendengar ancaman itu.Anaknya masih kecil,apalagi istrinya tengah mengandung anak keduanya.Apa jadinya mereka kalau ia sampai tidak selamat.


Bisa-bisa istrinya mencari ayah baru untuk anak-anaknya.Tidak,Tio tidak akan membiarkan itu terjadi.


"Kamu kemari nggak sama suami kamu?"tanya Kia.


"Lah,Lo nggak lihat Dia?"tunjuk Fira pada Tio.


"Hah,kalian ...?"


Kia tidak menyangka,ternyata suami Fira adalah Tio.Memang sih,saat kuliah mereka selalu bersama.Tapi,mereka juga selalu bertengkar ketika bersama.


"Sebenarnya kita memang sudah lama menikah, bahkan sebelum masuk kuliah pun kami sudah memiliki seorang putri.Bos Bian yang menawarkan kami untuk melanjutkan pendidikan.


Waktu itu,Bos Bian datang ke warung tenda yang kami punya.Mungkin Dia merasa iba melihat kondisi warung kami yang sepi pengunjung.Menu yang kami sediakan pun tidak terlalu beragam dan mungkin juga kurang menarik.


"Makanya,ketika Bos Bian menawarkan kesempatan itu,kami tidak berpikir dua kali untuk menerimanya,"jelas Tio.


"Kami benar-benar berterima kasih kepada Bos Bian karena kesempatan yang beliau berikan.Juga sama kamu,"timpal Fira.


Kia mengerutkan dahinya."Ah ... pantes,Dia selalu tahu apa yang terjadi di kampus.Ternyata,kalian lah mata-matanya."


"Kami hanya membalas apa yang Bos Bian berikan untuk kehidupan kami,"ucap Fira.


"Aku hanya membantu membuka jalan,merekalah yang berjuang untuk hidup mereka sendiri,"ujar Bian.

__ADS_1


Kia menatap suaminya penuh kekaguman.Dibalik sikapnya yang dingin,Bian adalah orang yang sangat baik.Dan dia bangga dicintai oleh pria seperti Bian.


"Oh,iya! Berapa usia putri kalian?Kenapa nggak diajak juga?"tanya Kia.


"Usianya sudah empat tahun dan Dia lagi lengket sama nenek kakeknya.Jadinya,nggak mau jauh-jauh gitu,"ujar Fira.


"Sama dong kayak putraku ... dan Mas Bian.Tuh,Dia selalu nempel sama Opanya,"tunjuk Kia pada anaknya yang dipangku oleh Daddy David.


Di meja yang berbeda,Tuan David dan Nyonya Sofia juga bercengkrama dengan keluarga yang lain.Biyan duduk anteng dipangkuan Opanya sambil menikmati hidangan yang disukainya.


Mereka begitu mengagumi sosok Biyan yang sangat mirip dengan papanya,apalagi sorot mata tajamnya.Tidak ada keraguan sedikitpun dipikiran orang-orang yang melihatnya meski Kia dan Bian sudah tidak tinggal bersama dalam waktu yang lama.


Tuan David senang,akhirnya dia bisa memamerkan cucunya pada yang lain.Sudah sejak lama,hal ini ia nantikan.Tapi, putranya itu baru sekarang memberinya kesempatan ini.


Ketika Nyonya Sofia mengetahui kalau Seline,menantu yang dibanggakannya ternyata memiliki pria lain,dia sangat kecewa dan marah.Dia menyesal memaksakan putranya untuk tetap bertahan bersama wanita yang sudah menyelingkuhinya.


Tapi,semua itu sudah berlalu.Mereka juga sudah tidak pernah bertemu lagi sejak pengadilan mengesahkan perceraian antara Bian dan Seline.


* * *


"Lalu rumah kita siapa yang akan tempati,Kia?Aku juga disuruh Papa dan Mamanya Bang Dani untuk tinggal bersama mereka,"ujar Salwa.


Bian sudah memberi tahu bahwa dia akan membawa istri serta anaknya untuk tinggal di rumah mereka sendiri.Dan Kia tidak bisa menolaknya.Kia tidak tega kalau suaminya itu harus bolak-balik untuk menemuinya dan putranya.


Dia juga tidak ingin suaminya itu tidak ada yang mengurus kalau mereka tinggal terpisah.Melihat tubuh suaminya yang kurus sangat menyakitkan baginya.Dan semua itu terjadi karena keputusan yang diambilnya sendiri tanpa memikirkan suaminya.


"Jadi,Kak Salwa sudah bertemu dengan orang tuanya Pak Dani?"tanya Kia.


"Hem."


"Bagaimana?Apa mereka menyambut baik Kakak?"tanya Kia lagi.


Salwa menatap suaminya yang hanya diam.Sebenarnya,pak Dani belum menyetujui untuk tinggal bersama orang tuanya.Menurutnya,di sana tidak ada privasi.


Dia jadi tidak bebas mau melakukan apa saja dengan istrinya kalau tinggal di sana.Maklum pengantin baru,apa-apa pengennya selalu berdua dan melakukan hal-hal yang romantis.

__ADS_1


"Mereka sempat terharu ketika Bang Dani memberitahu perihal pernikahan kami.Mama bahkan berterima kasih karena sudah mau menerimanya sebagai suami,"jelas Salwa.


"Pufth ... ha ... ha ... ha ...."


Bukan hanya Key yang tertawa mendengar penuturan Salwa,tapi Bian juga.Kakak beradik itu kompak mentertawakan pak Dani yang wajahnya berubah masam.Mamanya memang selalu mengkhawatirkannya yang selalu bergonta-ganti pasangan.


"Makanya,nggak usah sok-sokan jadi Casanova.Bikin khawatir orang tua kan, jadinya!"ejek Bian yang sudah menyelidiki bagaimana kehidupan pak Dani.


"Mas ...!"Kia mendelik tajam.


Pak Dani semakin mengerucutkan bibirnya mendengar ejekan dari mantan rivalnya itu.Dia kesal karena Bian mengatakan kebenaran tentang dirinya.


"Udah,Yang.Kita pulang yuk!Kita nginep di hotel aja!Nggak enak kalau nginep di sini,kasihan ada jomblo!"ucap pak Dani membalas Key.


Dia tidak berani kalau harus membalas kakaknya yang sudah menghajarnya dua kali.Ya sudah,serang saja adiknya yang kelakuannya tak jauh berbeda.Begitulah prinsip pak Dani,kalau nggak bisa membalas kakaknya,adiknya pun jadi.


"Cih ...,bisanya nyerang anak kecil!"balas Key.


"Anak kecil?"kompak semuanya.


"He ... he ...,"cengir Key.


* * *


Setelah semuanya masuk ke kamar masing-masing,Bian pun menyusul istrinya yang sudah lebih dulu masuk ke kamar mereka.


Putranya pun sudah tertidur pulas bersama Opa dan Omanya.Karena Biyan sudah tidak menyusu lagi pada ibunya,setelah dibuatkan susu formula oleh Kia tadi,dia langsung tidur.Mungkin juga karena sudah kelelahan mengikuti keseluruhan acara.


Ceklek ...


Bian membuka pintu kamarnya yang tampak cantik karena dihias layaknya kamar pengantin.Lampu-lampu kecil semakin membuat kamarnya terlihat romantis.Belum lagi kelopak bunga mawar yang dibentuk love diatas tempat tidur.Ini pasti ulah adiknya.


Netra kelam Bian semakin terpesona melihat istrinya yang baru keluar dari kamar mandi.Wangi tubuhnya menguar ketika pintu kamar mandi terbuka.Dengan memakai gaun malam yang sangat terbuka,istrinya itu terlihat sangat seksi.Juga wajahnya yang dipoles sedikit make up,membuat Bian semakin tergila-gila pada istri simpanannya itu.


Enggan menunggu waktu lebih lama lagi,Bian langsung menghampiri istrinya dan mencium bibir kesukaannya dengan menggebu.Kia pun membalas ciuman Bian dengan mengalungkan tangannya di leher suaminya.

__ADS_1


Bian mengangkat tubuh Kia bak anak koala menuju ke peraduannya.Di sanalah,semuanya terjadi lagi dan lagi.


__ADS_2