Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Saling Merindu


__ADS_3

Bian membolak-balikkan badannya mencari posisi ternyaman untuk tidur,namun tak juga berhasil.Tidur tanpa Kia dalam pelukannya ternyata benar-benar berdampak padanya.Matanya sudah sangat lelah ingin terpejam tapi lagi-lagi otak memerintahkan agar tetap terbuka.Bian mengambil ponselnya dan membuka galeri foto.Wajah istrinya dengan berbagai gaya sudah memenuhi galeri ponselnya.


Foto dengan berbagai gaya terlihat begitu manis di pandangan Bian.Apalagi foto saat Kia mencium pipinya,itu adalah foto favoritnya.Foto itu Kia sendiri yang ambil saat Bian baru bangun tidur ketika mereka berbulan madu secara mendadak beberapa bulan yang lalu.


Waktu itu,di luar,langit masih tampak kemerahan karena masih terlalu pagi dan bulan pun masih menghiasi dengan sinarnya. Kia yang sudah terbiasa bangun pagi pun tak bisa meninggalkan kebiasaannya itu.Kia dengan isengnya membangunkan suaminya itu dengan terus menggelitik telinganya dengan rambutnya.


Bian yang merasa terganggu,membuka matanya perlahan.Kia langsung merebahkan tubuhnya dan merangkul leher suaminya yang masih belum begitu terbangun.Matanya masih menyipit,belum terbuka sempurna.


Kia mengarahkan kamera ponselnya dan mencium pipi Bian yang bertelanjang dada.Foto pun terambil sempurna,sangat aesthetic.


Suasana yang sangat Bian rindukan.Bian terus menggulir foto-foto istri kecilnya itu.Rindu berat tengah melanda hatinya.Ingin sekali menelpon atau video call,tapi istrinya itu pasti sudah tidur.Perasaanya kian menggebu,keinginan untuk memeluk dan memadu kasih seakan tak tertahankan.


* * *


Tak jauh beda dengan Bian,Kia pun merasakan hal yang sama.Biasa tidur dalam pelukan suaminya dan sekarang harus terpisah bahkan sangat jauh.Bukan hanya sekedar pisah kamar melainkan pisah kota.


Hufth.......Kia sesekali menghela nafasnya seraya mengelus perutnya.


"Kamu kangen ya sama Ayah kamu?"ucap Kia mengajak janinnya yang bersemayam dalam rahimnya berbicara.


"Enggak kok,Bunda.Bunda kali yang kangen sama Ayah!"mungkin inilah jawaban yang akan diberikan kalau dia sudah bisa bicara.


Yah,memang sebenarnya Kia lah yang merindukan suami 'Pak Tua'nya itu.Di tambah dengan kehamilannya semakin membuatnya begitu ingin bertemu dan bermanja-manja.


"Ayah kamu tuh nyebelin banget sih,sayang.Masa' Dianya nggak kangen sih sama kita!Telpon kek apa kek,nggak ada inisiatifnya dikit!"omel Kia.


Padahal baru dua jam yang lalu Bian menelpon dan dianya sendiri yang malah males ngangkat telepon.Kia seperti anak SMP yang baru pacaran,pengennya ketemuan terus.Tapi saat sudah bertatap muka malah seperti yang tidak suka melihat wajah suaminya sendiri.Kia mengambil ponselnya dan mencari kontak suaminya.


Bian yang masih belum tidur,mengembangkan senyumnya melihat panggilan telepon dari istrinya yang sangat dirindukannya.Tapi,belum sempat Bian mengangkat panggilannya,Kia sudah mematikan sambungannya.Bian pikir,mungkin Kia ingin dialah yang menghubunginya.Tanpa berlama-lama,Bian langsung melakukan sambungan video.


Lama Kia menatap ponselnya yang menampilkan sambungan video dari suaminya.Karena Kia masih sebel dengan wajah suaminya itu,Kia mematikannya dan menelpon Bian dengan sambungan biasa.

__ADS_1


"Halo,kenapa malah dimatikan?Kita video call aja!"


"Nggak,aku masih sebel sama wajah kamu."


"Ya ampun,gitu banget.Tapi aku kangen sama kamu!Kenapa belum tidur?"


"Belum bisa tidur.Kamu,kenapa belum tidur?"


"Sama.Aku juga nggak bisa tidur karena terlalu merindukan istriku!"


"Istri yang mana?"


"Hah?Ya...ya kamulah!Kamu tuh bikin aku jantungan aja deh."


"Ya,istri kamu kan dua.Wajar dong kalau aku tanya."


"Hufth....Kia....untung aku cinta sama kamu."


"Kamu tuh selalu bikin aku kesel tapi disaat bersamaan selalu bikin aku cinta dan rindu kalau berjauhan seperti ini."


Pipi Kia pun memerah karena kata-kata yang Bian ucapkan.Bisa juga ternyata 'Pak Tua'nya ini merayu.


"Oh ya,Mas!Kamu tinggal di mana kalau nggak di rumah kamu sama Dia itu?Sama orang tua kamu?"


"Nggak.Aku tinggal di apartemennya Rama!"


"Oh,Pak Rama tinggal di apartemen?Sama siapa?"


"Kenapa sih kamu tuh kepo banget sama kehidupannya Rama?"


"Cuma nanya loh aku,kok dibilang kepo sih!"

__ADS_1


"Ya untuk apa nanya-nanya?Emang penting banget untuk kamu tahu?"


"Ya ampun,Mas-Mas!Kamu curiga sama aku?"


"Bukannya curiga,aku nggak suka aja kamu memperhatikan pria lain.Satu-satunya pria yang boleh kamu tahu itu cuma aku,suami kamu."


"Kamu cemburu sama Pak Rama?"


"Tahu,nanya!"


"Kamu ini.Kalau cuma kamu pria yang boleh aku tahu,bagaimana kalau anak kita nanti laki-laki?"


"Ya.....itu beda dong,Dia kan anak aku."


"Ya...ya....terserah kamu ajalah."


"Kita video call aja ya?"


Tanpa menunggu Kia menjawab,Bian langsung merubah panggilannya menjadi sambungan video.Dan karena Kia juga merindukan suaminya itu walaupun masih kesal,Kia pun menjawabnya.Kia terlebih dulu merapikan penampilannya agar terlihat cantik di mata suaminya sebelum menjawab panggilan video dari Bian.


"Belum sehari aku tinggal,kamu makin cantik!Aku jadi makin rindu!"


"Kamu makin pintar gombal ya sekarang!"


"Kok,gombal!Aku serius,setiap kata yang aku ucapkan itu langsung dari dalam hatiku!"


"Oh ya?"


"Kamu itu nggak percayaan banget orangnya!"


Percakapan pun berlanjut sampai keduanya tertidur.Walaupun hanya saling menatap lewat video,itu sudah cukup untuk keduanya saling melepas rindu.

__ADS_1


__ADS_2