
Kia berjalan santai sambil memainkan ponselnya.Tadi Kia habis dari minimarket dekat apartemen tanpa ditemani oleh Pak Ali dan Pak Beno.Tangannya menenteng kantong kresek berlogo minimarket tersebut.Telinganya pun disumpal dengan ear phone.
Tanpa Kia duga,seseorang mengangkatnya di bahu seperti mengangkat karung beras.Sontak Kia memberontak dan memukul-mukul punggung orang yang mengangkatnya.Seseorang itu menurunkan Kia karena pukulan Kia pada punggungnya sangat kuat.Kia membulatkan matanya dan kembali memukul dada orang yang ternyata adalah Bian.
Bian tertawa dan mencoba menghentikan pukulan tangan istrinya.Kia mendengus kesal melihat Bian yang masih tertawa.Jantungnya berdetak kencang dan kakinya menjadi lemas karena ulah suaminya itu.
"Keterlaluan banget,sih!"Kia memukul lengan Bian.
"Makanya,jalan jangan fokus ke HP aja!Kamu dengar sendiri kan,banyak berita tentang maraknya kejahatan.Kenapa Pak Ali dan Pak Beno nggak nemenin kamu?"
"Ckk,orang deket ini!"
"Walaupun deket,tetap aja bahaya ada disekitar kita!"
"Iya!Awas kalau kamu marahi mereka!"
"Kamu ngebelain mereka?"
"Bukan gitu.Aku sendiri yang maksa mereka untuk tidak ikut.Jadi ini semua aku yang mau,oke!"
"Sudahlah,ayo pulang!"Bian menarik tangan Kia namun Kia tetap diam di tempatnya berdiri.
"Kenapa lagi?"
Kia mengangkat tangannya,"Gendong!"
Bian menggeleng pelan,bibirnya tersenyum kecil melihat tingkah manja istri bocahnya itu.Bian berbalik dan sedikit berlutut.Dengan tersenyum riang,Kia naik ke punggung Bian. Mereka pun berjalan menuju apartemennya tanpa peduli dengan pandangan orang lain yang melihat mereka.
Di dalam lift,kedua pasangan itu saling becanda dan menggoda.Saat bersama dengan istrinya,si kanebo kering jadi lebih bisa mengekspresikan dirinya.Bian jadi lebih hangat dan banyak tersenyum.Walaupun lelah setelah seharian bekerja,Bian akan tetap bersemangat saat pulang ke rumahnya yang sebenarnya,rumah dimana Dia disambut dengan senyum hangat dari istri bocahnya.
"Bos,maaf!"
"Lain kali jangan ulangi,tetap temani walaupun dipaksa untuk jangan ikut!"
__ADS_1
"Baik,Bos!"
"Maaf ya,Pak!"ucap Kia tidak enak.
"Santai,Non!"
"Wei....TOS dulu,dong!"Kia mengulurkan kepalan tangannya.
"Ehm....!"Bian menginterupsi dan berlalu pergi,masuk ke apartemen.
"Hufth.....hampir saja!"Pak Beno mengelus dada,hampir saja mereka juga mengulurkan kepalan tangan mereka tadi.
* * *
Key memperhatikan foto yang dikirim oleh kakaknya tadi siang.Bian memang sudah menceritakan tentang Kia padanya.Dapat dilihatnya wajah bahagia terpancar dari sorot mata kakaknya itu saat Dia menceritakan tentang Kia.Key benar-benar takjub melihat kakaknya yang begitu mencinta wanita yang usianya jauh lebih muda dari kakaknya itu,bahkan lebih muda tiga tahun darinya.
Flashback on
"Wah,pedo Lo ya!"teriak Key saat Bian memberitahu umur Kia yang baru saja genap dua puluh tahun.
"Kok Dia mau sama Om-om kek lo?"
Bian mendelik,"Ya dipaksa dong!"jawabnya enteng.
"Enteng banget ya Pak jawabnya!"Key geleng-geleng kepala.
"Kakak bahagia?"
"Menurutmu?"tanya Bian balik.
"Sangat bahagia,"jawab Key tersenyum.
Key juga ikut bahagia melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Bian.Bukannya Key tidak menyukai Seline sebagai kakak iparnya.Tapi,kalau keduanya tidak bahagia dengan pernikahan mereka untuk apa masih dipertahankan.Ini hanyalah keegoisan dari kedua orang tua mereka masing-masing yang terlalu memaksakan kehendak.
__ADS_1
Flashback off
"Wah.....nggak nyangka Lo suka daun muda,Kak!Tahu lagi,nyari yang cantik kek gini,"monolognya seraya melihat foto Kia di ponselnya.
* * *
"Tumben,baru jam delapan sudah pulang?"tanya Kia mengusap rambut Bian dengan handuk karena habis mandi.
"Kebetulan tadi habis ketemu klien di daerah sini.Jadi,langsung pulang aja sekalian."
"Oh!Tapi,Pak Rama kok nggak kelihatan tadi?"Rama memang langsung memisahkan diri kembali ke apartemennya sendiri.
"Ngapain nanya-nanya Rama?Kangen sama Dia?"kesal Bian.
"Nanya doang nggak boleh?"
"Nggak!"
"Sudah!Kamu sudah makan,Mas?"tanya Kia tak ingin memperpanjang perdebatan.
"Belum."
"Ya,sudah!Aku siapin makanannya dulu!"
Kia keluar kamarnya,kemudian tak berapa lama Bian yang sudah berganti pakaian pun menyusul.Di dapur,Kia sibuk menghangatkan makanan yang dimasaknya tadi sore dan menyiapkannya di meja makan.
Bian yang sudah berada di sana,membantu Kia mengambil piring dan meletakkannya di meja.Kia dengan telaten melayani suaminya itu mengambilkan nasi dan sayur beserta lauknya.Kia menuangkan air putih ke dalam gelas dan meletakkan di samping piring makan Bian.
"Kamu nggak makan juga?"
"Aku sudah makan."
"Kalau begitu,kamu suapi aku!"Bian mengangkat piringnya ke depan Kia.
__ADS_1
"Manja banget sih!"
Kia mulai menyuapi Bian,sesekali Bian juga menyodorkan sendoknya ke mulut Kia.Inilah yang sering mereka lakukan di apartemen ini. Saling memanjakan satu sama lain.Apa yang tidak mereka dapatkan dari orang terdekat mereka,akan mereka wujudkan di rumah tangga mereka.