Istri Simpanan Pak Tua

Istri Simpanan Pak Tua
Sugar Baby


__ADS_3

"Maaf nyonya,ini ada surat!"seorang art memberikan sebuah amplop berwarna putih kepada Seline.


Seline yang sedang bersiap pergi ke butiknya,menghentikan aktivitasnya dan membuka amplop tersebut.Seline menghela nafas berat,itu adalah surat gugatan cerai yang Bian bicarakan beberapa hari yang lalu.


Sejak Bian memutuskan untuk berpisah darinya,Bian tak lagi tinggal di mansion.Entah dimana dia tinggal sekarang,Seline juga tidak tahu.Bertemu pun mereka hanya beberapa kali.Benar sekali yang Bian ucapkan,ini hanyalah pernikahan palsu,hanya pernikahan di atas kertas.


Ting


Ponselnya berbunyi,Seline segera membukanya.Ada pesan dari sepupunya,sebuah pesan gambar.Seline membukanya dan mengernyitkan dahinya.


"Ini apaan sih,gaje banget deh nih orang!"


Seline segera menghubungi sepupunya tersebut untuk menanyakan foto siapa yang dikirimkannya itu.Tak butuh waktu lama, sepupunya itu langsung mengangkat panggilan telepon darinya.


"Lo ngirim foto siapa sih?"


"Coba tebak itu foto siapa?"


"Nggak usah sok main teka-teki deh Lo,lagi nggak mood gue!"


"Lo mah nggak asik.Masa' Lo nggak kenal sih?"


"Siapa emangnya?"


"Itu suami Lo,Seline!"


"Emang iya?"


"Suami sendiri,Lo nggak inget."


"Ya,gimana!Lo kirim foto,tapi kek artis gini.Pake masker,topi juga,ya gue nggak ngeh lah."

__ADS_1


"Alasan aja Lo mah."


"Tapi ini dia sama siapa dan dimana pula mereka ini?Kok tumben style nya beda."


"Ceweknya sih,gue nggak tahu siapa,tapi kayaknya gue tuh seperti pernah tahu deh sama postur tuh cewek.Dan gue ketemu suami Lo sama tuh cewek di bioskop.Mesra banget lagi mereka,kek orang pacaran gitu. Mungkin nggak sih,kalo suami Lo nyimpen sugar baby?"


"Udah deh,nggak usah ngaco omongan lo!"


"Ya....gue kan cuma pengen Lo lebih waspada aja!"


"Terima kasih perhatian Lo,tapi gue masih bisa ngurus semuanya sendiri.Bye!"


Seline memutuskan sambungan teleponnya.


"Justru Lo yang seharusnya gue waspadai,karena Lo udah ngincer Bian sejak awal gue nikah sama dia,"gumam Seline pada ponselnya.


Seline kembali melihat foto yang Sania kirimkan tadi.Memang wajah si cewek tidak terlihat karena menggunakan masker,tapi Seline yakin kalau umurnya jauh lebih muda darinya apalagi Bian.Karena,melihat dari outfit yang si cewek kenakan,stylenya persis seperti kids jaman now yang beradaptasi dari style ala Korea.


"Pantes ngebet banget pengen pisah dari gue,sudah ada mainan baru rupanya!"Seline tersenyum sinis.


"Nanti kamu siapin bekalnya dua ya!"pinta Bian.


"Untuk Pak Rama?"tanya Kia sembari memasangkan dasi.


"Kamu kenapa sih,Rama terus yang kamu tanyain?"tanya Bian tak suka.


"Ya kan,biasanya kamu selalu bersama dengan Pak Rama.Kenapa sih,kamu cemburu?"


"Sudah tahu,nanya!"cemberut Bian.


"Ya ampun....gemes banget sih!Cup...."

__ADS_1


Kia mengecup sekilas bibir yang mengerucut itu.Bian segera menahan tengkuk Kia saat akan melepaskan kecupannya.Kia melotot saat Bian mengangkatnya dan mendudukkannya di atas meja kaca tempatnya menyimpan jam tangan.Tangannya menahan tubuh Kia dan ciuman pun semakin dalam.Kia menepuk dada Bian agar melepaskan ciumannya.


"Kebiasaan deh!"oceh Kia garang.


Bian hanya membalas ocehan istri bocahnya itu dengan cengiran tanpa dosa dan kembali menurunkan Kia.Kia menggandeng lengan suaminya itu keluar dari walk in closet sekalian membawa tas kerjanya menuju meja makan untuk sarapan.


"Kamu belum jawab pertanyaanku tadi."


"Pertanyaan yang mana?"


"Ish,dasar Pak Tua!Belum sampai sepuluh menit,sudah lupa!"


"Kamu tuh,hobi banget ngatain suami sendiri."


"Maaf!Itu bekalnya untuk siapa?"


"Untuk Key,adikku!"


"Adik kamu sudah tahu tentang pernikahan kita?"


"Hem,aku sudah menceritakannya dan Dia mendukung kita."


"Benarkah?"


"Kamu nggak percaya?Mau nanya langsung sama orangnya?"


"Emm....nanti aja deh!"


"Terserah kamu ajalah,"balas Bian.


Setelah mencium kening dan bibir istrinya,Bian menghampiri Rama yang sudah menunggu di mobil.Rama membukakan pintu mobil dan Bian pun masuk.

__ADS_1


"Apa Seline sudah menerima suratnya?"


"Sudah,Tuan!"


__ADS_2